BUKITTINGGI, KalibrasiNews.com – Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengingatkan insan pers yang bertugas di Kota Bukittinggi agar tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga mengambil peran dalam mengawal pembangunan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain menyampaikan pentingnya kontribusi pers terhadap pembangunan daerah, Ramlan juga meminta wartawan tidak melupakan perjalanan sejarah Kota Bukittinggi.
Menurutnya, kota yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Sumatera Barat tersebut memiliki jejak penting dalam perjalanan perjuangan bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Ramlan saat bersilaturahmi dengan Pengurus PWI Sumatera Barat dan Pengurus PWI Bukittinggi yang baru dilantik beberapa jam sebelumnya.
Pertemuan berlangsung di Bukittinggi, Jumat (11/9/2026) malam.
“Tidak hanya sekadar memberitakan, tetapi turut berkontribusi mengawal pembangunan kota dan meningkatkan kesadaran warganya menuju ke arah yang lebih baik,” kata Wali Kota atau Wako Ramlan Nurmatias.
Dalam pertemuan tersebut, Ramlan menerima Ketua PWI Sumbar Widya Navies yang didampingi Sekretaris Firdaus Abie serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Romi Delfiano.
Hadir pula Ketua IKWI Sumbar Erlina Rivai bersama sejumlah pengurus IKWI Sumbar.
Dari jajaran PWI Bukittinggi, hadir Ketua PWI Bukittinggi Asrial Gindo beserta pengurus.
Sementara dari Pemerintah Kota Bukittinggi turut mendampingi Sekretaris Daerah Rismal Hadi, Kepala Dinas Kominfo Asrar Fernando dan Direktur Utama PDAM Bukittinggi Alfitra, SE.
Menurut Ramlan, potensi Bukittinggi tidak hanya terletak pada sektor pariwisata, kuliner dan keindahan alam.
Di balik perkembangan kota tersebut, terdapat nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.
“Kota kecil ini bernilai besar dalam sejarah perjuangan bangsa, dari Bukittinggi lalu berlanjut ke Halaban dan sekitarnya untuk mempertahankan dan menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada,” kata Ramlan.
Pers Diminta Gali Sejarah Bukittinggi
Ramlan menjelaskan, Bukittinggi memiliki keterkaitan dengan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa.
Salah satunya berkaitan dengan perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi bagian penting dari sejarah mempertahankan eksistensi Indonesia.
Selain itu, ia menyebut sejumlah peristiwa lain juga memiliki kaitan dengan Bukittinggi.
Salah satunya adalah sejarah awal kehadiran Polisi Wanita (Polwan) yang menurutnya bermula dari kota tersebut.
“Lagi pula, relatif banyak peristiwa sejarah ada di Bukittinggi, belum semuanya diketahui atau dipahami secara baik dan benar oleh banyak orang,” kata Ramlan.
Karena itu, ia mendorong wartawan di Bukittinggi untuk lebih aktif menggali berbagai catatan sejarah yang berkaitan dengan kota tersebut.
Informasi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat dinilai perlu ditulis kembali dengan penyajian yang mudah dipahami.
Ramlan secara khusus mengajak anggota PWI yang menjalankan tugas jurnalistik di Bukittinggi untuk mengambil peran dalam mengangkat kembali perjalanan sejarah tersebut.
Pemberitaan mengenai sejarah dinilai bukan sekadar menjadi dokumentasi masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.
Menurutnya, generasi saat ini perlu mengetahui bagaimana Bukittinggi memiliki posisi dalam berbagai fase perjalanan bangsa.
Pengetahuan tersebut juga penting agar generasi mendatang tidak kehilangan hubungan dengan sejarah daerahnya sendiri.
Peran tersebut dapat dilakukan melalui karya jurnalistik yang mengangkat berbagai sisi sejarah, termasuk tokoh, lokasi, peristiwa dan nilai perjuangan yang pernah terjadi di Bukittinggi.
Dengan demikian, media dapat ikut membantu memperkenalkan identitas kota sekaligus memperkaya pengetahuan publik.
Di sisi lain, Ramlan menyampaikan rencana Pemerintah Kota Bukittinggi untuk membantu dan memfasilitasi pembenahan Sekretariat PWI Bukittinggi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi insan pers untuk menjalankan aktivitas organisasi.
Ia berharap keberadaan sekretariat yang lebih representatif dapat mendukung wartawan dalam menjalankan tugas sekaligus mengembangkan kapasitas diri.
Menurutnya, peningkatan kualitas insan pers juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan kota.
Pertemuan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan jajaran PWI tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan organisasi profesi wartawan.
Kolaborasi diharapkan tetap berjalan dengan menjaga fungsi pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
Dengan kekayaan sejarah dan potensi daerah yang dimiliki, Ramlan berharap wartawan dapat mengambil bagian dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat.
Pemberitaan tentang pembangunan dan sejarah Bukittinggi diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga identitas kota wisata sekaligus kota perjuangan tersebut tetap dikenal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.
(rel/KalibrasiNews.com)



