Mimpi Buruk Tottenham Berlanjut! Fulham Kalahkan The Lilywhites 2-1, Terpaku 2 Poin dari Zona Merah

LONDON, KalibrasiNews.com — Situasi semakin genting menyelimuti kubu Tottenham Hotspur setelah mereka kembali menelan kekalahan pahit dalam lanjutan Premier League musim 2025/2026.

Bertandang ke markas Fulham di Stadion Craven Cottage pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 21.00 WIB, tim berjuluk The Lilywhites tersebut gagal mencuri poin dan harus menyerah dengan skor tipis 2-1.

Hasil negatif ini membuat posisi Tottenham semakin terhimpit di papan bawah klasemen sementara, memicu kekhawatiran besar di kalangan pendukung setia mereka mengenai potensi turun kasta.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Fulham yang bermain di hadapan publik sendiri tampil sangat percaya diri dalam menguasai jalannya pertandingan.

Lini tengah The Cottagers yang tampil disiplin berhasil memutus aliran serangan Tottenham yang terlihat kurang kreatif sepanjang babak pertama.

Tekanan demi tekanan yang dilancarkan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil, memaksa barisan pertahanan Spurs bekerja ekstra keras untuk menjaga gawang mereka dari kebobolan lebih awal dalam atmosfer Derby London yang panas.

Tottenham Hotspur sebenarnya sempat mencoba bangkit melalui skema serangan balik, namun koordinasi yang buruk di lini depan membuat peluang-peluang emas terbuang percuma.

Sebaliknya, Fulham tampil lebih efektif dalam memanfaatkan lebar lapangan untuk membongkar pertahanan tim tamu.

Keunggulan penguasaan bola yang dimiliki Fulham membuat para pemain Spurs terlihat frustrasi, yang berujung pada beberapa pelanggaran tidak perlu di area pertahanan sendiri sebelum memasuki masa jeda pertandingan.

(Foto: IG @fulhamfc)
Alexander Iwobi

Mimpi Buruk Pertahanan Spurs dan Efektivitas Fulham

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat seiring ambisi kedua tim untuk memecah kebuntuan.

Fulham akhirnya berhasil membuka keunggulan melalui sebuah serangan terencana yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Tottenham.

Gol tersebut seolah menjadi pembuka keran serangan Fulham yang terus mengalir deras ke jantung pertahanan The Lilywhites yang tampak rapuh dan sering kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial pertandingan.

Tidak berselang lama, Fulham kembali menggandakan keunggulan menjadi 2-0, membuat mentalitas para pemain Tottenham semakin terpuruk.

Meski Spurs sempat memperkecil ketertinggalan melalui satu gol balasan, sisa waktu yang ada tidak cukup bagi mereka untuk menyamakan kedudukan.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai, memastikan kemenangan bagi Fulham sekaligus memperpanjang derita kekalahan ke-12 bagi Tottenham Hotspur sepanjang musim yang berjalan penuh gejolak ini.

Kekalahan ini menyoroti lemahnya koordinasi pertahanan Tottenham yang musim ini memang menjadi masalah utama.

Para pemain belakang seringkali terlambat menutup ruang gerak penyerang lawan, memberikan celah bagi Fulham untuk melepaskan tembakan-tembakan berbahaya.

Kegagalan mengamankan poin di laga tandang ini menjadi pukulan telak bagi staf pelatih yang kini harus memutar otak lebih keras guna menyelamatkan musim mereka dari bencana degradasi yang kini terpampang nyata di depan mata.

(Foto: IG @spursofficial)
Tottenham berada di Zona berbahaya dan semakin mendekat ke Zona Merah Degradasi.

Posisi Klasemen Menghawatirkan di Ambang Zona Merah

Kekalahan 2-1 di Craven Cottage ini memaksa Tottenham Hotspur tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League.

Dengan koleksi hanya 29 poin dari 27 pertandingan, The Lilywhites kini hanya terpaut dua poin saja dari Nottingham Forest yang berada di batas akhir zona aman.

Jika tidak segera bangkit di pertandingan berikutnya, posisi mereka sangat rentan untuk disalip oleh West Ham yang berada di zona degradasi dengan koleksi 25 poin.

Statistik 12 kekalahan dari 27 laga merupakan catatan yang sangat memprihatinkan bagi klub sebesar Tottenham.

Ketidakmampuan menjaga konsistensi permainan membuat mereka kini harus bersaing dengan tim-tim seperti Burnley dan Wolves di papan bawah, bukannya bersaing di papan atas seperti musim-musim sebelumnya.

Tekanan publik kini mengarah tajam pada manajemen klub untuk segera melakukan perubahan signifikan sebelum sisa laga musim ini habis dan mereka benar-benar terjerumus ke divisi kedua.

Di sisi lain, kemenangan ini membawa Fulham naik ke posisi ke-10 klasemen dengan koleksi 37 poin.

Mereka kini memiliki selisih poin yang cukup aman untuk tetap berada di sepuluh besar dan menjauh dari kejaran Newcastle serta Crystal Palace.

Kontrasnya performa kedua tim di lapangan menunjukkan bahwa Fulham lebih siap secara mental dan taktis untuk menghadapi tekanan Derby London dibandingkan dengan Tottenham yang tampak kehilangan identitas permainannya.

(Foto: IG @spursofficial)
Richarlison

Misi Penyelamatan Diri dari Jurang Degradasi

Menatap sisa musim 2025/2026, Tottenham Hotspur tidak memiliki pilihan lain selain memenangkan sisa pertandingan kandang maupun tandang.

Laga melawan rival-rival langsung di papan bawah akan menjadi penentu nasib mereka di Premier League.

Kepercayaan diri para pemain harus segera dipulihkan agar mereka bisa tampil lepas tanpa beban ketakutan akan degradasi yang kian menghantui setiap pekan pertandingan.

Analisis dari para pengamat sepak bola luar negeri menyebutkan bahwa masalah internal dan ketidaksiapan taktik menjadi faktor utama merosotnya performa Spurs.

Mereka membutuhkan sosok pemimpin di lapangan yang mampu mengangkat moral tim saat berada dalam posisi tertinggal.

Ketergantungan pada beberapa pemain kunci juga harus segera dikurangi dengan memaksimalkan potensi pemain cadangan yang selama ini kurang mendapatkan menit bermain yang cukup di bawah arahan pelatih.

Kini, fokus utama Tottenham adalah mempersiapkan diri menghadapi pekan ke-28 dengan misi wajib menang.

Pihak manajemen diharapkan memberikan dukungan penuh bagi skuad untuk keluar dari krisis ini.

Jika kekalahan demi kekalahan terus berlanjut, bukan tidak mungkin salah satu klub raksasa London ini akan mencatatkan sejarah kelam dengan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris, sebuah skenario yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh siapapun di awal musim.

(/net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini