Oleh MHD. Yusuf Ridho *)
Gasiang tangkurak, namonyo gasiang
Bisa disuruah jo disarayo
PADANG, Kalibrasinews.com — Potongan lirik tersebut berasal dari lagu berjudul Gasiang Tangkurak, karya Syahrul Tarun Yusuf, sebuah lagu pop Minang yang sangat fenomenal tidak hanya bagi masyarakat Minangkabau, tetapi juga hingga ke kancah nasional.
Lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Elly Kasim pada tahun 1971 melalui studio musik Prindu Record.
Popularitas lagu ini tidak hanya terjadi pada satu zaman saja, pada Tahun 1991 lagu ini kembali di rekam ulang dan di aransemen dengan musik disko, lagu ini dinyanyikan oleh Andi Mulia dan lagu ini terjual lebih dari 500.000 keping kaset.
Bahkan pada saat ini lagu ini masih sering diputar ulang dan direkam ulang berkali-kali tiap penyanyi pop Minang antar generasi.
Ada hal yang menjadi pertanyaannya adalah siapa pencipta karya yang luar biasa ini? Apakah Elly Kasim sendiri atau penyanyi legend lainnya? atau mungkin saja lagu ini muncul ke permukaan tanpa ada yang menciptakannya?
Tentu saja tidak, ironinya lagu ini lebih terkenal daripada penciptanya sendiri, setidaknya di tengah-tengah masyarakat awam.
Karena pada faktanya siapa yang tidak kenal dengan Syahrul Tarun Yusuf dalam industri musik Pop Minang, ia merupakan seorang jenius, seniman luar biasa, bahkan Balai Penelitian Nilai Budaya Sumatera Barat menyematkan gelar Maestro Seniman Minangkabau kepada Gaek asal Nagari Balingka ini.
Syahrul Tarun Yusuf (Satayu) atau yang lebih akrab disapa dengan Tarun, lahir di Balingka pada tanggal 12 Maret 1942 silam.
Kesenian merupakan hal yang dekat darinya sejak kecil, bakatnya tumbuh subur karena lingkungan sekitarnya yang dekat bahkan terkenal akan keseniannya.
Seiring berjalannya waktu Syahrul Tarun Yusuf bermetamorfosis menjadi seorang pencipta lagu yang fenomenal, lewat produktivitas serta kualitas karyanya yang luar biasa.
Konon karya Tarun mencapai angka 400-an, adapun beberapa karyanya seperti Tinggalah Kampuang, Batu Tagak, Gasiang Tangkurak, Ampun Mandeh, Kutang Barendo, Bapisah Bukannyo Bacarai dan lain sebagainya, sangat akrab di telinga masyarakat Minangkabau dan nasional.
Masyarakat awam sebagai pendengar tentunya mengenal Elly Kasim, Tiar Ramon, Lily Sjarif, dan banyak penyanyi pop Minang yang menuju kancah nasional dan internasional, namun fakta yang tidak bisa dipungkiri sebagian dari mereka tidak pernah tahu siapa pencipta lagu-lagu tersebut.
Sejauh ini para pencipta lagu, salah satunya Syahrul Tarun Yusuf berada di balik layar popularitas industri pop Minangkabau, padahal pada dasarnya industri pop Minang pernah menuju puncaknya berkat kerja sama antar banyak kelompok dan yang paling utama adalah penyanyi, pencipta lagu dan produser menjalin simbiosi mutualisme-nya untuk kesuksesan industri ini.
Syahrul Tarun Yusuf dianggap sebagai salah satu pionir berdirinya industri musik pop Minang, hal yang menjadi dasar dari opini tak serta merta hanya karena popularitas serta produktivitas karyanya saja, melainkan upayanya dalam mengenalkan dan melestarikan budaya lokal Minangkabau lewat karya-karyanya.
Masyarakat Minangkabau secara khusus cenderung hadir hanya sebagai penikmat saja, namun belum sepenuhnya serius mengenal siapa pencipta karya-karya tersebut, apresiasi pada pencipta lagu bukan hanya berkutat dalam ruang personal saja, namun juga hadir sebagai upaya pelestarian budaya lewat karya-karya yang diciptakannya.
Terkait kiprah Syahrul Tarun Yusuf yaitu identitas masyarakat Minangkabau itu sendiri, berdasarkan wawancara dengan Manajemen SATAYU Official sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk manajerial karya-karya dari Syahrul Tarun Yusuf, menyampaikan sebuah problema yang mereka hadapi di tengah upaya mereka untuk tetap menjaga karya-karya tersebut tetap utuh.
Problema yang mereka hadapi salah satunya tentang karya-karya Syahrul Tarun Yusuf yang seringkali hilang kemudian di copyright dan juga kurangnya upaya pemerintah dalam mewujudkan berdirinya galeri yang didedikasikan untuk Syahrul Tarun Yusuf serta karya-karyanya yang teridentifikasi sebagai warisan budaya non-materil.
Sebuah karya tentu saja tetap hidup di tengah masyarakat seiring bergesernya zaman dan waktu.
Namun masyarakat yang baik dalam konteks budaya seharusnya juga menjaga ingatan terhadap pencipta dari karya-karya tersebut, selain itu pemerintah hendaknya lebih masif dalam mensukseskan terwujudnya proyek tersebut.
Dalam konteks itu, Syahrul Tarun Yusuf tidak hanya dianggap sebagai pencipta lagu saja tetapi juga pribadi yang penting dalam sejarah kebudayaan Minangkabau modern, sehingga perlunya ada apresiasi lebih terhadap dirinya.
*) Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UNAND



