PADANG, Kalibrasinews.com – Pengurus Persatuan Wartawan Sumatera Barat atau PWI Sumbar sepakat untuk menyembelih hewan kurban pada Sabtu (30/5/2026) mendatang.
Sementara pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H telah diumumkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) yakni pada Rabu (27/5/2026).
Hal itu mengemuka dalam rapat pengurus PWI Sumbar yang dipimpin oleh Ketua PWI Sumbar Widya Navies.
Disamping jajaran pengurus harian serta Dewan Kehormatan (DK) PWI Provinsi juga hadir segenap pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) PWI Sumbar.
“Setelah mendengarkan saran dari berbagai pihak, termasuk senior kita, maka kita sepakati hari penyembelihan pada Sabtu, 30 Mei 2026,” kata Widya Navies dalam rapat yang kali ini dipandu oleh Firdaus Abie selaku sekretaris PWI Sumbar.
Dikatakan, ada lima sapi kurban yang bakal disembelih pada hari itu.
Lima sapi kurban merupakan bantuan dari para mitra yang selama ini memiliki perhatian serta senantiasa bekerja sama dengan PWI Sumbar.
Selain sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial, agenda penyembelihan hewan kurban tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi antaranggota PWI Sumbar bersama mitra kerja.
Tradisi tahunan itu selama ini rutin digelar dan melibatkan pengurus, anggota, serta keluarga besar organisasi sebagai bentuk kebersamaan di lingkungan insan pers Sumatera Barat.
“Ada dari Bank Nagari, ada dari Polda, ada dari PT Semen Padang. Ada juga salah satu dewan pakar kita yang menyumbang kambing,” tegasnya.
Pada hari yang sama, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) juga akan memasak yang dikomandoi Ketua IKWI Sumbar Nina Firdaus.
Masakan itu akan dihidangkan kepada panitia kurban.
Tidak hanya fokus pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, kegiatan tersebut nantinya juga direncanakan diisi dengan kebersamaan antaranggota dan keluarga wartawan.
Sejumlah pengurus berharap agenda tahunan itu dapat menjadi ruang memperkuat solidaritas internal organisasi sekaligus mempererat hubungan emosional antaranggota PWI dan IKWI Sumbar di tengah kesibukan profesi jurnalistik sehari-hari.
Pada kesempatan sama rapat juga membahas tiga agenda, yaitu Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang seyogianya digelar masing-masing kabupaten/kota PWI se-provinsi Sumbar.
Pengurus PWI Sumbar juga mendorong agar pelaksanaan OKK di daerah dapat berjalan lebih aktif dan merata sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya wartawan di kabupaten dan kota.
Melalui kegiatan tersebut, para jurnalis diharapkan semakin memahami etika profesi, aturan organisasi, serta tanggung jawab pers dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Lebih lanjut, agenda pelaksanaan seleksi atlet Porwanas di Kota Payakumbuh hingga terdekat waktunya adalah persiapan pemotongan hewan kurban.
OKK PWI di Kabupaten/Kota Dalam konteks dunia jurnalistik, OKK adalah singkatan dari Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian.
Ini merupakan program pengenalan dan penyaringan awal yang wajib diikuti untuk menjadi anggota organisasi profesi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Program OKK diselenggarakan oleh organisasi profesi untuk memastikan wartawan baru memahami dasar-dasar jurnalistik, etika profesi, dan aturan organisasi sebelum nantinya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Selain menjadi sarana penguatan kapasitas wartawan, pelaksanaan OKK juga dinilai penting untuk menjaga profesionalitas organisasi pers di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat.
Dengan pemahaman organisasi dan kode etik yang baik, wartawan diharapkan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional serta terhindar dari praktik-praktik yang dapat mencederai marwah profesi pers.
Berikut adalah hal-hal pokok yang biasanya dipelajari dan menjadi syarat dalam OKK:
- Materi Utama: Pemahaman tentang Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan pedoman Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
- Materi Organisasi: Sejarah, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta tata cara dan aturan berorganisasi.
- Tahapan Karir: OKK umumnya menjadi pintu masuk awal atau syarat administratif sebelum seorang jurnalis bisa mengambil jenjang UKW (Muda, Madya, Utama).
Dalam rapat tersebut, sejumlah pengurus juga berharap agenda OKK ke depan dapat melibatkan lebih banyak wartawan muda dari berbagai daerah di Sumbar.
Regenerasi dinilai menjadi hal penting agar organisasi tetap memiliki kader-kader jurnalis yang memahami profesionalitas, etika, serta tantangan dunia pers yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Bagi anda yang berada di wilayah Sumatera Barat, pendaftaran atau jadwal OKK biasanya diumumkan melalui cabang pengurus daerah setempat, seperti PWI Sumatera Barat.
Dengan sejumlah agenda yang telah disusun tersebut, PWI Sumbar berharap kegiatan organisasi sepanjang tahun 2026 dapat berjalan maksimal dan memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Mulai dari agenda sosial keagamaan hingga peningkatan kapasitas wartawan melalui OKK, seluruh program diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi pers sekaligus menjaga profesionalitas insan jurnalistik di Sumatera Barat.
(rel/Kalibrasinews.com)



