Pulihkan Arosuka Solok Pascagalodo, 618 Prajurit TNI Diterjunkan ke Lokasi

PADANG, KalibrasiNews.com — Sebanyak 618 personel TNI dari berbagai satuan dikerahkan secara masif untuk membantu proses penanganan darurat serta pemulihan bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pengerahan pasukan dalam jumlah besar ini merupakan langkah konkret jajaran TNI dalam mendukung pemerintah daerah serta masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Selama masa tanggap darurat berlangsung, ratusan prajurit TNI tersebut difokuskan pada sejumlah tugas krusial di lapangan.

Para personel diterjunkan langsung untuk membantu warga, menyingkirkan timbunan material lumpur dan kayu, serta membuka kembali berbagai jalur akses transportasi yang lumpuh total akibat diterjang galodo.

Selain aksi penanganan cepat, kehadiran prajurit juga ditujukan untuk menyiapkan landasan awal bagi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pascabencana secara menyeluruh.

Pada Rabu (23/9/2026) siang, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada turun langsung ke lokasi bencana galodo guna meninjau kondisi riil di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Pangdam didampingi oleh Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno serta Bupati Kabupaten Solok Jon Firman Pandu beserta rombongan pejabat daerah dan jajaran komando kewilayahan.

Rombongan pimpinan TNI dan pemerintah daerah tersebut melihat secara dekat kerusakan parah yang dialami Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok akibat hantaman air bah dan material galodo.

Tidak hanya area fasilitas pemerintahan, rombongan juga menelusuri kawasan pemukiman warga yang terdampak galodo cukup parah, di antaranya Kompleks Perumahan Nuansa Griya Arosuka Tahap I dan Tahap II di Kabupaten Solok.

Di kawasan pemukiman warga tersebut, Pangdam menyaksikan langsung puluhan unit rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang air bandang yang membawa material lumpur dan bebatuan.

Banyak bangunan rumah warga yang terendam endapan lumpur tebal, sementara fasilitas umum serta sarana jalan lingkungan masih terputus dan sulit dilalui kendaraan.

Kondisi ini melumpuhkan mobilitas serta aktivitas harian warga setempat.

Di tengah situasi sulit pascabencana, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak.

Terputusnya saluran air bersih serta tercemarnya sumber air warga oleh material lumpur membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air layak pakai untuk konsumsi harian maupun sanitasi dasar.

Melihat kebutuhan vital tersebut, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada memberikan perhatian khusus terkait pemenuhan pasokan air.

Baca Juga  14 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Beralih ke Transisi Darurat

TNI berkomitmen penuh membantu menyediakan pasokan air bersih secara berkelanjutan, termasuk menyiagakan peralatan pengolah air berteknologi Reverse Osmosis (RO) yang sanggup menghasilkan air minum steril yang dapat langsung dikonsumsi warga.

“Kita akan membantu kebutuhan air bersih masyarakat. TNI akan berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk air RO siap minum,” tegas Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada di lokasi peninjauan.

Fasilitas Posko Terpadu, Pelayanan Medis, dan Pemulihan Infrastruktur

Guna memaksimalkan operasi penanggulangan bencana di lapangan, TNI mendirikan posko terpadu di area strategis kawasan Arosuka.

Pendirian posko ini berfungsi sebagai pusat kendali operasional, koordinasi logistik, serta penyediaan layanan darurat bagi seluruh masyarakat yang terdampak galodo.

Di dalam posko terpadu tersebut, TNI menyediakan berbagai fasilitas pendukung vital, salah satunya adalah dapur umum lapangan.

Dapur umum ini beroperasi setiap hari untuk menyiapkan pasokan makanan hangat bagi para pengungsi serta petugas gabungan yang bekerja di area bencana.

Selain itu, mendampingi dapur umum, TNI juga mendirikan fasilitas rumah sakit lapangan yang dilengkapi tenaga medis serta obat-obatan untuk memberikan pertolongan pertama dan perawatan kesehatan bagi warga yang terluka maupun sakit.

Di sisi lain, jajaran prajurit TNI juga disiagakan dalam mendukung perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Tim teknis dan prajurit lapangan mulai mendata kerusakan infrastruktur umum agar proses perbaikan fisik fasilitas umum, sarana ibadah, dan pemukiman warga dapat segera dilaksanakan begitu masa darurat usai.

Kendala komunikasi yang sempat terjadi akibat kerusakan infrastruktur jaringan juga mendapat perhatian cepat dari TNI.

Untuk mengatasi isolasi komunikasi di zona bencana, TNI menyiagakan dan mengoperasikan perangkat penguat sinyal darurat.

Kehadiran alat ini terbukti sangat membantu kelancaran koordinasi antarpetugas evakuasi serta mempermudah warga dalam menghubungi sanak keluarga mereka di luar daerah.

Pengerahan 618 prajurit TNI beserta seperangkat fasilitas pendukung ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan dan pengabdian TNI untuk rakyat.

Melalui sinergi erat antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan unsur relawan, proses penanganan bencana galodo di Kabupaten Solok diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan terukur, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka secara normal.

(rel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini