PADANG, KalibrasiNews.com – Aliran Batang Palinggam di Kota Padang dipadati masyarakat yang menyaksikan perlombaan Selaju Sampan Tradisional dalam rangka memeriahkan HUT ke-357 Kota Padang pada Minggu (9/8/2026) sore.
Kegiatan tersebut telah berlangsung mulai tanggal 8 hingga 9 Agustus 2026, hingga Minggu sore.
Perlombaan Selaju Sampan Tradisional tersebut menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat dalam rangkaian perayaan HUT ke-357 Kota Padang.
Sejumlah warga terlihat menyaksikan jalannya perlombaan dari sekitar aliran Batang Palinggam, terutama ketika masing-masing tim beradu kecepatan mencapai garis akhir.
Persaingan antarpeserta berlangsung cukup ketat dengan tetap mengedepankan semangat sportivitas selama pertandingan.
Kehadiran penonton juga membuat suasana perlombaan semakin meriah dan memberikan dukungan langsung kepada para peserta yang berlaga.
Selain menjadi tontonan bagi masyarakat, kegiatan ini turut memperkenalkan kembali olahraga dayung tradisional yang menjadi bagian dari aktivitas budaya masyarakat Kota Padang.
Antusiasme penonton menunjukkan bahwa perlombaan berbasis tradisi masih memiliki daya tarik ketika dikemas dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda agar keberadaannya tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Hasil akhir persaingan yang ketat dan sportif menempatkan Putra PDP Faliha Junior sebagai Juara Pertama, disusul Redis Junior sebagai Juara Kedua, PDP Faliha Junior meraih Juara Ketiga dan Redis Junior menempati peringkat keempat.
Juara 1 memperoleh Rp4.000.000, Juara 2 sebesar Rp3.000.000, Juara 3 mendapatkan Rp2.000.000 dan Peringkat keempat menerima Rp1.000.000.
Ketua Panitia Pelaksana Mega Nanda mengungkapkan rasa syukur atas jumlah peserta yang melampaui harapan dan target dari yang semula direncanakan.
Dibukanya kategori usia muda bertujuan membina bakat, melatih kekompakan tim, menanamkan jiwa sportivitas, sekaligus memastikan teknik, semangat, dan nilai luhur olahraga dayung tradisional dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Kami menargetkan 10 tim untuk KU Junior 18, ternyata yang mendaftar 13 tim. Dan itulah cikal bakal untuk melestarikan dayung tradisional itu dari anak-anak muda kita.
“Semoga dari KU Junior 18 ini, dayung tradisional Kota Padang ini tetap berjalan, berkembang, dan bertahan terus, ” harapnya.
Ia juga turut menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun kota tercinta serta mengajak persatuan warga menjaga nilai luhur daerah.
Keberadaan kategori Junior 18 menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan perlombaan tahun ini karena melibatkan peserta dari kelompok usia muda.
Keterlibatan mereka dinilai penting untuk memastikan regenerasi atlet dayung tradisional tetap berjalan di tengah perubahan minat olahraga generasi muda.
Selain kemampuan fisik, olahraga tersebut juga menuntut kerja sama yang kuat karena setiap anggota tim harus mampu menjaga irama gerakan agar sampan dapat melaju secara maksimal.
Pengalaman mengikuti perlombaan sejak usia muda diharapkan dapat membentuk mental kompetitif sekaligus mengajarkan pentingnya disiplin dan kekompakan.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan secara langsung sehingga dapat menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi serupa pada masa mendatang.
Dengan semakin banyaknya anak muda yang terlibat, olahraga Selaju Sampan Tradisional di Kota Padang memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari warisan budaya daerah.
Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Selamat Ulang Tahun Kota Padang yang ke-357. Mari bersama kita bangun Kota Padang, mari bersama kita melangkah demi kemajuan Kota Padang,” tutupnya.
Sedangkan, penyerahan hadiah berupa piala penghargaan diserahkan oleh Anggota DPRD Kota Padang Ersmiarti, disertai dana pembinaan sebagai dorongan semangat agar terus berlatih dan berprestasi.
Ia mengingatkan agar kemajuan pembangunan senantiasa berjalan selaras dengan jati diri dan nilai yang dijunjung masyarakat.
Harapannya, agar para kepala dinas rutin meninjau langsung lokasi perlombaan, memantau jalannya pertandingan serta merespons kebutuhan dan hal yang perlu dilengkapi di lapangan sehingga gangguan dapat diantisipasi lebih awal, keamanan terjamin dan kenyamanan peserta serta penonton terpenuhi dengan baik.
Perlombaan Selaju Sampan Tradisional di Batang Palinggam diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-357 Kota Padang, tetapi dapat menjadi momentum untuk menjaga keberadaan olahraga tradisional di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap peserta usia muda juga menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi agar olahraga dayung tradisional memiliki penerus yang mampu mempertahankan tradisi sekaligus meningkatkan prestasi.
(/KalibrasiNews.com)



