Pencarian Virgo Transport 8 Diperkuat, 17 Kapal Dikerahkan

PADANG, KalibrasiNews.comPemerintah memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Pencarian terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak personel dan armada dari berbagai unsur.

Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi disebutkan bahwa kekuatan operasi SAR kini ditambah untuk memperluas jangkauan pencarian.

Selain pencarian melalui jalur laut dan udara, pemerintah juga menyiapkan operasi bawah laut atau underwater untuk menjangkau area yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jumlah personel yang terlibat dalam pencarian saat ini telah mencapai lebih dari 600 orang.

Penambahan personel tersebut diharapkan membuat proses pencarian berlangsung lebih maksimal dan meningkatkan peluang menemukan penumpang yang masih belum ditemukan.

“Bahwa hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR dari beberapa pihak, sehingga diharapkan operasi yang dilakukan akan semakin lebih baik dan lebih besar lagi untuk kita berupaya semaksimal mungkin agar dapat bisa menemukan saudara-saudara kita yang mengalami kecelakaan di kapal Virgo Transport 8,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9).

Dudy juga menyampaikan bahwa KMP Virgo Transport 8 tidak berlayar dalam kondisi kelebihan muatan.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, kapasitas kapal bahkan belum terisi secara penuh saat kapal Virgo Transport 8 berlayar.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu dini mengenai penyebab kecelakaan.

Penjelasan mengenai faktor yang menyebabkan insiden tersebut masih menunggu proses investigasi yang dilakukan secara menyeluruh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal Virgo Transport 8,” ucapnya.

Armada Udara dan Laut Ditambah

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii menjelaskan bahwa penguatan operasi dilakukan dengan menambah armada pencarian.

Tambahan kekuatan tersebut berasal dari sejumlah lembaga yang ikut mendukung penanganan kecelakaan dan pencarian korban.

Untuk operasi melalui udara, sebanyak lima pesawat tambahan dikerahkan.

Armada tersebut berasal dari Basarnas, Polri, TNI AL, dan BNPB.

Penambahan pesawat diharapkan membantu tim melakukan pemantauan wilayah pencarian dari udara secara lebih luas.

Baca Juga  LNG Abadi Masela: Pilar Baru Kedaulatan Energi Nasional dari Timur Indonesia

Sementara dari unsur laut, pemerintah mengoperasikan 17 kapal untuk mendukung pencarian.

Armada tersebut akan digunakan bersama personel yang telah dikerahkan untuk menyisir area yang menjadi fokus operasi SAR.

Selain pencarian dari udara dan permukaan laut, tim penyelamat juga mulai mempersiapkan operasi bawah laut.

Basarnas akan melibatkan personel khusus, termasuk Basarnas Special Group, untuk mendukung kegiatan tersebut.

Unsur penyelam dari Kopaska TNI AL serta tim penyelam lainnya juga disiapkan agar pemeriksaan di bawah permukaan dapat dilakukan secara optimal.

“Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal. Jadi beberapa personel yang akan kita terjunkan mulai dari Basarnas itu sendiri, Basarnas Special Group, kemudian kita mengerahkan dari Kopaska, TNI AL, dan juga teman-teman tim penyelam yang akan kita siapkan,” kata Syafii.

Operasi pencarian tersebut menjadi bagian dari respons terpadu pemerintah setelah kecelakaan terjadi.

Setiap unsur memiliki peran sesuai kemampuan dan peralatan yang dimiliki, mulai dari pemantauan wilayah, penyisiran menggunakan kapal, pencarian melalui udara, hingga penyelaman.

Koordinasi antarpersonel menjadi penting karena pencarian dilakukan di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.

Pemerintah berharap penguatan sumber daya ini dapat mempercepat proses pencarian sekaligus membantu memberikan kepastian bagi keluarga penumpang yang masih menunggu kabar.

Syafii menegaskan seluruh tahapan pencarian tetap harus memperhatikan faktor keselamatan.

Kondisi lapangan, terutama cuaca dan situasi perairan, menjadi pertimbangan sebelum personel menjalankan operasi bawah laut.

Menurutnya, keselamatan tim penyelamat tidak dapat dipisahkan dari upaya pencarian korban.

Karena itu, pelaksanaan penyelaman akan disesuaikan dengan kondisi yang memungkinkan agar operasi dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan prosedur keselamatan.

“Tentunya operasi ini bisa kita laksanakan dengan atas dasar safety, artinya mudah-mudahan cuaca bagus, sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi underwater,” tutupnya.

Selama operasi berlangsung, perkembangan kondisi di lapangan akan terus menjadi bahan evaluasi bagi tim gabungan.

Penyesuaian strategi dapat dilakukan apabila kondisi cuaca atau situasi perairan berubah.

Pemerintah bersama Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan unsur terkait lainnya masih melanjutkan operasi pencarian.

Dengan tambahan personel, pesawat, kapal, serta dukungan tim penyelam, pencarian diharapkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan memberikan hasil maksimal bagi penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini