JAKARTA, Kalibrasinews.com – Transformasi pendidikan digital di Indonesia mendapat sorotan dunia. Penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) secara masif di ruang kelas dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan inklusif.
Papan tulis interaktif yang mulai digunakan secara luas di berbagai sekolah menjadi simbol perubahan besar dalam sistem pendidikan nasional.
Papan tulis ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga menjadi media utama dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan dinamis.
Dengan dukungan teknologi visual dan interaktif, siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan serta berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di kelas.
Siaran pers (press release) Bakom RI menyebutkan sorotan itu datang dari platform media, Global South World. Melalui akun Instagram resminya, platform ini mengunggah video yang memperlihatkan antusiasme siswa dalam menggunakan teknologi IFP di ruang kelas. Proses belajar mengajar terlihat lebih hidup dan interaktif, dengan siswa aktif terlibat dalam memahami materi pelajaran.
Papan tulis digital juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru dapat menggabungkan berbagai elemen seperti video, animasi, hingga simulasi interaktif dalam satu tampilan, sehingga proses belajar menjadi lebih variatif dan tidak monoton.
Hal ini secara tidak langsung membantu meningkatkan minat belajar siswa serta menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan komunikatif.
Sejumlah siswa mengaku lebih mudah mencerna pelajaran dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. “Lebih gampang dicerna aja di otak kita sih kak,” ujar seorang siswa. “Terus kita jadi bosen gitu ngeliat papan tulis yang putih doang,” tambah siswi lainnya.
Dalam unggahannya, Global South World mencatat bahwa sekitar 288.000 layar interaktif telah digunakan di seluruh Indonesia, menggantikan papan tulis konvensional.
Teknologi ini memungkinkan guru menyampaikan materi dengan ragam visual yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan dan perhatian siswa dalam proses belajar.
Peningkatan penggunaan teknologi ini juga menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, dari metode konvensional menuju pembelajaran berbasis digital.
Dengan dukungan perangkat yang memadai, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global di masa depan.
Program ini juga disebut telah menjangkau sedikitnya 21 juta siswa hingga November 2025, dengan dukungan pelatihan kepada lebih dari 55.000 guru. Kehadiran teknologi ini tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga memperkuat peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif.
Pelatihan bagi para guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi teknologi ini. Dengan kemampuan yang terus ditingkatkan, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung proses belajar.
Lebih jauh, penggunaan IFP juga mendorong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan pada mata pelajaran yang mereka sukai. Sejumlah siswa mengaku lebih menikmati pelajaran informatika, sementara yang lain merasakan pembelajaran matematika menjadi lebih menarik.
“Apalagi untuk pelajar matematika, yang biasanya murid lebih boring untuk menggunakan papan tulis, dengan ini lebih fun,” ujar seorang siswi.
Perubahan suasana belajar yang lebih menyenangkan ini turut berdampak pada peningkatan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pelajaran. Mereka menjadi lebih berani untuk bertanya, berdiskusi, serta mencoba berbagai metode pembelajaran baru yang sebelumnya jarang dilakukan dalam sistem konvensional.
Tak hanya itu, teknologi ini juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas, termasuk bagi siswa dengan minat di bidang olahraga. “Aku mau jadi atlet tenis meja. Aku bisa menggunakan digitalnya buat nonton pertandingan atlet yang aku suka,” kata seorang siswa.
Selain itu, papan tulis interaktif ini dirancang agar dapat digunakan baik secara online maupun offline, serta dilengkapi opsi penggunaan tenaga surya bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. Dengan pendekatan ini, transformasi digital pendidikan diharapkan dapat menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, transformasi pendidikan digital di Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Pemanfaatan teknologi secara merata menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif serta berkelanjutan di masa depan.
(/rel)



