JAKARTA, KalibrasiNews.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa inovasi digitalisasi pendidikan Indonesia baru-baru ini memperoleh penghargaan dari International Telecommunication Union (ITU), salah satu badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi, disebutkan bahwa Prabowo mengatakan ITU menempatkan Indonesia di peringkat pertama dari 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
Hal itu, lanjutnya, merupakan bukti bahwa digitalisasi pendidikan Indonesia semakin diakui dunia.
Pengakuan di tingkat internasional tersebut dinilai menjadi dorongan bagi Indonesia untuk terus mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan.
Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
Digitalisasi juga membuka peluang bagi peserta didik dan tenaga pendidik untuk memperoleh materi pembelajaran yang lebih beragam dan mudah diakses.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan pendidikan berbasis digital di tingkat global.
Capaian itu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi di bidang pendidikan.
“Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).
Adapun pengakuan yang dimaksud Prabowo adalah penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026.
Indonesia, yang diwakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), menjadi juara pertama pada kategori e-government melalui program Rumah Pendidikan.
Rumah Pendidikan merupakan aplikasi yang menyediakan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform.
Melalui integrasi berbagai layanan dalam satu aplikasi, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
Kehadiran platform digital tersebut juga mempermudah peserta didik, guru, maupun satuan pendidikan dalam mengakses berbagai kebutuhan pembelajaran tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Selain mendukung proses belajar, platform tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam berbagi materi, metode, maupun inovasi pembelajaran.
Pengembangan layanan digital menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi, pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah diharapkan semakin optimal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional menuju sistem yang lebih modern.
Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mengakses materi pembelajaran, sementara tenaga pengajar dapat bertukar pikiran dan berbagi gagasan dengan sesama pendidik.
Prabowo mengatakan aplikasi tersebut sangat membantu siswa dalam mengakses 4.843 materi pembelajaran gratis serta mendukung tenaga pengajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Saat ini, lanjutnya, aplikasi tersebut telah memiliki 6,9 juta pengguna.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat,” jelas dia.
Kendati demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, perjalanan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional masih panjang.
Oleh karena itu, pemerintah, lanjutnya, akan terus berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan agar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar dapat mengakses pendidikan dengan kualitas terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027.
Penambahan tersebut akan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif.
“Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik,” pungkas dia.
Penghargaan internasional yang diraih Indonesia menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pendidikan terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Capaian tersebut diharapkan semakin memacu pemerintah untuk memperluas akses teknologi pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui berbagai inovasi dan dukungan infrastruktur digital, pemerataan layanan pendidikan diharapkan dapat terwujud secara lebih optimal.
Komitmen pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan juga menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, transformasi pendidikan nasional diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pendidikan Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
(/rel)



