Presiden Prabowo dan MBZ Buka Puasa Bersama dengan Sajian Khas Timur Tengah

ABU DHABI, KalibrasiNews.com — Suasana akrab dan hangat tergambar saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ, di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).

Siaran Pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebutkan Prabowo dan MBZ tampak akrab berbincang di kompleks Istana Qasr Al Bahr.

Mereka duduk berdua di bawah pepohonan palem yang rindang, ditemani angin segar sore khas Abu Dhabi.

Usai berbincang di halaman Istana, Prabowo melanjutkan buka puasa dan bersantap makan malam di dalam ruangan.

Nampak sejumlah sajian makanan khas Timur Tengah juga sudah tertata rapi dan penuh di meja makan.

Melalui akun Instagram resminya, @prabowo, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berbuka puasa bersama Presiden MBZ di bulan Ramadan 1447 H.

Dalam pertemuan itu, keduanya juga berbincang mengenai penguatan kerja sama strategis di berbagai bidang antara Indonesia dan UEA.

“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan UEA demi kesejahteraan rakyat kedua negara,” ujar Prabowo.

Dalam momen tersebut, kedua pemimpin turut menegaskan komitmen bersama untuk terus memperdalam kerja sama strategis antara Indonesia dan UEA.

Pertemuan bernuansa Ramadan tersebut juga dinilai menjadi pendekatan diplomasi personal yang efektif, di mana hubungan antar pemimpin negara tidak hanya dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui interaksi kultural dan keagamaan.

Momentum berbuka puasa bersama memperlihatkan kedekatan emosional sekaligus memperkuat kepercayaan dalam menjalankan agenda kerja sama jangka panjang antara kedua negara.

Suasana Ramadan yang khidmat sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan bilateral yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan UEA.

(Foto: Bakom RI)

Bahas Penguatan Investasi

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat.

Di UEA, Prabowo bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi.

Di sana, Prabowo bersama Presiden MBZ nampak bertegur sapa dan saling berbincang dengan hangat.

“Terima kasih sudah datang,” sambut Presiden MBZ kepada Presiden Prabowo.

Prabowo lantas membalas sambutan tersebut dengan mengucapkan terima kasih sembari memeluk Presiden MBZ atas penerimaan dan penyambutan hangat yang diberikan kepada dirinya dan delegasi Indonesia.

“Terima kasih telah menerima saya,” ujar Prabowo.

Keduanya kemudian melangsungkan pertemuan bilateral secara khidmat dalam suasana santai sembari menunggu waktu berbuka puasa di taman terbuka istana.

Nuansa berbeda ini hadir dengan latar pohon-pohon palem dan senja khas Abu Dhabi yang semakin menambah kehangatan suasana persahabatan.

Pertemuan kali ini menjadi bagian dari upaya mempererat dan memperluas kemitraan strategis Indonesia–UEA yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor, seperti energi, peningkatan investasi, hingga pengembangan kemitraan ekonomi masa depan yang berkelanjutan.

2026 juga menjadi tonggak sejarah peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA.

Lima dekade kemitraan tersebut menjadi landasan kuat bagi kedua negara untuk melangkah ke fase baru kerja sama strategis yang semakin luas, lebih substantif, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Pengamat hubungan internasional menilai intensitas komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan UEA dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah kemitraan yang semakin strategis.

Selain investasi dan energi, kolaborasi juga berpotensi diperluas pada sektor ketahanan pangan, teknologi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang menjadi prioritas kedua negara di kawasan masing-masing.

Sejumlah pejabat Indonesia turut mendampingi Presiden Prabowo, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.

Sementara itu, Presiden MBZ juga didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini