PADANG, Kalibrasinews.com — Tiga atlet pencak silat asal Sumatera Barat berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang medali pada ajang Belgium Open Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Belgia.
Kejuaraan internasional tersebut digelar pada 24–26 April 2026 di Sporthal Vordenstein, Schoten, dan diikuti oleh sejumlah atlet dari berbagai negara.
Ajang Belgium Open tersebut menjadi salah satu kejuaraan internasional yang memberikan pengalaman berharga bagi para atlet, terutama dalam menghadapi lawan-lawan dengan karakter dan gaya bertanding yang berbeda.
Kompetisi ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuan atlet daerah mampu bersaing di level global.
Dalam ajang tersebut, kontingen Sumatera Barat sukses meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Keberhasilan meraih medali dalam ajang Belgium Open ini menunjukkan bahwa atlet Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
Hasil ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat internasional.
Kabid Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga kepada Kalibrasinews.com menyampaikan bahwa para atlet telah kembali ke Tanah Air dan tiba di Padang pada Kamis (30/4/2026).
Kepulangan para atlet usai mengikuti Belgium Open disambut dengan penuh kebanggaan oleh berbagai pihak.
Momen ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi atlet lain untuk terus berlatih dan meraih prestasi serupa di masa mendatang.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh jajaran KONI Sumbar, aparat kepolisian, serta sejumlah atlet di bandara sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, yang didampingi Kepala Bidang Kerja Sama Organisasi (KSO) Liswendi Kamar, Kabid Humas Hendri Parjiga, serta tim pelatih yang selama ini mendampingi para atlet dalam proses persiapan hingga pertandingan.
Keikutsertaan dalam Belgium Open juga menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang yang dilakukan KONI Sumbar.
Dengan mengirim atlet ke ajang internasional, pengalaman bertanding mereka akan semakin matang dan siap menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Secara rinci, Ramaken Sigit berhasil meraih medali emas di kelas E (65–70 kg) putra.
Sementara itu, Zahra Fadli menyumbangkan medali perak di kelas D (60–65 kg) putri, dan M. Farid meraih medali perunggu di kelas B (50–55 kg) putra.
Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras para atlet dalam menjalani latihan intensif serta dukungan penuh dari pelatih dan organisasi olahraga di daerah.
Persiapan menuju Belgium Open tentunya tidak dilakukan secara instan.
Para atlet telah melalui proses latihan yang intensif dan terprogram, termasuk uji tanding serta peningkatan aspek fisik dan mental untuk menghadapi tekanan kompetisi internasional.
Ketiga atlet tersebut diketahui bertanding atas nama perguruan silat Satria Muda Indonesia (SMI).
Peran perguruan dalam membina atlet menuju ajang seperti Belgium Open sangatlah penting.
Selain memberikan pelatihan teknik, perguruan juga berperan dalam membentuk karakter dan mental bertanding yang kuat bagi para atlet.
Ramaken Sigit sendiri merupakan anggota Direktorat Samapta Polda Sumbar sejak tahun 2025 melalui jalur prestasi.
Sementara itu, M. Farid tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan Manajemen Rekayasa Konstruksi semester enam, dan Zahra Fadli merupakan mahasiswa semester dua di STIKes Indonesia.
Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para atlet yang dinilainya mampu mengharumkan nama daerah sekaligus Indonesia di kancah internasional.
Prestasi yang diraih dalam Belgium Open diharapkan menjadi motivasi bagi atlet lain di Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kemampuan.
Dengan semangat yang sama, diharapkan lebih banyak atlet yang mampu menembus ajang internasional dan meraih prestasi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet di Sumatera Barat berjalan dengan baik. Kami bangga dengan kerja keras para atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses ini,” ujar Septri.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya.
Menurutnya, masih banyak agenda penting yang harus dipersiapkan dengan lebih matang ke depan.
“Ke depan masih ada Porprov, Porwil, Babak Kualifikasi PON, hingga puncaknya PON 2028 di NTT dan NTB. Persiapan harus lebih ditingkatkan agar prestasi bisa terus berlanjut,” tambahnya.
Selain cabang pencak silat, prestasi membanggakan juga datang dari cabang olahraga lain.
Atlet taekwondo Sumatera Barat, Ressya Faolingga, sebelumnya juga berhasil meraih satu medali emas dan satu perak pada ajang 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang.
Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah daerah bersama KONI Sumbar berencana mengarak para atlet berprestasi tersebut dalam kegiatan car free day di Kota Padang.
Agenda tersebut juga akan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Gubernur Sumatera Barat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih.
Dengan capaian ini, Sumatera Barat kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan, keberhasilan di ajang Belgium Open ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat dunia.
Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Sumatera Barat berpotensi melahirkan lebih banyak atlet berkelas internasional yang mampu bersaing dan membawa nama daerah ke panggung global.
(emil/Kalibrasinews.com)



