PADANG, KalibrasiNews.com – Personel Satuan Samapta Polres Padang Panjang mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Mushala Nurul Iman, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel yang tidak hanya menekankan kesiapan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga pembentukan sikap melalui penguatan nilai keagamaan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 04.50 WIB. Sejumlah personel Sat Samapta hadir bersama pengurus dan jemaah Mushala Nurul Iman untuk melaksanakan salat Subuh secara berjamaah.
Setelah ibadah selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk penguatan nilai spiritual serta kebersamaan antara anggota kepolisian dan warga di lingkungan mushala.
Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan keagamaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Interaksi yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan diharapkan dapat menciptakan hubungan yang semakin terbuka antara polisi dengan warga.
Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat
Kasat Samapta Polres Padang Panjang Iptu Nurjasman mengatakan Gerakan Subuh Berjamaah memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan ibadah rutin.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi personel untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
“Gerakan Subuh Berjamaah menjadi momentum bagi personel untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Dengan landasan spiritual yang kuat, diharapkan personel semakin amanah, humanis dan profesional dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat,” ujar Iptu Nurjasman.
Menurutnya, penguatan aspek spiritual penting untuk mendukung pelaksanaan tugas anggota kepolisian.
Personel yang memiliki landasan keimanan diharapkan mampu menjaga sikap ketika berhadapan dengan masyarakat, termasuk saat memberikan pelayanan maupun menjalankan tugas di lapangan.
Nilai tersebut juga diharapkan dapat mendorong anggota untuk menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran dan menjunjung etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kegiatan GSB berlangsung dalam keadaan tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian selesai.
Selain menjalankan ibadah bersama, kehadiran personel Sat Samapta di tengah jemaah juga menjadi bentuk pendekatan kepolisian yang mengedepankan hubungan sosial dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Padang Panjang terus berupaya menanamkan keseimbangan antara profesionalisme dan pembinaan mental spiritual bagi personel.
Pendekatan itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi turut tercermin dalam sikap anggota ketika memberikan pelayanan, perlindungan, serta menjaga keamanan masyarakat.
Gerakan Subuh Berjamaah sekaligus menjadi ruang bagi personel untuk mempererat kebersamaan dengan warga.
Dengan komunikasi yang terbangun melalui kegiatan bersama, kepolisian memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami kondisi lingkungan dan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Bagi Polres Padang Panjang, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bagian dari upaya membentuk personel yang tidak hanya siap menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.
Dengan demikian, kehadiran polisi diharapkan dapat dirasakan bukan hanya ketika terjadi persoalan keamanan, melainkan juga dalam kegiatan kemasyarakatan yang memperkuat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama personel Sat Samapta, pengurus, dan jemaah Mushala Nurul Iman.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya kegiatan sekaligus memperkuat pesan bahwa kedekatan antara kepolisian dan masyarakat dapat dibangun melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan warga.
Kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat juga dapat menjadi sarana memperkenalkan pendekatan pelayanan kepolisian yang lebih humanis.
Dalam situasi tersebut, anggota tidak hanya hadir sebagai petugas yang menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang berinteraksi langsung dengan warga.
Pola pendekatan seperti ini dapat membantu membangun rasa saling percaya, terutama melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.
Bagi personel Sat Samapta, kegiatan bersama masyarakat juga dapat menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas kepolisian memiliki dimensi pelayanan yang luas.
Tugas menjaga keamanan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membangun hubungan yang baik, menghargai masyarakat, serta memahami kebutuhan warga di lingkungan tempat anggota bertugas.
Karena itu, pembinaan internal melalui kegiatan spiritual dapat menjadi salah satu pendukung dalam membentuk karakter personel.
(rel/KalibrasiNews.com)



