PADANG, KalibrasiNews.com – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov XVI) Sumatera Barat 2026 memasuki tahapan penting.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVI Editiawarman menilai rapat Chief de Mission (CdM) menjadi forum strategis untuk menyatukan pemahaman seluruh daerah sekaligus memastikan kebutuhan penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang.
Pernyataan tersebut disampaikan Editiawarman saat memimpin Rapat Chief de Mission I di Basko Hotel, Padang, Sabtu (12/9/2026).
Pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Ketua KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Menurut Editiawarman, rapat CdM tidak sekadar menjadi forum koordinasi antardaerah.
Pertemuan tersebut juga digunakan untuk mengecek berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pertandingan, mulai dari kebutuhan teknis, akomodasi kontingen, transportasi hingga kesiapan venue.
“Rapat CdM ini adalah forum strategis. Dari sini kita pastikan teknis pertandingan, akomodasi, transportasi, hingga kesiapan venue sudah benar-benar siap menyambut Porprov XVI,” kata Editiawarman.
Dalam rapat tersebut, PB Porprov merumuskan sejumlah poin yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh kontingen kabupaten dan kota.
Lima hal utama menjadi perhatian, yakni:
- Validasi Data Kontingen
- Kesiapan Venue dan Cabang Olahraga
- Akomodasi serta Transportasi
- Regulasi Pertandingan
- Koordinasi Pengamanan serta Layanan Kesehatan.
Lima Fokus Persiapan Porprov
Pada aspek administrasi, PB Porprov meminta seluruh KONI kabupaten dan kota segera melakukan validasi data atlet, pelatih dan ofisial.
Pendataan dilakukan melalui sistem daring yang telah disiapkan. Data tersebut perlu segera difinalkan agar tidak menimbulkan persoalan ketika proses administrasi kontingen memasuki tahap berikutnya.
Kesiapan venue juga menjadi perhatian utama.
Setiap lokasi pertandingan ditargetkan telah siap sepenuhnya sebelum Porprov XVI dimulai pada Oktober 2026.
Koordinasi antara PB Porprov dengan daerah yang menjadi tuan rumah cabang olahraga terus dilakukan untuk memastikan fasilitas pertandingan memenuhi kebutuhan masing-masing cabang.
Selain tempat pertandingan, kebutuhan dasar kontingen juga mendapat perhatian.
PB Porprov meminta daerah memastikan akomodasi, konsumsi dan transportasi atlet maupun ofisial telah dipetakan.
Skema penjemputan, lokasi penginapan serta distribusi konsumsi disusun berdasarkan klaster wilayah agar mobilitas kontingen dapat berlangsung lebih teratur selama pertandingan.
Dari sisi teknis pertandingan, Editiawarman menegaskan setiap cabang olahraga harus menjalankan ketentuan yang berlaku.
Regulasi pertandingan menjadi acuan agar pelaksanaan kompetisi memiliki standar yang sama dan tidak menimbulkan persoalan antarkontingen.
“Teknis pelaksanaan setiap cabor harus mengacu pada regulasi PB PON dan KONI Pusat. Penunjukan wasit dan juri akan dilakukan transparan dan profesional,” ucapnya.
Aspek keamanan dan kesehatan juga menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari persiapan Porprov XVI.
PB Porprov telah membangun koordinasi dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan serta rumah sakit rujukan.
Tim medis dan ambulans akan disiagakan di setiap venue selama rangkaian pertandingan berlangsung untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan kesehatan atlet maupun pihak lain yang terlibat.
Editiawarman selanjutnya meminta seluruh CdM kabupaten dan kota menjalankan peran sebagai penghubung antara PB Porprov dengan kontingen masing-masing daerah.
Menurutnya, komunikasi yang lancar akan membantu setiap persoalan di lapangan segera diketahui dan dicarikan penyelesaiannya.
Peran CdM dinilai semakin penting karena pelaksanaan Porprov melibatkan banyak cabang olahraga, kontingen dan lokasi pertandingan.
Setiap daerah memiliki kebutuhan serta persoalan yang berbeda sehingga jalur komunikasi yang jelas diperlukan agar keputusan teknis dapat disampaikan secara cepat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, KONI Sumbar dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung persiapan Porprov sejak jauh hari.
Dukungan lintas lembaga tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Editiawarman berharap Porprov XVI tidak hanya menjadi pesta olahraga yang berlangsung meriah, tetapi juga mampu menghadirkan kompetisi yang tertib dan sportif.
Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi atlet daerah untuk meningkatkan kemampuan sebelum bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
“Kita ingin Porprov XVI ini tidak hanya meriah, tapi juga tertib, sportif dan melahirkan atlet-atlet yang bisa nantinya berprestasi di tingkat nasional. Karena itu peran CdM sangat vital, agar pelaksanaan Porprov tidak asal asalan,” pungkasnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, koordinasi melalui rapat CdM menjadi bagian penting dari fase akhir persiapan.
Seluruh unsur penyelenggara dan kontingen kini dituntut memastikan berbagai kebutuhan teknis maupun administrasi telah diselesaikan sebelum pertandingan dimulai. (*)



