UIN Imam Bonjol Padang Wisuda 1001 Sarjana, Fokus Tantangan Disrupsi Teknologi & Inovasi

PADANG, Kalibrasinews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar prosesi Wisuda Sarjana bertempat di Gedung Auditorium Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada Sabtu dan Minggu, 18-19 April 2026.

Sebanyak 1.001 wisudawan resmi menyandang gelar baru dalam prosesi Wisuda ke-95 yang berjumlah total keseluruhan wisudan/i tersebut dibagi dalam dua sesi selama dua Hari Sabtu dan Minggu tersebut.

Adapun rincian berikut lulusan menyusul Pascasarjana: 143 orang serta lulusan Fakultas Adab dan Humaniora (79), Fakultas Sains dan Teknologi (35) dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (234), Sabtu kemarin.

Pada Minggu hari ini, lulusan FDIK sebanyak 103 orang, FEBI (93), FS (204) dan FUSA (110) hingga yang diwisuda hari kedua atau terakhir jumlah total 510 org

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, dalam pidatonyo yang bertajuk “Menjadi Imam Mencerah Peradaban” menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan.

Amanat sekaligus sambutan yang disampaikan di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati itu hendaknya bisa menempatkan lulusan UIN Imam Bonjol berperan di tengah perubahan zaman.

“Bagi anak-anakku yang secara resmi mengenakan mahkota keilmuan dan kebesaran toga di bawah lengkung langit peradaban yang terus berputar cepat,” ujar Martin Kustati.

Masih dalam pidatonyo, ia menyoroti tantangan disrupsi teknologi dan pentingnya inovasi berbasis nilai.

Penekanan pada disrupsi teknologi memberi pesan bahwa lulusan tidak hanya dituntut responsif terhadap perubahan, tetapi juga mampu mengolah perkembangan teknologi menjadi ruang inovasi yang bernilai.

Dalam kerangka itu, UIN tidak hanya diposisikan sebagai institusi yang melahirkan sarjana, tetapi juga sebagai ruang pembentukan intelektual yang diharapkan mampu menjembatani pengetahuan, etika, dan relevansi dengan tantangan zaman.

Sejurus itu pula, diingatkannya akan peran orang tua dan tanggung jawab lulusan setelah wisuda nantinya.

(Foto: Kalibrasinews.com/Emil)
Ribuan wisudawan dan wisudawati UIN Imam Bonjol Padang.

Sehari sebelumnya, Sabtu (18/4/2026) kemarin sebanyak 491 wisudawan mengikuti prosesi yang rinciannya terdiri dari Pascasarjana sebanyak 143 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 79 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 35 orang, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan jumlah terbanyak yakni 234 orang.

Pada kesempatan sama, Rektor Martin Kustanti menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih bukanlah sekadar piala kemenangan pribadi.

Ia mengingatkan para wisudawan untuk menoleh dan menatap wajah orang tua yang hadir, sebagai sosok yang paling berjasa di balik keberhasilan mereka.

“Titel kesarjanaan ini merupakan buah dari lantunan doa-doa panjang ibunda di sepertiga malam dan kristalisasi keringat ayahanda yang tak pernah menyerah pada kejamnya kehidupan,” ungkap Martin.

Sampai sejauh ini imbuhMartin, ijazah yang diterima para lulusan hari ini bukan hanya sekadar kertas tanda kelulusan, melainkan sebuah mandat besar dari peradaban.

Rektor menegaskan bahwa menjadi Imam tidak hanya berarti memimpin di dalam masjid, tetapi menjadi jantung yang memompa moralitas dan nalar kritis ke seluruh urat nadi masyarakat.

Karenanya, ia menekankan agar tidak hanya bisa meniru narasi bangsa lain tanpa proses kurasi yang kritis.

Fokus katanya terhadap aspek intelektual, Rektor juga menyoroti tantangan disrupsi teknologi yang akan dihadapi para lulusan di luar kampus.

Dalam perspektif lebih luas, isu inovasi berbasis nilai menjadi penting karena perkembangan teknologi tidak hanya melahirkan peluang, tetapi juga tantangan etis dan sosial.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam wisuda ini memberi penekanan bahwa lulusan UIN diharapkan tidak sekadar kompetitif secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi nilai yang memberi arah dalam merespons perubahan secara bertanggung jawab.

“Atas hasil dari proses kreatif yang diciptakan nantinya harus mampu menjahit kecerdasan sains buatan (AI) dengan keluhuran nilai-nilai profetik,” harapnya.

Ia juga menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih bukanlah sekadar piala kemenangan pribadi.

Karenanya, Ia mengingatkan para wisudawan untuk menoleh dan menatap wajah orang tua yang hadir, sebagai sosok yang paling berjasa di balik keberhasilan mereka.

Rektor juga sempat mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah sebagai pengikat dari segala gagasan dan inovasi yang futuristik.

Wisuda ke-95 UIN Imam Bonjol Padang tidak hanya menjadi penanda lahirnya 1.001 sarjana baru, tetapi juga memuat pesan yang lebih luas tentang kesiapan lulusan menghadapi era disrupsi, inovasi, dan perubahan sosial yang kian kompleks.

Penekanan pada integrasi ilmu, nilai, dan adaptasi teknologi memperlihatkan bahwa momentum wisuda ini tidak berhenti sebagai seremoni akademik, tetapi menjadi titik awal peran lulusan dalam menjawab tantangan masa depan.

Dengan pesan tersebut, UIN menegaskan orientasi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menyiapkan kontribusi bagi masyarakat dan peradaban.

(Kalibrasinews.com/Emil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini