Insannul Kamil Resmi Jabat Ketua LPJK 2025-2029: Sosok Ramah, Mudah Bergaul & Dewan Pakar PWI Sumbar

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Akademisi Unand yang sarat pengalaman, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng, dilantik menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstriksi (LPJK) Indonesia, periode 2025-2029, oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Pelantikan tersebut merupakan tindaklanjut dari proses panjang yang sudah dijalani. Sebelum ditetapkan komposisi LPJK Indonesia, ratusan calon menjalani proses seleksi.

Para kandidat juga harus melewati seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) di DPR-RI, kemudian wakil rakyat menetapkan tujuh orang untuk duduk di LPJK.

Bersama pria humanis dan penuh empati yang akrab disapa Nanuk, komposisi LPJK Indonesia diisi oleh Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T., Ir. Hambali, S.T., MT., Ir. Bastian Sodunggaron Sihombing, M.Eng, Dr. Ir. Michael Sofian Tanuhendrata, M.PM, MM., Dr. Ir. Sigit Adjar Susilo, MM., MT., Muhammad Ikhsan, S.T, M.Sc., Ph.D.

Keberadaan LPJK sangatlah penting bagi dunia jasa konstruksi nasional. Lembaga ini berada di bawah Kementerian PU. Tugasnya mengatur, membina, dan mengawasi jasa konstruksi di Indonesia.

Dengan peran strategis tersebut, LPJK diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku industri konstruksi, serta tenaga profesional di bidang keinsinyuran.

Lembaga ini juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan standar kompetensi dan kualitas pelaku jasa konstruksi terus meningkat seiring dengan kebutuhan pembangunan nasional yang semakin kompleks.

Berperan dalam sertifikasi, penyelenggaraan sistem informasi, dan peningkatan kualitas industri konstruksi, serta memiliki kekuatan dan kelemahan terkait birokrasi dan teknologi.

Kebutuhan dalam pengembangan dan pengawasan ditujukan agar pembangunan infrastruktur bangsa ke depan tidak amburadul, selain itu ada juga tantangan dalam peningkatan infrastruktur dan transformasi digital, namun terancam oleh perubahan regulasi dan persaingan global.

Insannul Kamil tidak asing di dunia jasa konstruksi Indonesia. Berawal dari mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Andalas, kemudian menyelesaikan pendidikan magister dalam bidang rekayasa fracture mechanics di Toyohashi University of technology Jepang dan menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang facilities management di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia.

Pengalaman akademik dan profesional tersebut menjadi modal penting bagi Insannul Kamil dalam memimpin LPJK Indonesia.

Dengan kombinasi keilmuan teknik, manajemen, serta pengalaman organisasi yang panjang, ia dinilai memiliki kapasitas untuk mendorong penguatan tata kelola sektor jasa konstruksi di tingkat nasional.

Ia juga seorang dosen di Departemen Teknik Industri Universitas7 Andalas. Dalam kapasitas akademisi, dirinya juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Teknik UNAND, Wakil Rektor Universitas Andalas, Ketua Program Studi Doktor Teknik Industri UNAND dan Ketua Pusat Studi Data Sains dan Artificial Intelligence Universitas Andalas.

Di dunia profesi yang sejalan dengan latar belakangnya sebagai Insinyur, Insannul Kamil kemudian pernah dipercaya selama dua periode sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sumbar.

Ketika terjadi gempa di Sumbar, tahun 2007, berkekuatan 6,4 SR, banyak korban meninggal, ratusan bangunan rusak.

Saat itu, Nanuk bersama tim PII Sumbar melakukan pemeriksaan dan pendataan bangunan di Agam.

Keterlibatan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebencanaan menunjukkan kepedulian Insannul Kamil terhadap keselamatan publik.

Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana keahlian teknis di bidang rekayasa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Hasil pendataan tersebut diserahkan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan demi keselamatan masyarakat dikemudian hari.

Sosok ramah dan mudah bergaul ini kemudian juga diberi amanah untuk sejumlah aktivitas.

Saat ini, Ia masih tercatat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ketengalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar untuk periode kedua, Ketua Umum Badan Keahlian Mesin (BKM) PII, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Dewan Pakar PWI Sumatera Barat.

“Kami turut bangga, Pak Nanuk sosok akademisi dan memiliki profesional keinsinyuran yang intens, kepemimpinannya kuat dan sudah teruji. Semoga sehat selalu dan sukses menunaikan amanah yang diberikan bangsa,” kata Ketua PWI Sumbar Widya Navies didampingi Sekretaris Firdaus Abie.

Kata Widya Navies, kepercayaan yang diberikan kepada Nanuk memimpin LPJK RI, tentu saja menjadi sebuah kebanggaan bagi Sumbar.

Beliau putra Minang pertama yang dipercaya memimpin lembaga tersebut, sekaligus bukti bahwa Sumbar tidak pernah berhenti “memproduksi” putra-putri terbaiknya untuk bangsa.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini