BANDUNG, Kalibrasinews.com – Kontingen Sumatera Barat mencatat prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gimnastik 2026 yang berlangsung di GOR Gymnasium Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, pada 1–6 Mei 2026.
Kabid Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga merilis bahwa kontingen asal Ranah Minang kali ini sukses mengoleksi total 11 medali, terdiri dari 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Perolehan medali tersebut disumbangkan oleh atlet senior dan junior yang tampil konsisten di berbagai nomor.
Capaian ini semakin menegaskan bahwa cabang olahraga Gimnastik Sumbar mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan di level nasional.
Konsistensi para atlet dalam menjaga performa di berbagai nomor menjadi indikator bahwa pola latihan yang diterapkan sudah berada di jalur yang tepat.
Tidak hanya mengandalkan bakat, pembinaan berbasis disiplin dan evaluasi rutin turut menjadi kunci keberhasilan mereka.
Pada kategori senior, Gilang Ramadhan menjadi penyumbang medali terbanyak dengan raihan dua emas dari nomor palang sejajar dan palang tunggal, serta dua perunggu dari rings dan all around.
Sementara itu, Irfan Gussalim turut memperkuat sektor senior dengan meraih satu medali perak dari nomor palang tunggal dan satu perunggu dari palang sejajar.
Dari kelompok junior, Muhammad Abdul Malik tampil impresif dengan menyabet dua medali emas dari nomor palang sejajar.
Adapun Raziq Hidayatullah menyumbangkan dua medali perak dari nomor lantai dan palang tunggal, serta satu perunggu dari nomor all around.
Keberhasilan atlet muda dalam ajang Gimnastik nasional ini menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga di Sumatera Barat.
Regenerasi atlet berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara kelompok senior dan junior.
Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan prestasi dalam jangka panjang, terutama menghadapi kompetisi yang semakin ketat di tingkat nasional.
Pelatih tim, Sustrisno, mengapresiasi kerja keras atlet yang dinilainya mampu menunjukkan perkembangan signifikan di level nasional.
“Hasil ini merupakan buah dari latihan yang konsisten dan pembinaan berjenjang. Anak-anak tampil percaya diri dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem pembinaan yang berjalan di Sumatera Barat.
Sejumlah atlet yang meraih medali merupakan binaan UPTD KBOR/PPLP Sumbar, yakni Gilang Ramadhan, Muhammad Abdul Malik, dan Irfan Gussalim.
Sistem pembinaan Gimnastik daerah yang terstruktur mulai dari tingkat pelajar hingga elite terbukti mampu melahirkan atlet berprestasi.
Dukungan fasilitas latihan, pelatih berpengalaman, serta program kompetisi yang berjenjang menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet yang siap bersaing di panggung nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Raziq Hidayatullah merupakan atlet binaan CYAT dan juga pernah ditempa di UPTD KBOR Sumbar.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih saat ini harus menjadi pijakan untuk target yang lebih besar ke depan.
“Prestasi ini harus terus kita tingkatkan secara bertahap. Target kita tidak berhenti di sini, tetapi mencapai puncaknya dengan meraih medali emas pada PON 2028 di NTT–NTB. Dengan pembinaan yang konsisten, saya optimistis atlet Sumbar mampu mewujudkannya,” ujar Hamdanus.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur, juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian para atlet.
Ia menilai hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Sumbar mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Selain itu, keberhasilan ini juga memperkuat posisi Gimnastik Sumbar sebagai salah satu cabang olahraga yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan nasional.
Dengan tren positif yang terus meningkat, peluang untuk menambah perolehan medali di ajang-ajang berikutnya semakin terbuka lebar, termasuk pada event multi-event tingkat nasional.
“Prestasi ini tentu membanggakan bagi Sumatera Barat. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan semua pihak. Kami di Dispora akan terus berkomitmen memperkuat pembinaan agar prestasi seperti ini bisa terus berlanjut dan meningkat,” kata Mahdianur.
Pada ajang tersebut, Sumbar juga menempatkan perwakilan sebagai juri, yakni Tomy Rhomin Dharu, S.Pd, yang bertugas dalam Kejurnas Gimnastik yang digelar Federasi Gimnastik Indonesia (FGI).
Keterlibatan tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga dalam unsur perangkat pertandingan menunjukkan bahwa ekosistem Gimnastik Indonesia semakin berkembang dan profesional.
Dengan dukungan semua pihak, Sumatera Barat diharapkan mampu terus menjaga momentum ini dan menjadikannya sebagai pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Sumatera Barat dalam menghadapi agenda olahraga nasional berikutnya, sekaligus mempertegas posisi daerah tersebut sebagai salah satu kekuatan baru di cabang olahraga gimnastik nasional.
(Emil/Kalibrasinews.com)



