Dies Natalis Ke-70 UNAND, Sidang Terbuka, Orasi Ilmiah & Malam Anugerah

PADANG, KalibrasiNews.com – Universitas Andalas (UNAND) bersiap memasuki puncak perayaan Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum ke-XIV dengan sejumlah agenda utama.

Perayaan Dies Natalis tersebut akan berlangsung dengan mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, yang menjadi gambaran perjalanan UNAND dalam mengembangkan pendidikan tinggi sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Sekretaris Panitia Dies Natalis ke-70 UNAND, Dr. Hary Efendi Iskandar, MA, mengatakan rangkaian kegiatan telah disiapkan dengan sejumlah agenda yang melibatkan tokoh dari bidang pendidikan, pemerintahan dan riset.

Salah satu agenda utama adalah Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 September 2026.

“Mereka yang bakal tampil masing-masing Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, Prof Dr Arif Satria, SP, MSi dan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, SP, MM serta Rektor UNAND, Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, PhD pada Senin (14/9/2026) mendatang bertempat di kampus Limau Manis, Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumbar,” ujar Hary Efendi Iskandar di Padang pada Jumat (11/9/2026).

Agenda tersebut akan digelar di Kampus UNAND, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Kehadiran Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gubernur Sumbar serta Rektor UNAND menjadi bagian dari rangkaian peringatan perjalanan panjang perguruan tinggi tersebut.

Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah sekaligus menjadi salah satu kegiatan yang menandai usia 70 tahun UNAND.

Momentum ini tidak hanya berkaitan perayaan Dies Natalis ke-70 UNAND, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan UNAND dalam menjalankan peran sebagai lembaga pendidikan tinggi di Sumatera Barat.

Setelah agenda akademik tersebut, rangkaian Dies Natalis dilanjutkan dengan Malam Anugerah Universitas Andalas pada Senin malam.

Acara penghargaan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Jalan Juanda, Padang.

Malam Anugerah Berikan Apresiasi untuk Beragam Kiprah

Dies Natalis ke-70 UNAND disiapkan sebagai momentum untuk memberikan penghargaan kepada alumni maupun tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang.

Sejumlah kategori penghargaan telah disiapkan panitia untuk mengapresiasi kiprah yang berbeda-beda.

“Pada Malam Anugerah Universitas Andalas tersebut akan ada pemberian; Anugerah Alumni Kriteria Milenial, Entrepreneur dan Birokrasi, serta Anugerah Alumni Kriteria Kiprah Internasional dan Tokoh Penggerak.”

Baca Juga  Departemen Antropologi FISIP UNAND Dampingi KTH Puncak Talau dengan Fokus Pengabdian Masyarakat

Selain penghargaan tersebut, UNAND juga akan memberikan apresiasi khusus melalui Lifetime Achievement Award.

Penghargaan lainnya ditujukan kepada insan pers yang dinilai menjadi bagian dari perjalanan dan kontribusi terhadap UNAND.

“Kemudian, pemberian penghargaan Lifetime Achievement Award dan Anugerah Insan Pers,” papar Hary Efendi Iskandar, yang akrab disapa Ajo ini.

Menurut Hary, Malam Anugerah menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada orang-orang yang selama ini tumbuh bersama UNAND.

Kontribusi tersebut hadir dalam berbagai bentuk, baik melalui kiprah alumni maupun peran pihak lain yang ikut mendukung perjalanan universitas.

Ia menyebut kegiatan itu sebagai momentum untuk menghargai perjalanan, dedikasi serta kontribusi keluarga besar UNAND.

Setiap pencapaian dan kontribusi yang diberikan dinilai menjadi bagian dari perjalanan panjang universitas hingga mencapai usia tujuh dekade.

“Mari rayakan perjalanan, dedikasi dan kontribusi terbaik keluarga besar Unand ini. Mengingat titik pencapaian layak diapresiasi, dan setiap kontribusi adalah bagian dari perjalanan besar Unand,” tambah Kepala Humas, Protokol dan Layanan Informasi Publik Unand, yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand ini.

UNAND memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Universitas tersebut resmi berdiri pada 13 September 1956 dan kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, Mohammad Hatta, di Bukittinggi.

Sebelum UNAND berdiri, gagasan untuk menghadirkan perguruan tinggi di Sumatera Barat telah berkembang.

Salah satu langkah awal dilakukan Yayasan Sriwijaya yang mendirikan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat di Padang pada 17 Agustus 1951.

Pendirian universitas kemudian ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1956.

Sejak berdiri, UNAND terus mengalami perkembangan hingga memiliki struktur akademik yang semakin luas dan beragam.

Saat ini, UNAND memiliki 15 fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana dengan lebih dari 120 program studi.

Program tersebut mencakup jenjang Diploma III (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), Spesialis hingga Profesi.

Dengan perjalanan tersebut, UNAND tercatat sebagai perguruan tinggi negeri pertama sekaligus tertua yang berada di luar Pulau Jawa.

Peringatan Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV menjadi momentum untuk merayakan perjalanan tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka yang ikut mengambil bagian dalam perkembangan UNAND.

(Emil/KalibrasiNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini