PADANG, Kalibrasinews.com – Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Machfud yang diwakili Pasi Komsos, Mayor Arh Sutoyo, AP sambangi Kampung Pancasila yang berlokasi di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota atau 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (14/4/2026).
Rilis yang diterima redaksi pada Rabu (15/4/2026) menyebutkan agenda Tim Korem 032/Wirabraja yakni kunjungan kerja dalam rangka penilaian wilayah.
Kali ini, tim tersebut melihat dari dekat Kampung Pancasila yang berlokasi di Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota atau 50 Kota, Provinsi Sumbar pada Selasa (14/4/2026).
Sejauh ini Nagari Balai Panjang satu dari tiga Nagari di Sumatera Barat yang ditunjuk masing-masing Kodim untuk mewakili daerahnya untuk nantinya melakukan ke penilaian tingkat Nasional.
Penunjukan Kampung Pancasila ini tidak hanya menjadi bagian dari proses penilaian semata, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat implementasi nilai-nilai kebangsaan di tingkat nagari.
Program ini diharapkan mampu menjadi role model bagi daerah lain dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari budaya gotong royong, toleransi antarwarga, hingga penguatan ekonomi berbasis masyarakat seperti UMKM dan BUMNag, semuanya menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan Kampung Pancasila.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, program ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
Rombongan Korem tersebut disambut Walinagari dan masyarakat Nagari Balai Panjang di Koperasi Desa Merah Putih (KDPM).
Dalam sambutannya, Wali Nagari Balai Panjang, Idris menyebutkan bahwa kesiapan dan apresiasi dengan ditujuknya Nagari Balai Panjang sebagai Kampung Pancasila. Pihaknya siap bekerja dan dibina.
”Iya, Alhamdulillah penunjukan kampung kita sebagai Kampung Pancasila tentu sangat kita apresiasi, dengan ditetapkannya kita sebagai Kampung Pancasila, kita mensyukuri, apalagi dahulu banyak orang Sumatera Barat yang ikut melahirkan bangsa ini,” ujar Idris dikutip dari rilis Penrem 032/Wbr.
Idris juga menambahkan, bahwa Pancasila merupakan dasar Negara serta relatif Sudan lama ada dalam diri masyarakat.
Karenanya, segenap warga maka wajib menembangkan lagu tradisonal. Utamanya, bakal menumbuhkan rasa kebangsan dan kehidupan bermasyarakat.
”Pancasila tidak boleh tercerabut dari akarnya, mari terus kita kembangkan sikap atau nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Sementara Mayor Arh Sutoyo, A.P saat memberikan sambutan menyebut bahwa terdapat beberapa kriteria dalam penilaian Kampung Pancasila.
Di antaranya kehidupan Pancasila, serta ketahanan pangan, pembinaan warga, karang taruna dan UMKM.
”Hari ini (Selasa- red) saya mewakili pak Danrem untuk melihat kesiapan Nagari yang disiapkan jadi Kampung Pancasila, selain Kabupaten Limapuluh Kota, juga ada di Kabupaten Tanah Datar dan Agam.”
“Sebagaimana, yang disampaikan pak Wali Nagari tadi, laporan Babinsa, UMKM di nagari ini sudah siap. Oleh karena itu perlu diingatkan bahwa semua tidak akan berjalan, apabila tanpa kerja sama dan dukungan,” harapnya.
Selain itu, keberadaan Kampung Pancasila juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Di era modern yang diwarnai arus informasi cepat dan potensi konflik sosial, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin relevan.
Melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, masyarakat tidak hanya diajak memahami Pancasila secara normatif, tetapi juga didorong untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata, termasuk dalam menjaga kerukunan, meningkatkan partisipasi sosial, serta membangun kemandirian ekonomi lokal.
Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif.
Pada kesempatan sama, Mayor Arh. Sutoyo melihat langsung ketahanan pangan Nagari Balai Panjang, yakni usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) dan UMKM Pabrik Tahu didampingi Wali Nagari, Jorong, Ketua Bumnag dan Babinsa serta lainnya.
Melalui proses penilaian yang dilakukan oleh Tim Korem 032/Wirabraja, diharapkan Nagari Balai Panjang mampu menunjukkan kesiapan dan keunggulan sebagai representasi Kampung Pancasila di tingkat nasional.
Sinergi antara pemerintah nagari, aparat TNI, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Kampung Pancasila diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran bersama dalam memperkuat nilai kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.
(/rel)



