PSEL Bogor Raya Resmi Dibangun, 100 Ribu Rumah Bakal Dapat Suplai Listrik

PADANG, KalibrasiNews.com – Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi disebutkan bahwa PSEL Bogor Raya 1 merupakan proyek yang ditargetkan mampu mengolah timbunan sampah dalam jumlah besar sekaligus memberikan manfaat dari sisi energi, lingkungan dan penyerapan tenaga kerja.

PSEL Bogor Raya 1 menjadi proyek PSEL ketiga yang telah memasuki tahap pembangunan.

Sebelumnya, proyek serupa telah berjalan di Denpasar Raya dan Kota Bekasi.

Pembangunan tersebut dikerjakan oleh Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

CIO Danantara Indonesia sekaligus CEO Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, mengatakan PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 45 persen timbunan sampah yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor.

“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100 ribu rumah masyarakat Bogor Raya,” ujar Pandu dalam acara peresmian pembangunan di Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

Selain menghasilkan energi, proyek tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap pengelolaan lingkungan.

Pandu menyebut PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah yang berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 80 persen.

Proyek itu juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 640 ribu ton setara karbon dioksida (CO2) setiap tahun.

Dengan demikian, pengolahan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi beban TPA, tetapi sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan insya Allah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen,” jelasnya.

PSEL Ditargetkan Perluas Pengelolaan Sampah

Pandu menjelaskan, dimulainya pembangunan PSEL Bogor Raya 1 menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan proyek tersebut.

Baca Juga  PSEL Bali Hadirkan Efek Ganda, Atasi Sampah Sekaligus Buka 1.200 Lapangan Kerja

Peresmian pembangunan juga bertepatan dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari kesiapan untuk mendorong realisasi pengolahan sampah yang terintegrasi.

Persoalan sampah dinilai bukan hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

“Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia. Permasalahan sampah itu tidak hanya mempengaruhi kehidupan kita sekarang tapi juga masa depan anak kita. Mari berkolaborasi bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah,” ucap dia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari program pemerintah untuk menangani persoalan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah berjalan di tiga daerah, yakni Bali, Bekasi dan Bogor.

Pemerintah juga berencana memperluas pembangunan PSEL ke Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Zulkifli menyebut Jakarta menjadi salah satu wilayah yang memiliki tantangan besar dalam penanganan sampah sehingga membutuhkan langkah penyelesaian yang serius.

“Yang sudah kita, Bali, sudah. Kota Bekasi, Jakarta belum. Jakarta belum. Jakarta ini yang paling berat, sebetulnya. Kota Bekasi sudah. Nah, sekarang kita di sini,” kata Zulhas, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan pemerintah menargetkan persoalan sampah dapat dikurangi secara bertahap melalui pembangunan PSEL.

Menurutnya, sebagian persoalan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027 dan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Kita akan perkirakan separuh kita selesaikan itu di 2027. Separuh lagi di 2028 dan ini baru menyelesaikan 22,5 persen. Yang masih ada 70-75 persen lagi,” ujarnya.

Zulhas kembali menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan penanganan segera.

Menurutnya, keberadaan PSEL dapat memberikan manfaat ganda karena mengubah sampah yang berpotensi merusak lingkungan menjadi sumber energi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Jadi dampaknya sangat baik. Dari sampah yang merusak lingkungan menjadi energi yang bermanfaat. Menyerap tenaga kerja dan lain-lain,” tutupnya.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini