Akses Pendidikan Masyarakat Miskin Diperluas, Sekolah Rakyat Tampung hingga 46 Ribu Tahun ini Siswa

JAKARTA, Kalibrasinews.com — Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5).

Siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi menyebutkan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan di berbagai daerah.

Pemerintah menilai masih banyak masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memperoleh pendidikan yang layak.

Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu anak-anak tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya, sekaligus membuka peluang agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang lebih merata.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan bahwa perkembangan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat akan meningkat signifikan pada tahun ajaran 2026–2027.

“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tahun 2026–2027 yang Insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32 ribu untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, berbagai persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan maksimal sejak dimulainya tahun ajaran baru.

Pemerintah saat ini fokus menyiapkan sarana belajar, kebutuhan tenaga pengajar, hingga dukungan fasilitas penunjang lainnya agar para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan program tersebut dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15 ribu peserta didik.

Dengan tambahan 32 ribu siswa baru tahun ini, total penerima manfaat program tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 46 ribu siswa.

“Tahun lalu 15 ribu lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat,” katanya.

Peningkatan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat dinilai menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang lebih terjangkau.

Pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh kesempatan belajar secara layak.

Selain membantu memperluas akses pendidikan, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan di sejumlah daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan ekonomi.

Menurut Gus Ipul, perluasan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan berkualitas.

Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan pendidikan yang lebih baik, anak-anak dari keluarga miskin diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya di masa depan.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Selain membahas pendidikan, Kementerian Sosial juga melaporkan perkembangan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Pemerintah ingin memastikan bansos tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi pintu masuk menuju program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima bantuan bisa mandiri ke depannya.

Selain menyalurkan bantuan sosial, pemerintah juga terus mendorong berbagai program pemberdayaan agar masyarakat memiliki peluang meningkatkan taraf hidup secara bertahap.

Melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga dukungan terhadap usaha masyarakat, pemerintah berharap penerima bantuan tidak hanya bergantung pada bansos, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang.

“Bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” ujarnya.

Pemerintah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin di berbagai daerah.

Dengan dukungan pendidikan yang lebih merata serta program pemberdayaan yang berkelanjutan, pemerintah ingin mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya di kemudian hari.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini