PADANG, KalibrasiNews.com – Universitas Andalas atau Unand menerbitkan 70 judul buku karya para dosen dalam rangka Lustrum atau Ulang Tahun ke-70.
Ketua Penerbit Buku Dr M Yunis S.S, M.Hum, mengatakan dalam rangka Lustrum ke-70 jadi momentum bagi dosen Unand untuk menulis buku.
“Dalam rangka lustrum Unand ke 70, mari kita bersama sama membangkitkan kembali jiwa dan semangat terpendam untuk menulis 70 judul Buku maha karya Dosen Universitas Andalas, ” ujar Yunis kepada KalibrasiNews.com di Kampus Unand Limau Manis Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (10/2/2026).
Inisiatif penerbitan 70 judul buku ini juga dipandang sebagai langkah strategis Universitas Andalas dalam memperkuat budaya literasi akademik yang berkelanjutan, sejalan dengan momentum Lustrum pengembangan institusi.
Melalui karya buku pada periode Lustrum ini, para dosen tidak hanya menuangkan hasil riset dan pemikiran ilmiah, tetapi juga memperluas dampak keilmuan agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Buku menjadi medium penting dalam rangkaian Lustrum akademik untuk menjembatani dunia perguruan tinggi dengan kebutuhan publik, sekaligus mempertegas peran universitas sebagai pusat produksi pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pihaknya menerima naskah dari para dosen/civitas akademika Unand menyusul pengumuman jadwal yang tertera dalam flayer yang telah dipostingkan secara online.
Silakan daftar di https://linktr.ee/70tahununand “Sebagai catatan penting, atas naskah layak maka bakal gratis cetak buku serta dapat jatah buku hingga menerima insentif, ” ujar dosen Fakultas Ilmu Budaya atau FIB Unand.
Selain itu menurutnya, dalam refleksi Lustrum pendidikan tinggi, menulis di jurnal kadangkala berbayar untuk bisa terbit atau publikasi. “Padahal karya dosen lewat buku dapat melihat pemikiran dan kecerdasan penulis, dalam hal ini para dosen yang notabene kerap disibukkan menulis di jurnal,” ujar Yunis.
Sejauh ini lanjutnya, secara teknis menulis di jurnal ilmiah telah tersedia bagan dengan fasilitas template. “Apabila menulis buku justru ruang berpikir dan proses kreatif lebih terbuka dan merdeka,” jelas Yunis.
Program penulisan buku dosen ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas akademik sekaligus reputasi institusi di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam capaian satu Lustrum ke depan.
Publikasi dalam bentuk buku pada momentum Lustrum dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkaya referensi ilmiah lintas disiplin, serta memperkuat kontribusi dosen Unand dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain itu, buku karya dosen juga berpotensi menjadi rujukan utama dalam proses pembelajaran, penelitian lanjutan, hingga penyusunan kebijakan berbasis kajian akademik.

Universitas Andalas
Target Unand Kampus Level Dunia
Sejalan dengan visi menuju universitas berkelas dunia, Unand terus mendorong penguatan ekosistem akademik yang produktif, inklusif, dan berorientasi global.
Penulisan buku dosen menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas luaran akademik, di samping publikasi jurnal internasional, kolaborasi riset lintas negara, serta penguatan inovasi berbasis riset.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Unand dalam membangun reputasi sebagai perguruan tinggi riset yang adaptif terhadap dinamika global.
Terpisah Rektor Unand, Efa Yonnedi kampus yang dipimpinnya saat ini, memiliki sebanyak 15 fakultas, 154 program studi, dan 1 program pascasarjana. Mahasiswa sebanyak 36.000, kemudian dosen 1.555, tendik 1.342, dan alumni sebanyak 160.291 orang.
Sejauh ini ungkapnya sejak PTNBH disahkan pada 2021, Unand memiliki 25 prodi baru yang didirikan hingga usia Unand yang memasuki 70 tahun di 13 September 2026 ini, imbuh Rektor Efa bahwa Unand bersiap untuk menuju Universitas Berkelas Dunia.
Guna mewujudkan harapan tersebut, maka segala upaya ke arah sana terus lakukan. Utamanya, membangun atmosfer internasional, sudah 27 program studi yang terakreditasi internasional. Kemudian membangun kerjasama dengan kampus-kampus ternama di luar negeri.
Secara institusi Unand terakreditasi A, masuk klaster Mandiri dan menempati posisi 10 terbaik nasional berdasarkan data SINTA Kemristek 2026.
Unand terus menunjukkan peningkatan peringkat di Asia, terutama dalam aspek riset dan kolaborasi internasional, seperti yang terlihat pada pemeringkatan THE ISR dan QS Asia, menjadikannya salah satu universitas unggulan di Indonesia dengan reputasi global yang meningkat.
Sedangkan, pada pemeringkatan di Asia, Unand berada pada posisi 396 di Asia, dan di ASEAN (Asia Tenggara) di posisi 77.
Secara global, Unand berada di peringkat #1401+ (QS World University Rankings 2026) dan peringkat 8 nasional (Times Higher Education 2025), dengan keunggulan riset yang diakui secara internasional.
Dengan usia yang memasuki tujuh dekade, Universitas Andalas menempatkan penguatan kapasitas dosen sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.
Penerbitan buku karya dosen tidak hanya menjadi simbol perayaan lustrum, tetapi juga representasi komitmen Unand dalam mencetak pemikir, peneliti, dan pendidik yang berdaya saing global.
Melalui karya-karya tersebut, Unand berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan masyarakat luas.
(/KalibrasiNews.com)




Good job