JAKARTA, KalibrasiNews.com — Akses jalan nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali pulih pascabencana banjir bandang yang melanda ketiga wilayah tersebut.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan seluruh jalan dan jembatan nasional berada dalam kondisi fungsional, sehingga mobilitas antarwilayah utama dapat berjalan normal seiring pulihnya akses jalan di wilayah terdampak.
Pemulihan akses jalan tersebut menjadi prioritas utama pemerintah karena berperan vital dalam memperlancar distribusi logistik, bantuan kemanusiaan, serta kebutuhan pokok masyarakat.
Konektivitas yang kembali normal juga mempercepat arus barang dan jasa antarwilayah terdampak melalui akses jalan yang telah difungsikan kembali. “Jalan darat ini ada jalan nasional, ada jalan provinsi, kabupaten-kota, jalan desa, dan juga ada jembatan-jembatan,” ujar Tito dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tito memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan terus menurunnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi antar daerah. “Akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua. Dan juga jalan desa,” kata Tito.
Lebih lanjut, Tito menegaskan pemerintah pusat sejak awal telah melakukan mobilisasi nasional untuk menangani dampak bencana.
Mobilisasi ini melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah (Pemda). “Kemudian kami melakukan cross-checking kepada semua bupati dan wali kota yang dihadiri oleh gubernur atau wakil gubernur, dan juga harus dipengecekan kita di lapangan,” tegas Tito.
Ia memastikan berbagai indikator pemulihan mulai dari jalannya pemerintahan, layanan publik dasar, akses jalan, aktivitas ekonomi, hingga ketersediaan kebutuhan vital masyarakat telah selesai. “Baik itu pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan. Kemudian akses daerah baik provinsi, jalan nasional, semuanya sudah beres,” ucapnya.
Pada kesempatan sama, Tito menyampaikan progres pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana yang telah difungsikan kembali dan akses daerah kini kian terhubung. “Banyak yang fungsional, ada yang menggunakan jembatan. Jembatan sementara bailey, jembatan armco, atau jembatan lain,” katanya.
Pasar-pasar Rakyat Mulai Beroperasi
Sejauh ini pasar rakyat di wilayah terdampak bencana di Sumatera mulai kembali beroperasi secara fungsional.
Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan data pemantauan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 9 Februari, sebanyak 465 pasar rakyat terdampak bencana di Provinsi Aceh telah kembali berjalan secara fungsional, antara lain di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.
Sementara itu, 57 pasar rakyat di Sumatera Utara dan 31 pasar rakyat di Sumatera Barat juga telah beroperasi.
Meski demikian, Mendagri menyebut masih terdapat sejumlah pasar rakyat yang aktivitasnya belum optimal. “Kemudian, ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, ada yang belum maksimal,” kata Tito.
Upaya menggerakkan kembali aktivitas ekonomi melalui reaktivasi pasar dilakukan seiring dengan pemulihan infrastruktur dasar dan konektivitas.
Tito menekankan bahwa akses menjadi faktor penting dalam mendukung berjalannya pasar rakyat pascabencana sekaligus pemulihan ekonomi secara menyeluruh.
Berdasarkan pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, progres pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak telah mencapai 100 persen.
Capaian tersebut dinilai sebagai hasil koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif sejak masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan pemetaan kerusakan serta menetapkan skala prioritas perbaikan agar akses utama dapat segera difungsikan kembali.
Sementara itu, perbaikan jalan daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mencapai 91 persen.
Pemerintah mengakui masih terdapat kendala dalam pemulihan jembatan daerah serta jalan provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
Namun, Mendagri memastikan sinergi lintas sektor, termasuk dengan TNI/Polri, akan terus diperkuat guna mempercepat perbaikan akses dan jembatan yang belum optimal.
Tidak hanya berfokus pada reaktivasi pasar rakyat, pemerintah juga terus mendorong kebangkitan ekonomi pascabencana melalui penguatan sektor ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah. “Ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, beberapa tempat. Kemudian akses, sangat penting sekali. Akses terutama jalan darat,” kata Tito.
Dengan pulihnya akses jalan nasional dan beroperasinya kembali mayoritas pasar rakyat, pemerintah optimistis roda perekonomian di wilayah terdampak bencana dapat bergerak stabil.
Percepatan pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan daerah dalam jangka panjang.
(/rel)



