PADANG, KalibrasiNews.com – Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR menerima kunjungan silaturahmi Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Aipda Dian Wihendro Ratno, di ruang kerjanya di Mapolda Sumbar, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikembangkan oleh personel kepolisian.
Produk yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut yakni Keripik Pisang Dian Pitok.
Usaha tersebut memanfaatkan bahan baku pisang lokal yang berasal dari Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai.
Pemanfaatan komoditas daerah ini menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena produk olahan tidak hanya bernilai sebagai makanan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi hasil pertanian dari daerah kepulauan.
Dalam ruang silaturahmi tersebut, Wakapolda Sumbar menyampaikan dukungan terhadap pengembangan usaha Keripik Pisang Dian Pitok.
Dukungan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas personel dalam memanfaatkan potensi bahan baku lokal sekaligus mengembangkan kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Wakapolda Sumbar menilai pengembangan UMKM berbasis potensi daerah dapat menjadi salah satu langkah positif dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Aipda Dian Wihendro Ratno mengatakan dukungan dari pimpinan Polda Sumbar menjadi dorongan bagi pengembangan usaha yang dijalankannya.
Menurutnya, perhatian tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan berdampingan dengan pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.
“Wakapolda Sumbar memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha Keripik Pisang Dian Pitok. Langkah ini menjadi momentum positif dalam memajukan UMKM Kota Padang sekaligus mengangkat potensi komoditas pisang dari Kepulauan Mentawai,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Aipda Dian Wihendro Ratno, Selasa (15/9/2026).
Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus memperbaiki kualitas usaha.
Peningkatan mutu produk, pengemasan yang menarik serta perluasan pemasaran menjadi bagian penting agar produk lokal memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Keripik Pisang Dian Pitok juga menunjukkan bagaimana bahan baku yang tersedia di daerah dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah.
Pisang dari Pulau Sikakap tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas segar, tetapi diolah menjadi makanan ringan yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk UMKM.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Pengembangan usaha olahan pangan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi personel kepolisian dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Peran Bhabinkamtibmas yang selama ini dekat dengan warga tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat mendukung berbagai kegiatan positif yang tumbuh di lingkungan masyarakat.
Keterlibatan personel dalam kegiatan usaha dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi membutuhkan dukungan dari berbagai unsur.
Ketika produk lokal mendapatkan ruang untuk diperkenalkan, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang ada di daerahnya.
Bagi Kota Padang, keberadaan UMKM berbasis produk daerah dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Produk makanan olahan yang menggunakan bahan baku dari Kepulauan Mentawai juga memiliki nilai tersendiri karena menghubungkan potensi daerah penghasil dengan pasar di wilayah perkotaan.
Dukungan pimpinan Polda Sumbar diharapkan dapat memotivasi para pelaku UMKM lokal untuk menjaga kualitas sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Perhatian dari Polda Sumbar terhadap usaha yang dikembangkan personel tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di lingkungan masyarakat.
Pengembangan pasar menjadi penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal di lingkungan terbatas, tetapi memiliki peluang dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, usaha tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara personel kepolisian dan masyarakat.
Pendampingan terhadap kegiatan yang memiliki manfaat ekonomi menunjukkan adanya ruang interaksi yang lebih luas antara Bhabinkamtibmas dengan warga, khususnya dalam mendukung aktivitas produktif di lingkungan setempat.
Upaya memperkenalkan produk olahan Mentawai melalui Keripik Pisang Dian Pitok menjadi contoh pemanfaatan potensi lokal untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Bahan baku yang berasal dari Pulau Sikakap dapat diolah dan dipasarkan sehingga potensi komoditas daerah memiliki kesempatan untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Ke depan, peningkatan kualitas produk dan pemasaran menjadi hal yang perlu diperhatikan agar usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan produk, memperluas pasar serta tetap mempertahankan penggunaan bahan baku lokal sebagai salah satu keunggulan usahanya.
(rel/KalibrasiNews)



