PADANG PANJANG, KalibrasiNews.com – Satuan Pembinaan Masyarakat atau Sat Binmas Polres Padang Panjang memberikan materi tentang bahaya NAPZA dan fenomena sosial perilaku remaja kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan kali ini dihadiri serta dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Padang Panjang, serta perangkat OSIS dan para siswa dan siswi peserta MPLS di sekolah tersebut.
Dalam siaran pers Humas Polres Padang Panjang yang diterima Redaksi KalibrasiNews.com, Kamis (16/7/2026) menyebutkan penyampaian materi, personel Sat Binmas memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, dampak buruk yang ditimbulkan terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
Selain itu, para peserta juga dibekali wawasan mengenai berbagai fenomena sosial yang kerap dihadapi remaja, seperti perundungan (bullying), kenakalan remaja, pergaulan bebas, serta pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial.
Petugas Sat Binmas Polres Padang Panjang juga mengajak para siswa untuk lebih berani membangun budaya saling mengingatkan di lingkungan sekolah apabila menemukan tindakan yang mengarah pada penyalahgunaan NAPZA maupun perundungan.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah.
Para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menciptakan suasana belajar yang aman, sehat, dan saling menghargai.
Dengan adanya kepedulian yang dihadirkan Polres Padang Panjang ini, potensi munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja dapat ditekan sejak dini.
Edukasi semacam ini juga menjadi bekal penting bagi peserta MPLS dalam menghadapi tantangan pergaulan di luar lingkungan sekolah.
Harapannya, para siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kasat Binmas Polres Padang Panjang AKP Fitrianto, S.H., M.H. menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan langkah preventif Polri untuk membangun kesadaran hukum dan membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Masa MPLS merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, kepatuhan terhadap hukum, serta memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA dan berbagai fenomena sosial yang dapat merusak masa depan mereka. Kami berharap para siswa mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba serta segala bentuk perilaku menyimpang,” ujar AKP Fitrianto.
Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Padang Panjang mengajak seluruh peserta MPLS untuk menjadi pelajar yang disiplin, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, serta mampu menyaring pengaruh negatif di lingkungan pergaulan dengan mengedepankan nilai-nilai moral, etika, dan kepatuhan terhadap hukum.
Para peserta juga didorong untuk tidak ragu berkonsultasi dengan guru, orang tua, maupun pihak kepolisian apabila menghadapi persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan perkembangan diri mereka.
Menurut petugas, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Selain itu, sikap saling peduli antarsiswa juga dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan lancar, penuh antusias dari para peserta, serta dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Diharapkan melalui kegiatan ini terjalin sinergi yang semakin erat antara Polri dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA maupun perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Ke depan, Sat Binmas Polres Padang Panjang berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan penyuluhan ke berbagai sekolah di wilayah hukumnya sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar terhadap pentingnya menjaga disiplin, mematuhi aturan, serta menjauhi berbagai bentuk perilaku yang melanggar hukum.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat, lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif diyakini dapat terus terwujud.
Upaya preventif ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang positif serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Kehadiran Polri di lingkungan sekolah pun diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban sejak usia dini.
(rel/kalibrasinews.com)



