MENTAWAI, Kalibrasinews.com – TNI AD kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Program tersebut resmi dibuka lewat upacara militer yang digelar di Lapangan Upacara Makodim 0319/Mentawai, Kamis (7/5/2026) pagi.
Berdasarkan rilis Penerangan Korem (Penrem) 032/Wirabraja, upacara pembukaan dipimpin langsung Kapoksahli Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Benny Febrianto selaku Inspektur Upacara.
Sementara posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Bactiar Baringbing.
Kegiatan Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengusung tema “Melalui Bakti TNI AD untuk Rakyat, Menguatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai”.
Tema tersebut menegaskan fokus TNI AD dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan pada wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Benny Febrianto menegaskan bahwa kegiatan karya bakti bukan hanya sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
Menurutnya, TNI lahir dari rakyat dan harus terus hadir membantu masyarakat melalui kerja nyata yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga.
“TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Lewat karya bakti ini, kita hadir membantu percepatan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mentawai. Ini kerja nyata, bukan sekadar seremonial,” tegas Brigjen Benny di hadapan peserta upacara.
Rangkaian kegiatan pembukaan juga diisi dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada personel dan masyarakat yang akan terlibat dalam pelaksanaan karya bakti.
Brigjen TNI Benny Febrianto menyerahkan cangkul dan sejumlah peralatan pertanian lainnya sebagai tanda dimulainya program tersebut.
Peralatan itu nantinya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan fisik di lapangan, mulai dari pembukaan lahan produktif, normalisasi saluran irigasi pertanian, hingga pembangunan jalan usaha tani di sejumlah titik wilayah Kodim 0319/Mentawai.
Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain mendukung sektor pertanian, program karya bakti juga dinilai memiliki dampak sosial yang cukup besar bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kehadiran personel TNI di tengah warga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terdiri dari sejumlah pulau membuat akses pembangunan di beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak.
Melalui program seperti ini, pemerintah dan TNI berupaya mempercepat pemerataan pembangunan agar masyarakat di daerah kepulauan dapat merasakan fasilitas yang lebih baik, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pertanian warga.
Perbaikan akses jalan usaha tani misalnya, diharapkan mampu mempermudah distribusi hasil panen sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Pembukaan Karya Bakti Skala Besar TA 2026 turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Hadir dalam kegiatan itu unsur Pemerintah Kabupaten Mentawai, Polres Kepulauan Mentawai, Kejaksaan, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga perwakilan instansi vertikal lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan berbasis gotong royong.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar pelaksanaan karya bakti dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Dandim 0319/Mentawai melalui Pasiter Kapten Inf Andrianto menjelaskan bahwa program Karya Bakti Skala Besar TA 2026 tidak hanya menyasar kegiatan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk kegiatan fisik, program difokuskan pada pembukaan lahan tidur, normalisasi saluran air pertanian, serta perbaikan akses jalan menuju sentra produksi pangan.
Sementara kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan pertanian, sosialisasi wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan gratis, hingga pembagian sembako kepada warga kurang mampu.
Program penyuluhan pertanian menjadi salah satu fokus penting karena sebagian masyarakat Mentawai masih menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pertanian tradisional.
Dengan adanya pendampingan dan edukasi dari pihak terkait, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memahami teknik pengelolaan lahan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari ke depan dengan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat secara bergotong royong.
Melalui program tersebut, Kodim 0319/Mentawai berharap ketahanan pangan di Kepulauan Mentawai semakin kuat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di Bumi Sikerei.
(/rel)



