Kejuaraan Karate Asia Selatan, Ujian Lisensi AKF Jadi Fokus Martinel di Bangladesh

PADANG, KalibrasiNews.com – Dua wasit asal Sumbar mendapat kepercayaan tampil pada ajang 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asian Karate Cup yang digelar di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF), di Dhaka, Bangladesh, pada 15–19 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan AKF Referee and Coaches Course & Examination.

Kabid Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga mengatakan satu yang mendapat kehormatan adalah Dr. Septri, wasit berlisensi Asian Karate Federation (AKF) yang dipercaya memimpin pertandingan pada kejuaraan karate bergengsi kawasan Asia Selatan tersebut.

Penugasan ini merupakan bagian dari kewajiban wasit berlisensi AKF untuk memimpin pertandingan internasional sedikitnya satu kali dalam setahun sebagai bentuk pemeliharaan kompetensi dan lisensi internasional.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Septri menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya perwasitan karate Sumatera Barat diakui di tingkat Asia.

Penugasan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga karate di Sumatera Barat.

Kesempatan memimpin pertandingan pada ajang internasional menunjukkan bahwa kemampuan dan profesionalisme wasit asal daerah mampu bersaing di tingkat Asia.

Selain membawa nama Indonesia, kehadiran Dr. Septri di Bangladesh juga menjadi motivasi bagi para wasit muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri.

Pengalaman memimpin pertandingan internasional diharapkan dapat memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas perwasitan karate di Tanah Air.

Dengan semakin banyaknya wasit Indonesia yang dipercaya bertugas di level internasional, posisi Indonesia dalam dunia karate Asia diharapkan semakin diperhitungkan.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga karate secara berkelanjutan.

Kehadirannya sekaligus membawa nama Indonesia dalam mengawal jalannya pertandingan yang diikuti karateka dari berbagai negara di kawasan Asia Selatan.

Selain Dr. Septri, Martinel Prihastuti, mantan atlet nasional kebanggaan Sumatera Barat, juga bertolak ke Dhaka untuk mengikuti ujian lisensi wasit AKF.

Martinel dikenal sebagai atlet berprestasi yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games Thailand edisi 2007, 2009, dan 2012.

Keikutsertaan Martinel dalam ujian lisensi AKF menjadi langkah penting dalam melanjutkan pengabdiannya kepada olahraga karate, dari sebelumnya sebagai atlet elite menjadi calon wasit internasional.

Apabila berhasil lulus dalam ujian lisensi tersebut, Martinel akan memiliki peluang untuk bertugas pada berbagai kejuaraan karate internasional yang berada di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF).

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menambah jumlah wasit Indonesia yang memiliki lisensi internasional.

Pengalaman panjang sebagai atlet nasional diyakini menjadi bekal penting dalam memahami dinamika pertandingan serta menerapkan aturan secara objektif di lapangan.

Dengan latar belakang tersebut, Martinel diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan olahraga karate setelah pensiun sebagai atlet.

Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa pengabdian terhadap olahraga dapat terus dilakukan melalui berbagai peran.

Langkah ini sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet muda untuk tetap berkarya setelah menyelesaikan karier kompetitif.

Keberangkatan dua putra-putri terbaik Sumatera Barat ini diharapkan semakin memperkuat eksistensi Indonesia, khususnya Sumatera Barat, di dunia perwasitan karate internasional.

“Mohon doa restunya. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai wasit internasional,” kata Septri sesaat akan meninggalkan Ranah Minang menuju Dhaka, Bangladesh, Senin (13/7/2026).

“Saya juga mohon doa agar sukses meraih lisensi AKF,” pinta Martinel senada.

Keikutsertaan dua wakil Sumatera Barat dalam ajang internasional tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan olahraga di daerah.

Kehadiran mereka dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan karate di Sumatera Barat tidak hanya mampu melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di bidang perwasitan.

Prestasi tersebut diharapkan semakin mendorong semangat pembinaan karate di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Selain itu, keberhasilan wasit Indonesia menembus level Asia akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kompetisi nasional.

Pengalaman yang diperoleh selama bertugas maupun mengikuti ujian lisensi nantinya diharapkan dapat dibagikan kepada para wasit dan pelatih di Indonesia.

Dengan demikian, kualitas perwasitan karate nasional dapat terus berkembang mengikuti standar internasional.

Kejuaraan Karate Asia Selatan 2026 di Dhaka mempertemukan atlet kategori kadet, junior, U-21, senior, serta Piala U-14 Asia Selatan, sekaligus menjadi ajang peningkatan kualitas wasit dan pelatih di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF) dan World Karate Federation (WKF).

(emil/kalibrasinews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini