Aceh, KalibrasiNews.com – Kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara. Personel TNI aktif membersihkan rumah-rumah warga, terutama milik lansia yang terdampak parah akibat endapan lumpur dan material banjir.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, prajurit Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonif TP 852/ABY melakukan pembersihan rumah lansia di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Tamiang Hulu. Rumah-rumah dibersihkan secara bertahap, mulai dari halaman hingga bagian dalam rumah yang tertimbun lumpur tebal. TNI menggunakan cangkul, sekop, dan gerobak sorong untuk mengeruk lumpur agar rumah cepat layak huni.
Salah satu rumah yang menjadi fokus pembersihan adalah milik Bapak Zulkifli. Hingga saat ini, progres pembersihan mencapai 30 persen, terutama pada bagian dalam rumah yang tersisa lumpur tebal. Sementara itu, rumah Bapak Paini difokuskan pada endapan lumpur di halaman dengan progres sekitar 25 persen. Di rumah Bapak Jumangin, proses pembersihan telah mencapai 85 persen, khususnya di bagian dalam rumah yang paling terdampak.

Pembersihan rumah Bapak Sukimin juga menjadi perhatian tim TNI. Lumpur setebal sekitar 50 sentimeter dikeruk dengan bantuan alat manual, dan progres pembersihan tercatat sekitar 60 persen. Begitu pula rumah Ibu Ngatizah di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, yang mulai dibersihkan dengan fokus pada endapan lumpur yang telah mengering di halaman rumah. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi warga lansia, yang terbatas secara fisik sehingga sulit membersihkan rumah sendiri.
Di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, TNI juga membersihkan rumah warga di Desa Pematang Durian. Rumah Bapak M. Yusuf telah mencapai progres 80 persen dengan fokus pada halaman yang penuh lumpur, sementara rumah Bapak Alias dan rumah Andika masing-masing telah dibersihkan sekitar 50 persen dan 80 persen. Proses pembersihan ini dilakukan secara bergotong-royong antara TNI dan warga setempat untuk mempercepat pemulihan.
Upaya serupa berlangsung di Kabupaten Bireuen. Di sektor Peusangan, personel TNI membersihkan rumah warga atas nama Bapak Yusup, Ibu Nana, dan Bapak Saifudin. Sedangkan di Peusangan Siblah Krueng, rumah Bapak Januar Amri juga dibersihkan dari sisa lumpur banjir. Di Kecamatan Samalanga, rumah Ibu Mardiah dan Ibu Salbiyah menjadi prioritas, termasuk pembersihan endapan lumpur di halaman samping rumah. Aktivitas ini menunjukkan komitmen mereka dalam membantu masyarakat lansia yang terdampak bencana, mengingat mereka memiliki keterbatasan fisik untuk membersihkan rumah sendiri.
Tidak hanya di Aceh, pembersihan rumah warga juga dilakukan di wilayah Sumatera Utara. Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, personel TNI membersihkan lumpur, batang kayu, serta perabot rumah tangga yang rusak akibat banjir. Lumpur yang mengendap di dalam dan sekitar rumah dikeruk secara manual, kemudian diangkut dengan gerobak sorong. Kehadiran TNI di lokasi ini membantu warga lansia untuk kembali tinggal di rumah mereka dengan aman dan nyaman.
Di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI membersihkan endapan lumpur yang telah mengering di halaman dan sekitar rumah warga. Pembersihan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak sisa perabot atau struktur rumah yang masih bisa dipakai. Aktivitas ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menerima edukasi singkat dari personel TNI mengenai langkah-langkah pencegahan kerusakan lebih lanjut pascabanjir.
Kegiatan pembersihan rumah lansia ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana. Kehadiran mereka tidak hanya meringankan beban warga secara fisik, tetapi juga memberikan dorongan moral dan semangat bagi masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Warga lansia yang semula khawatir dengan kondisi rumahnya kini dapat tersenyum lega melihat rumah mereka kembali bersih dan layak huni.
Program pembersihan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Dengan koordinasi yang baik, proses pemulihan pascabencana menjadi lebih cepat dan efektif. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan warga cara menjaga kebersihan rumah dan lingkungan pascabanjir agar risiko kesehatan dan kerusakan rumah di masa depan bisa diminimalisir.
Melalui fokus pada lansia dan warga yang paling terdampak, TNI membuktikan kehadirannya bukan sekadar sebagai aparat militer, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam kegiatan kemanusiaan. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih tangguh, menjaga rumah dan lingkungan, serta memulihkan kehidupan sehari-hari dengan lebih cepat pascabencana.(/rel)



