JAKARTA, KalibraaiNews.com – Pemerintah menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, terutama bagi kalangan militer dan pemerintahan yang pernah merasakan langsung kepemimpinan serta dedikasinya selama puluhan tahun pengabdian.
Sosoknya dikenal sebagai figur yang disiplin, tegas, namun tetap mengedepankan stabilitas nasional dalam setiap kebijakan strategis yang diambil.
Siaran Pers (press release) Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI, mewakili pemerintah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan doa untuk Almarhum.
“Beliau (Try Sutrisno) adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri, mendharmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara. Mari kita panjatkan doa supaya beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima seluruh amal dan perbuatan. Apalagi beliau dipanggil menghadap Allah SWT di bulan Ramadan yang suci,” kata Prasetyo di Jakarta, Senin (2/3/2026).
“Kami juga mendoakan supaya keluarga yang ditinggalkan supaya diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan,” ia menambahkan.
Sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang peran penting almarhum dalam perjalanan sejarah politik Indonesia.
Mereka menilai Try Sutrisno sebagai figur pemersatu yang mampu menjembatani dinamika transisi politik nasional pada masanya dengan pendekatan yang tenang dan penuh pertimbangan.
Prasetyo mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi untuk memberikan penghormatan terbaik kepada Almarhum Try Sutrisno.
Penghormatan negara kepada almarhum direncanakan mengikuti tata upacara kenegaraan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan pengabdiannya.
Pemerintah memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan dengan penuh khidmat serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut memberikan penghormatan terakhir.
“Kami mewakili pemerintah, sejak tadi pagi sudah berkoordinasi dengan RSPAD, garnisun, Kemensetneg kami minta untuk memberikan perhatian yang terbaik yang bisa kita berikan kepada Almarhum Bapak Try Sutrisno,” ujarnya.
Prasetyo juga mengajak generasi penerus bangsa agar dapat mengingat serta meneladani pengabdian Try Sutrisno untuk bangsa dan negara.
“Mari lah kita generasi muda untuk meneladani apa yang sudah beliau contohkan kepada kita dalam memberikan dharma bakti terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” tutupnya.
Dalam perjalanan kariernya, Try Sutrisno dikenal memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat sebelum akhirnya dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis nasional.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat sekaligus memahami dinamika keamanan dan pembangunan nasional.
Sebagai informasi, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.58 WIB.
Selama masa pengabdiannya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998, Try Sutrisno banyak terlibat dalam agenda pembangunan nasional serta menjaga stabilitas pemerintahan di tengah situasi politik yang dinamis pada akhir era Orde Baru.
Try Sutrisno merupakan purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang lahir di Surabaya pada 15 November 1935.
Ia dikenal sebagai tokoh militer yang berpengaruh dan aktif berbicara mengenai isu-isu strategis kenegaraan.
Selain dikenal sebagai tokoh militer, Try Sutrisno juga aktif memberikan pandangan strategis terkait pertahanan negara, kebangsaan, serta persatuan nasional setelah memasuki masa purnawirawan.
Pemikirannya kerap menjadi referensi dalam diskusi kebijakan nasional dan wawasan kebangsaan.
Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak panjang pengabdian yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Pemerintah berharap nilai-nilai dedikasi, loyalitas, serta semangat pengabdian yang diwariskannya dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun Indonesia ke depan.
Semasa hidupnya, Try Sutrisno juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kalangan prajurit serta masyarakat sipil, dengan gaya kepemimpinan yang sederhana namun berwibawa.
Banyak pihak menilai pendekatan humanis yang ia tunjukkan menjadi salah satu faktor yang membuatnya dihormati lintas generasi, baik di lingkungan militer maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak panjang pengabdian yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Pemerintah berharap nilai-nilai dedikasi, loyalitas, serta semangat pengabdian yang diwariskannya dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun Indonesia ke depan.
(/rel)



