PSEL Jadi Solusi, Pemerintah Targetkan Pengurangan Sampah 33.000 Ton per Hari

JAKARTA, Kalibrasinews.com – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tengah dipercepat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi menyebutkan bahwa PSEL merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah.

Jumlah sampah yang dihasilkan di seluruh Indonesia telah mencapai sekitar 140 ribu ton per hari.

Lonjakan volume sampah harian tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan sampah di Indonesia sudah berada pada tahap yang membutuhkan penanganan serius dan sistematis.

Di banyak daerah, kapasitas tempat pembuangan tidak lagi sebanding dengan laju produksi sampah masyarakat.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan sosial jika tidak segera ditangani dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.

Sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbatas, demikian juga dengan tingkat pengolahan melalui reduce-reuse-recycle (3R).

Keterbatasan sistem 3R selama ini menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah mulai mendorong penggunaan teknologi yang lebih canggih dalam pengolahan sampah.

Meski konsep reduce, reuse, dan recycle tetap penting, implementasinya di lapangan sering kali menghadapi kendala, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat hingga minimnya infrastruktur pendukung.

Oleh karena itu, pendekatan berbasis teknologi seperti PSEL dinilai dapat menjadi solusi pelengkap yang mampu menangani sampah dalam skala besar.

Melalui pemanfaatan teknologi termal, seperti insinerasi, program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik.

Teknologi termal yang digunakan dalam program ini memungkinkan proses pengolahan sampah berlangsung lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

Melalui proses pembakaran terkontrol, volume sampah dapat dikurangi secara drastis, sementara panas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Meski demikian, penerapan teknologi ini tetap harus memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pengendalian emisi agar tidak menimbulkan dampak baru bagi kualitas udara di sekitar lokasi.

Pembangunan PSEL difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. Targetnya pada 2029 dapat mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari.

Target pengurangan sampah dalam jumlah besar tersebut menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem pengelolaan sampah nasional.

Selain berfokus pada pengurangan volume, program ini juga diharapkan mampu menciptakan pola pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Integrasi antara teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci agar target tersebut dapat tercapai sesuai rencana.

“PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48% dari total timbulan sampah nasional,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4).

Dengan berkurangnya timbulan sampah, program ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, risiko berbagai penyakit menurun, khususnya di sekitar TPA.

Selama ini, kawasan di sekitar tempat pemrosesan akhir sering menjadi titik rawan munculnya berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan.

Dengan adanya PSEL, tekanan terhadap TPA diharapkan berkurang, sehingga dampak negatif terhadap masyarakat sekitar dapat diminimalkan.

Hal ini menjadi penting, mengingat kualitas lingkungan yang baik sangat berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon,” ucap Qodari.

Ia menambahkan, PSEL berpotensi menghasilkan tenaga listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk PSEL dengan kapasitas pengolahan sampah 1.000 ton per hari.

“PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Keberadaan PSEL pun dapat turut mendorong transfer teknologi yang diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan sampah,” Qodari menjelaskan.

Selain manfaat ekonomi langsung, pembangunan PSEL juga membuka peluang bagi pengembangan kompetensi tenaga kerja di bidang pengelolaan lingkungan dan energi.

Keterlibatan sumber daya manusia lokal dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola sampah secara modern.

Pemerintah menargetkan untuk membangun PSEL di 30 lokasi/aglomerasi di 61 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi. Sehingga, total kapasitas pengolahan PSEL mencapai 33.000 ton/hari.

Penyebaran pembangunan PSEL di berbagai wilayah menunjukkan bahwa program ini tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga mempertimbangkan kawasan dengan tingkat produksi sampah tinggi.

Pendekatan berbasis wilayah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih merata, sehingga permasalahan sampah tidak lagi menumpuk di satu titik tertentu saja.

Pada tahap pertama, PSEL ditargetkan groundbreaking pada Juni 2026 di lima lokasi. Kelima lokasi tersebut, antara lain:

  • Kota Bekasi
  • Kota Yogyakarta
  • Bogor Raya
  • Denpasar Raya
  • Bandung Raya

Dengan dimulainya tahap pembangunan di sejumlah lokasi strategis, program PSEL menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional.

Ke depan, keberhasilan implementasi program ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini