Prabowo: Aparat Jangan Jadi Bekingan Narkoba hingga Judi

NGANJUK, Kalibrasinews.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembenahan internal aparat penegak hukum.

Hal tersebut dinilai penting demi mewujudkan keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi menyebutkan bahwa Prabowo meminta seluruh aparat, mulai dari hakim, polisi, jaksa, hingga tentara berani melakukan koreksi diri dan membersihkan institusi dari praktik penyelewengan.

Aparat yang bersih merupakan kunci memberikan pelayanan maksimal untuk rakyat Indonesia, tak terkecuali kaum buruh.

Prabowo menilai reformasi internal aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan institusi penegak hukum yang mampu bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

Ia menegaskan aparat negara harus hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari persoalan hukum yang merugikan rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

“Karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki, tetapi seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Prabowo.

Presiden kembali menekankan bahwa aparat negara tidak boleh terlibat ataupun memberikan perlindungan terhadap pelanggaran hukum, terutama praktik perjudian, narkoba, hingga penyelundupan ilegal.

“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan. Aparat backing penyelewengan. backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap aparat yang terbukti terlibat dalam praktik pelanggaran hukum.

Ia meminta seluruh jajaran penegak hukum menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas negara.

Menurutnya, praktik perjudian, narkoba, hingga penyelundupan ilegal menjadi ancaman serius yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara apabila melibatkan aparat.

Menurut Presiden, langkah pembenahan aparat telah mulai dirintis oleh pimpinan TNI dan Polri.

Karena itu, ia berharap reformasi internal terus diperkuat agar institusi penegak hukum semakin profesional, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Prabowo berharap langkah pembenahan tersebut tidak berhenti pada level pimpinan semata, tetapi juga diterapkan hingga tingkat bawah di seluruh institusi penegak hukum.

Dengan demikian, budaya disiplin, integritas, dan tanggung jawab dapat tumbuh secara menyeluruh di lingkungan aparat negara.

Ia menilai reformasi internal yang berjalan konsisten akan membuat institusi penegak hukum semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

Prabowo juga mengingatkan agar aparat negara kembali pada jati dirinya sebagai pelayan rakyat yang dicintai masyarakat.

“Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” katanya.

Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi.

Museum ini terdiri atas dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah.

Keberadaan Museum Pahlawan Nasional Marsinah diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.

Selain menjadi tempat mengenang perjuangan Marsinah, museum tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat keadilan sosial dan keberanian memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

Pemerintah menilai nilai perjuangan Marsinah penting dikenalkan kepada generasi muda agar sejarah gerakan buruh Indonesia tetap terjaga.

Di museum ini, sejumlah koleksi pribadi Marsinah terpajang mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh.

Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.

Marsinah sendiri dikenal sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia setelah meninggal dunia secara tragis pada tahun 1993.

Hingga kini, namanya masih dikenang sebagai sosok yang berani memperjuangkan hak pekerja dan keadilan bagi kaum buruh di Indonesia.

Perjuangannya bahkan menjadi perhatian luas di tingkat nasional dan internasional karena dianggap sebagai bagian penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.

Melalui pesan yang disampaikannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kekuatan negara tidak hanya terletak pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada integritas aparat serta tegaknya keadilan hukum.

Pemerintah berharap reformasi internal aparat penegak hukum dapat terus berjalan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara semakin kuat.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini