Cek Fakta di Balik Penulisan Buku “Presiden Solusi”

JAKARTA, Kalibrasinews.com — Presiden RI Prabowo Subianto sudah mengeluarkan 108 solusi dalam memecahkan tantangan yang dihadapi selama 1,5 tahun memimpin Indonesia yang tertuang sistematis di dalam buku “Presiden Solusi”.

Buku ini ditulis oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari; Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan; serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis, Agung Gumilar Saputra.

Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang dikutip redaksi Kalibrasinews.com pada Selasa (9/6/2026) bahwa Muhammad Qodari menjelaskan bahwa gagasan buku “Presiden Solusi” berangkat dari upaya untuk merekam secara sistematis berbagai kebijakan dan langkah transformasi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Menuju sosok Presiden sekaligus Bapak Transformasi Bangsa, rekam jejaknya kita catat di buku “Presiden Solusi” ini. Ada 108 solusi dan akan terus bertambah karena ini baru data awal,” ujar Qodari dalam Launching & Bedah Buku “Presiden Solusi” Problem Solving ala Presiden Prabowo Subianto di University Club Jakarta, Senin (8/6/2026) kemarin.

Menurutnya, buku tersebut disusun sebagai dokumentasi atas berbagai solusi kebijakan yang telah dihasilkan dan akan terus berkembang seiring kepemimpinan Presiden Prabowo.

Buku ini dapat menjadi rujukan untuk memahami arah perubahan yang sedang dilakukan pemerintah.

“Buku “Presiden Solusi” menunjukkan bagaimana Presiden Prabowo menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ujar Qodari.

Tanggung jawab sejarah

Dirgayuza Setiawan mengatakan gagasan buku “Presiden Solusi” berangkat dari refleksi atas pengalaman keseharian di lingkungan kerja Presiden Prabowo.

Pembuatan buku ini juga terinspirasi dari biografi Ted Sorensen, penulis naskah Presiden John F. Kennedy, yang menekankan pentingnya “beban sejarah” bagi orang-orang di sekitar Presiden untuk menuliskan dan merekam sejarah kemenangan.

Dirgayuza dan tim komunikasi kepresidenan memiliki tanggung jawab untuk merekam perjalanan kebijakan yang terjadi sehari-hari di lingkungan Presiden.

“Bagi orang-orang yang bekerja di kantor Presiden, kalian memiliki beban sejarah untuk menuliskan dan merekam sejarah kemenangan,” ujar Dirgayuza.

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan pemahaman publik terhadap berbagai program pemerintah.

“Publik tahu Pak Prabowo punya program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan program (prioritas) lainnya, namun belum memahami kenapa program-program itu lahir dan masalah apa yang ingin diselesaikan,” katanya.

Buku “Presiden Solusi” disusun dengan format sederhana agar pembaca mudah memahami tantangan dan solusi yang disiapkan Presiden Prabowo.

Buku ini menampilkan masalah, solusi, serta before–after kebijakan agar publik dapat melihat kerja pemerintahan secara lebih utuh dan sistematis.

Menyelami Pola Pikir

Sejauh ini Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Dalam kurun 1,5 tahun pemerintahannya, Prabowo berhasil menghadirkan solusi atas 108 permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Presiden Solusi” yang merangkum 108 persoalan beserta solusi yang dihadirkan pemerintah, mulai dari kelangkaan LPG hingga pupuk.

Buku tersebut ditulis oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra.

Dalam peluncuran buku di Jakarta, Senin kemarin Dirgayuza mengatakan bahwa buku tersebut bukan sekadar memuat capaian yang diraih Prabowo dalam waktu singkat, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami gagasan, pendekatan kepemimpinan, serta cara Prabowo dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, Prabowo mampu menorehkan capaian tersebut karena meyakini bahwa kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak boleh ditunda.

Alasannya, lanjut dia, Prabowo ingin masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah.

“Bapak Presiden kita, merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu. Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin,” ujar Dirgayuza.

Ia menambahkan bahwa langkah cepat Prabowo tersebut bukan dilakukan tanpa perhitungan yang matang.

Dirgayuza mengamati bahwa Prabowo selama ini menggunakan kerangka berpikir Observe, Orient, Decide, and Act (OODA) Loop sebelum mengambil keputusan.

OODA Loop merupakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang umum digunakan di lingkungan militer, di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan beradaptasi.

Dalam kerangka tersebut, pengambil keputusan umumnya memulai dengan mengumpulkan data, menganalisisnya, menentukan solusi terbaik, lalu mengimplementasikannya.

Karena menggunakan pendekatan tersebut, Prabowo disebut sangat mengikuti perkembangan informasi.

Ketika terdapat fakta atau temuan baru di masyarakat, ia akan mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan yang dinilai paling tepat.

“Jadi kami bekerja dengan beliau, setiap hari kami melihat bagaimana beliau sangat mengikuti perkembangan dan tidak mengubur fakta yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Menurut Dirgayuza, pola kepemimpinan Prabowo tersebut jarang mendapat sorotan publik.

Oleh karena itu, ia bersama Qodari dan Agung memutuskan untuk menuangkannya ke dalam buku “Presiden Solusi”.

Senada, Agung juga menilai bahwa Prabowo tidak pernah bersikap impulsif dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan pengalamannya, Prabowo selalu mempertimbangkan suatu keputusan secara matang, bahkan hingga tiga pekan lamanya.

“Beliau sudah wise banget memikirkan semua sebelum diputuskan,” kata dia.

Kehadiran buku Presiden Solusi diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi masyarakat untuk memahami berbagai kebijakan pemerintah dari sudut pandang yang lebih komprehensif.

Selain mendokumentasikan sejumlah capaian, buku tersebut juga berupaya merekam proses berpikir, pertimbangan, serta arah kebijakan yang menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini