PADANG, KalibrasiNews.com — Pemerintah Kota Padang bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang terus memperkuat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.
Selain memastikan kesiapan pertandingan, perhatian juga diarahkan pada tata kelola anggaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Dalam persiapan tersebut, Pemerintah Kota Padang dan KONI Kota Padang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Penggunaan Dana Hibah APBD Tahun Anggaran 2026 di The Axana Hotel, Jalan Bundo Kanduang, Kota Padang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan 20 cabang olahraga (cabor) yang menjadi tuan rumah pertandingan Porprov Sumatera Barat 2026 di Kota Padang.
Bimtek tersebut menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman mengenai penggunaan dana hibah, termasuk mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran.
Pemerintah Kota Padang dan KONI menilai pemahaman yang sama diperlukan agar dana yang digunakan untuk mendukung kegiatan olahraga tetap tertib, transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Eka Putra Buhari, saat membuka kegiatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan Porprov Sumatera Barat 2026.
Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar memahami aturan sejak awal sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam penggunaan maupun pelaporan anggaran.
“Pengelolaan seluruh anggaran kegiatan harus berjalan secara akuntabel, transparan, dan tertib administrasi. Dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan, seluruh panitia harus senantiasa memberikan pola pikir yang solutif dan fleksibel tanpa melanggar rambu-rambu dan regulasi yang ada,” ujar Eka dalam sambutannya.
Dana Hibah Jadi Perhatian Jelang Porprov
Menurut Eka, tertib administrasi merupakan bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan Porprov.
Keberhasilan ajang olahraga tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan, tetapi juga bagaimana seluruh dukungan anggaran dikelola dan dipertanggungjawabkan secara benar.
Ia juga menilai Porprov memiliki arti penting dalam pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta menjaga koordinasi dan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
“Kita ingin pelaksanaan ini menjadi upaya strategis dalam pembinaan generasi muda, meningkatkan prestasi di bidang olahraga, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi,” katanya.
Eka meminta Dispora, KONI, panitia pelaksana, perangkat daerah, serta pihak terkait lainnya memperkuat soliditas.
Setiap pekerjaan juga diharapkan diselesaikan sesuai jadwal agar tidak mengganggu tahapan persiapan yang telah disusun.
“Jangan sampai ada pekerjaan yang ditunda dari waktu yang telah ditetapkan bersama. Soliditas antara Dispora, KONI dan seluruh pihak terkait adalah fondasi utama untuk kelancaran dan kesuksesan Porprov 2026,” tegasnya.
Selain administrasi, kesiapan atlet dan sarana pertandingan turut menjadi perhatian.
Eka meminta kebutuhan atlet dipenuhi secara maksimal agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum bertanding.
“Kekuatan utama kita terletak pada pembinaan atlet. Perhatian penuh wajib diberikan kepada seluruh pahlawan olahraga kita. Pastikan kebutuhan mereka terpenuhi secara maksimal agar siap bertanding dengan kebanggaan dan mentalitas juara,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, Porprov Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober 2026.
Eka berharap seluruh peserta Bimtek memahami mekanisme pelaporan sehingga pertanggungjawaban anggaran dapat diselesaikan setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Semoga pelaksanaan Bimtek ini berjalan dengan baik dan seluruh peserta dapat memahami tata cara pelaporan pertanggungjawaban setelah pelaksanaan Porprov selesai,” tuturnya.
KONI Padang Pastikan Persiapan Terus Berjalan
Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, mengatakan Bimtek merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh pengurus cabor memahami penggunaan dana hibah sebelum menjalankan program masing-masing.
“Biasanya sebelum menggunakan dana hibah, tentu harus ada pemahaman terlebih dahulu. Karena itu, hari ini kami melaksanakan Bimtek penggunaan dana hibah bagi cabor-cabor,” ujar Erianto.
Ia menjelaskan dana hibah harus digunakan berdasarkan peruntukan dan aturan yang berlaku.
Pengurus cabor juga perlu memahami ketentuan hukum serta mekanisme penyusunan laporan agar penggunaan anggaran tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun hukum.
“Yang paling penting adalah bagaimana dana hibah ini digunakan sesuai dengan aturan. Pengurus cabor harus memahami ketentuan penggunaannya dan bagaimana pertanggungjawabannya,” katanya.
Erianto memastikan KONI Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang tetap mempersiapkan pelaksanaan Porprov, termasuk kebutuhan cabor yang akan menjadi tuan rumah pertandingan.
“Kami dari KONI Kota Padang bersama pemerintah, khususnya dalam bidang olahraga dan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, tetap siap melaksanakan Porprov 2026,” tegasnya.
Ia juga menegaskan persiapan tetap berjalan di tengah berbagai informasi dan dinamika mengenai pelaksanaan Porprov yang berkembang.
“Walaupun banyak informasi yang berkembang saat sekarang ini, kami tetap melaksanakan persiapan. Komitmen kami, Porprov tetap dilaksanakan pada 2 Oktober 2026,” ujar Erianto.
Menurutnya, pembahasan dukungan anggaran juga telah dilakukan bersama Pemerintah Kota Padang dan DPRD Kota Padang.
Hal tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap berbagai program persiapan yang dijalankan KONI dan cabor.
Erianto meminta seluruh pengurus cabor mengikuti Bimtek secara serius dan menerapkan pemahaman tersebut dalam pengelolaan dana.
Anggaran yang digunakan untuk pembinaan atlet maupun kebutuhan pertandingan harus memiliki dasar yang jelas serta dilengkapi dokumen pertanggungjawaban.
“Kami berharap melalui Bimtek ini para pengurus cabor mendapatkan pemahaman yang lengkap, baik mengenai penggunaan dana hibah maupun pertanggungjawabannya. Jangan sampai ada kesalahan dalam pelaksanaannya,” tuturnya.
KONI Kota Padang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh cabor hingga pelaksanaan Porprov.
Kerja sama dalam aspek penyelenggaraan, pembinaan atlet, kesiapan venue, serta tata kelola anggaran diharapkan dapat mendukung kelancaran Porprov Sumatera Barat 2026 di Kota Padang.
“Ini yang bisa kami sampaikan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan dengan baik dan Porprov Sumatera Barat 2026 di Kota Padang dapat terlaksana dengan sukses,” pungkas Erianto.
(rel/KalibrasiNews.com)



