SERANG, KalibrasiNews.com – Provinsi Lampung resmi dinyatakan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2027. Hal itu berdasarkan keputusan Rakernas SIWO se-Indonesia 2026 di Hotel Le Dian Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan hasil keputusan itu disambut baik oleh Ketua SIWO PWI Lampung, Muslim Pranata. Di hadapan jajaran pengurus SIWO Pusat dan seluruh perwakilan SIWO provinsi se-Indonesia, Muslim menyampaikan bahwa daerahnya telah melakukan berbagai persiapan teknis maupun nonteknis untuk menyambut Porwanas 2027.
Menurut Muslim, dukungan terhadap pelaksanaan Porwanas 2027 tidak hanya datang dari unsur organisasi kewartawanan, tetapi juga dari pemerintah daerah.
Gubernur Lampung serta Ketua DPRD Provinsi Lampung disebut telah menyatakan dukungan penuh, termasuk dalam hal penganggaran kegiatan berskala nasional tersebut. “Lampung telah siap melaksanakan Porwanas 2027. Kami mengundang seluruh provinsi untuk membawa atlet wartawan sebanyak-banyaknya. Fasilitas, dukungan pemerintah, dan kesiapan panitia sudah kami siapkan,” ujar Muslim di forum Rakernas.
Pernyataan itu mendapat respons positif dari peserta Rakernas. Setelah melalui pembahasan, forum secara aklamasi menyetujui Lampung sebagai tuan rumah Porwanas 2027.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi titik awal konsolidasi nasional SIWO dalam menyiapkan agenda olahraga wartawan terbesar di Indonesia tersebut.
Adapun cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan pada Porwanas 2027 pada prinsipnya mengacu pada edisi-edisi sebelumnya. Cabang tersebut meliputi bulutangkis, sepak bola mini, futsal, atletik, tenis meja, tenis lapangan, bridge, catur, biliar, fun rally, tenis meja IKWI, karaoke, hingga domino yang selama ini menjadi cabang favorit wartawan.
Terkait persyaratan peserta, forum menegaskan bahwa atlet Porwanas wajib berstatus anggota biasa PWI yang dibuktikan dengan kartu biru serta telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjaga profesionalitas sekaligus memastikan peserta benar-benar berasal dari kalangan wartawan aktif.
Selain itu, dalam Rakernas juga mengemuka usulan agar pendaftaran atlet dari seluruh provinsi sudah final paling lambat Desember 2026. Data atlet tersebut direncanakan mulai dipublikasikan pada awal 2027 sebagai bagian dari tahapan verifikasi dan administrasi peserta.
Dengan ditunjuknya Lampung sebagai tuan rumah, Porwanas 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penguatan solidaritas wartawan olahraga serta promosi potensi daerah di tingkat nasional.

Gubernur Lampung serta Ketua DPRD Provinsi Lampung disebut telah menyatakan dukungan penuh, termasuk dalam hal penganggaran kegiatan berskala nasional tersebut.
Atlet Kejurnas Dilarang Ikut Porwanas
Sebelumnya, rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI se-Indonesia menetapkan keputusan tegas. Atlet yang pernah tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tidak diperbolehkan mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
Keputusan tersebut disahkan dalam sidang Rakernas di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026).
Ketentuan ini menjadi salah satu poin penting hasil Rakernas dan dinyatakan bersifat final. Forum menilai Porwanas harus tetap berada pada koridornya sebagai ajang olahraga khusus wartawan, bukan arena bagi atlet berpengalaman dari kompetisi murni prestasi.
Sebelumnya sempat muncul usulan kompromi, yakni atlet yang pernah mengikuti Kejurnas tetap bisa tampil di Porwanas dengan syarat sudah tidak aktif selama 10 tahun.
Namun usulan tersebut akhirnya tidak diakomodasi setelah melalui pembahasan panjang di forum.
Mayoritas peserta Rakernas menilai keikutsertaan eks atlet Kejurnas berpotensi mengurangi esensi Porwanas sebagai “alek”-nya wartawan. Selain itu, disparitas kemampuan dinilai dapat memicu ketimpangan persaingan serta gesekan di lapangan.
“Atlet yang pernah ikut Kejurnas kita sepakati bersama tidak dibolehkan mengikuti Porwanas ini. Karena ini adalah ajangnya wartawan, sekaligus untuk meminimalisir gesekan-gesekan di lapangan nantinya,” ujar salah seorang pengurus SIWO provinsi Kalimantan Tengah dalam forum tersebut.
Penegasan serupa juga disampaikan perwakilan SIWO Sumatera Barat, Andri Besman. Dia menekankan bahwa atlet harus benar-benar berasal dari kalangan wartawan aktif, bukan “atlet titipan” yang secara administratif tidak memenuhi syarat profesi.
“Atlet Porwanas harus asli wartawan, sudah lulus UKW dan memiliki kartu biru PWI anggota biasa yang masih aktif. Jangan sampai ada atlet yang sudah dinyatakan lolos seleks oleh panitia, tapi setelah dicek di aplikasi Dewan Pers ternyata tidak terdata lulus UKW,” tegas Andri yang juga Pemimpin Redaksi fajarsumbar.com.
Menurutnya, kelalaian dalam verifikasi administrasi berpotensi menimbulkan protes antardaerah saat pertandingan berlangsung. Kondisi itu bukan hanya mengganggu suasana kompetisi, tetapi juga mencederai semangat kebersamaan yang menjadi ruh Porwanas.
Karena itu, Rakernas mendorong panitia seleksi atlet di tiap provinsi agar lebih ketat dan selektif, baik dalam aspek keabsahan status kewartawanan maupun rekam jejak keolahragaan peserta.
Langkah preventif ini dinilai penting untuk menghindari polemik yang sama terulang pada pelaksanaan mendatang.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Erwin dari pengurus SIWO PWI Pusat menyatakan bahwa panitia selama ini telah berupaya menjalankan proses seleksi secara maksimal. Namun ia mengakui evaluasi tetap diperlukan.
“Panitia sudah melakukan seleksi sebaik mungkin. Tapi jika masih ditemukan hal-hal seperti yang disampaikan rekan-rekan daerah, tentu akan menjadi catatan penting untuk perbaikan penyelenggaraan Porwanas berikutnya,” ujarnya.
Dengan keputusan ini, Rakernas SIWO menegaskan komitmen menjaga Porwanas tetap sebagai panggung olahraga yang menjunjung profesionalitas wartawan, sportivitas, dan semangat persaudaraan antarsesama insan pers di seluruh Indonesia.
(/rel)



