PADANG, KalibrasiNews.com — Penundaan pelaksanaan PON Beladiri yang sebelumnya dijadwalkan pada Oktober 2026 justru menjadi kabar positif bagi Sumatera Barat.
Perubahan jadwal tersebut memberikan ruang lebih luas bagi atlet Sumbar untuk memusatkan perhatian pada Porprov XVI yang juga berlangsung pada bulan yang sama.
PON Beladiri yang semula dipersiapkan untuk digelar tahun ini dialihkan ke 2027. Sementara itu, Porprov XVI Sumbar tetap berjalan sesuai jadwal, yakni mulai 2 hingga 14 Oktober 2026.
Dengan perubahan tersebut, atlet Sumbar tidak perlu lagi menghadapi dua agenda besar dalam waktu yang berdekatan.
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyambut positif keputusan pengalihan jadwal tersebut.
Menurutnya, kondisi ini dapat memberikan keuntungan bagi atlet yang dipersiapkan tampil dalam Porprov XVI Sumbar.
“Pengunduran jadwal ini akan menguntungkan bagi atlet Sumbar yang akan berlaga di Porprov XVI Sumbar,” ujar Septri, Rabu (2/9/2026).
Sebelum keputusan penundaan dikeluarkan, sejumlah atlet yang masuk dalam persiapan PON Beladiri harus membagi perhatian dengan agenda Porprov.
Jarak pelaksanaan kedua kompetisi yang berdekatan berpotensi membuat konsentrasi atlet terbagi karena harus mempersiapkan diri untuk dua level pertandingan sekaligus.
Bukan hanya persoalan latihan. Kondisi fisik, waktu pemulihan, strategi pertandingan hingga kesiapan mental juga perlu diperhitungkan ketika atlet menghadapi kompetisi dalam rentang waktu yang singkat.
Karena itu, mundurnya PON Beladiri membuat persiapan atlet Sumbar menjadi lebih leluasa.
Atlet Sumbar Bisa Fokus ke Porprov
Dengan perubahan kalender tersebut, atlet Sumbar kini dapat mengarahkan kemampuan terbaiknya untuk menghadapi Porprov XVI.
Kompetisi tingkat provinsi itu menjadi agenda terdekat yang harus diselesaikan sebelum persiapan menuju PON Beladiri kembali dilanjutkan.
Situasi ini juga memberi keuntungan bagi tim pelatih.
Mereka memiliki kesempatan untuk memantau performa atlet selama Porprov sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan yang masih terlihat ketika bertanding.
Hasil Porprov XVI nantinya dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat perkembangan atlet.
Dari penampilan tersebut, pelatih bisa mendapatkan gambaran mengenai kemampuan masing-masing atlet sebelum menyusun program pembinaan lanjutan menghadapi persaingan tingkat nasional.
Tambahan waktu menuju PON Beladiri 2027 juga memungkinkan proses pembinaan dilakukan secara lebih terarah.
Atlet tidak harus mengejar persiapan dalam waktu singkat sehingga latihan, pemulihan dan evaluasi dapat disusun secara bertahap.
Bagi KONI Sumbar, kondisi tersebut juga membuka kesempatan untuk melakukan pematangan terhadap atlet yang nantinya diproyeksikan tampil di ajang nasional.
Evaluasi dari Porprov dapat digunakan untuk melihat konsistensi performa atlet, termasuk menentukan bagian yang masih membutuhkan peningkatan sebelum menghadapi lawan dari daerah lain.
Kendala Tuan Rumah Picu Penundaan
KONI Pusat menetapkan pengalihan PON Beladiri melalui surat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.
Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Sebelumnya, Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah PON Beladiri yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Namun, kesiapan sejumlah fasilitas pertandingan menjadi salah satu persoalan dalam persiapan penyelenggaraan.
Beberapa venue terdampak gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026 sehingga membutuhkan renovasi sebelum dapat digunakan untuk pertandingan.
Selain kondisi fasilitas, kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menjadi bahan pertimbangan KONI Pusat.
Opsi untuk memindahkan pelaksanaan ke daerah lain sempat dipertimbangkan.
Namun, waktu yang tersisa dinilai terlalu singkat untuk mempersiapkan lokasi baru beserta berbagai kebutuhan penyelenggaraan PON Beladiri.
KONI Pusat kemudian mengambil keputusan untuk mengalihkan pelaksanaan PON Beladiri 2026 ke 2027.
Keputusan tersebut sekaligus memberikan tambahan waktu bagi daerah yang berkepentingan untuk mempersiapkan atlet secara lebih matang.
Bagi Sumbar, tambahan waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet.
Porprov XVI juga menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan atlet sebelum masuk ke persiapan berikutnya.
Porprov XVI Sumbar sendiri akan dibuka di Kota Solok pada 2 Oktober 2026.
Rangkaian pertandingan berlangsung hingga 14 Oktober, sedangkan Kabupaten Padang Pariaman ditetapkan sebagai lokasi penutupan.
Septri berharap atlet dan pelatih tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Target terdekat adalah memberikan penampilan maksimal di Porprov XVI.
Setelah itu, persiapan menuju PON Beladiri 2027 dapat dilakukan dengan waktu lebih panjang sehingga atlet Sumbar memiliki bekal yang lebih matang untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional. (*)



