PADANG PANJANG, KalibrasiNews.com – Polres Padang Panjang turut ambil bagian dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan Penanaman Serentak sebagai bagian dari Gerakan Pemulihan Ekosistem yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Megamendung, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam kegiatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Padang Panjang IPTU Ronald Hidayat, S.H., M.H. hadir mewakili Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K.
Siaran pers Humas Polres Padang Panjang yang diterima redaksi KalibrasiNews.com menyebutkan bahwa kegiatan penanaman serentak ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak dalam mendukung upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem, khususnya melalui penghijauan serta penanaman kembali kawasan yang membutuhkan pemulihan lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Barat, BKSDA Sumatera Barat, Kodim 0307/Tanah Datar, Polres Padang Panjang, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar, PLN UPT Padang, Manajer Utama Karya Infrastruktur Sumatera Barat, Wali Nagari Singgalang, Ketua KAN Nagari Singgalang serta staf BKSDA Sumatera Barat.
Kasat Reskrim Polres Padang Panjang IPTU Ronald Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
“Polres Padang Panjang mendukung penuh Gerakan Pemulihan Ekosistem ini. Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait dan masyarakat untuk menjaga kawasan hutan serta lingkungan agar tetap lestari,” ujar Kasat Reskrim.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan membutuhkan proses yang tidak sebentar karena tanaman yang baru ditanam masih memerlukan perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan gerakan pemulihan ekosistem tidak hanya ditentukan dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlangsungan pertumbuhannya di kawasan tersebut.
Keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menjaga agar program penghijauan dapat berjalan secara konsisten.
Masyarakat di sekitar kawasan juga memiliki peran dalam menjaga tanaman serta lingkungan agar tidak kembali mengalami kerusakan.
Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membangun kepedulian yang lebih luas terhadap keberadaan kawasan hutan dan sumber daya alam.
Dengan perhatian yang dilakukan secara bersama-sama, manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diikuti dengan kepedulian untuk merawat tanaman yang telah ditanam. Dengan demikian, upaya pemulihan ekosistem benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Polres Padang Panjang dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan Polri terhadap program pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, instansi terkait dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Melalui kegiatan penanaman serentak ini, diharapkan upaya tersebut dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan ekosistem, menjaga kelestarian kawasan hutan serta meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan.
Kegiatan di TWA Megamendung juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa kawasan konservasi memiliki fungsi penting yang perlu dijaga secara bersama-sama.
Keberadaan hutan dan vegetasi di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Karena itu, kegiatan penghijauan perlu diikuti dengan kepedulian terhadap kondisi kawasan setelah penanaman selesai dilakukan.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis dan masyarakat dapat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak kegiatan serupa di kawasan yang membutuhkan pemulihan.
Dengan keterlibatan yang berkelanjutan, gerakan pemulihan ekosistem dapat memberikan hasil yang lebih nyata bagi kelestarian alam di Sumatera Barat.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.30 WIB dan berjalan dengan aman, tertib serta kondusif.
Dukungan terhadap pemulihan ekosistem di TWA Megamendung diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman serentak, tetapi berlanjut melalui perawatan dan pengawasan kawasan secara berkala.
(/KalibrasiNews.com)



