JAKARTA, Kalibrasinews.com — Pemerintah bersama Danantara Indonesia dan Arm Limited membuka pelatihan semikonduktor bagi para insinyur bertalenta yang ingin ikut membangun masa depan teknologi bangsa.
Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi menyebutkan bahwa saat ini, industri semikonduktor menjadi fondasi bagi berbagai teknologi masa depan mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perangkat pintar, hingga kendaraan listrik.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor Semikonduktor dinilai menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.
Selama ini, industri Semikonduktor global didominasi oleh negara dengan ekosistem riset dan manufaktur yang kuat, sehingga Indonesia perlu menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing di level internasional.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya insinyur lokal yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bersama Arm sebagai perusahaan semikonduktor terkemuka asal Inggris, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari praktisi global, memahami ekosistem teknologi terkini, sekaligus membuka peluang karier di industri semikonduktor yang terus berkembang.
Kolaborasi dengan Arm juga menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring internasional di bidang Semikonduktor.
Melalui kerja sama ini, peserta tidak hanya mendapatkan akses terhadap materi pelatihan berkualitas, tetapi juga wawasan mengenai standar industri Semikonduktor global yang terus berkembang pesat.
Hal ini dinilai mampu meningkatkan daya saing talenta Indonesia dalam menghadapi tantangan revolusi industri berbasis teknologi tinggi.
Pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari perjanjian kerangka kerja (framework) antara Danantara dan Arm di Inggris pada 23 Februari 2026.
Lebih jauh, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun ekosistem Semikonduktor nasional yang berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, pemerintah juga mendorong penguatan riset, pengembangan industri, serta kemitraan dengan berbagai pihak untuk mempercepat transfer teknologi Semikonduktor ke dalam negeri.
Dengan pendekatan terintegrasi, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan dokumen tersebut sebagai perhatian pada percepatan langkah Indonesia menguasai teknologi semikonduktor.
Pendaftaran “Joint Semiconductor Training” dibuka hingga 3 Mei 2026 dan pelatihan akan diselenggarakan pada 20-22 Mei 2026 di Jakarta. Syarat mengikuti pelatihan yaitu sebagai berikut:
- Mahasiswa minimal tahun ke-3 atau fresh graduate (lulusan baru)
- Latar belakang studi Ilmu Komputer atau Teknik Elektro
- Profesional atau chip engineer berpengalaman
Untuk pendaftaran dapat diakses melalui tautan berikut https://bit.ly/PelatihanARM.
Program pelatihan ini juga diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja di bidang Semikonduktor yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.
Dengan kurikulum yang dirancang berbasis praktik dan kebutuhan industri, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teknis, tetapi juga kemampuan problem solving yang relevan dengan tantangan nyata di sektor Semikonduktor.
Pendekatan ini dinilai penting agar lulusan pelatihan dapat langsung terserap di dunia kerja tanpa memerlukan proses adaptasi yang terlalu panjang.
Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan peserta pelatihan terbaik berkesempatan direkrut oleh perusahaan BUMN.
Keberadaan program ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara dunia pendidikan dan industri Semikonduktor di Indonesia.
Perguruan tinggi diharapkan dapat menyesuaikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri Semikonduktor yang terus berkembang, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang lebih siap pakai.
Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem talenta yang berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja berbasis teknologi tinggi.
Dengan adanya program ini, peluang untuk berkontribusi dalam industri Semikonduktor semakin terbuka luas bagi generasi muda Indonesia.
Langkah ini tidak hanya menjadi investasi pada pengembangan talenta, tetapi juga pondasi penting dalam mewujudkan kemandirian teknologi nasional.
Ke depan, penguatan sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta mempercepat transformasi digital di berbagai sektor strategis.
Di sisi lain, penguatan sektor ini juga berpotensi menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia, terutama dari perusahaan teknologi global yang membutuhkan basis produksi dan pengembangan baru.
Dengan kesiapan talenta lokal yang semakin meningkat melalui pelatihan seperti ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.
Hal ini tentu akan memberikan dampak positif tidak hanya pada sektor teknologi, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
(/rel)



