OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026 Resmi Ditutup, AI Takkan Bisa Kalahkan Nurani

PADANG, KalibrasiNews.com – Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Sumbar ditutup secara resmi oleh Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Zul Effendi.

Kegiatan yang dihelat di Edotel SMKN 9 Padang berlangsung mulai Jumat hingga Sabtu 14-15 Agustus 2026.

Pada sesi penutupan sebanyak 52 peserta dinyatakan sah sebagai anggota menyusul telah ikut OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026 tersebut.

Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi mengemukakan bahwa tantangan profesi wartawan ke depan bakal semakin kompetitif dan butuh kemampuan serta keterampilan.

“Apabila wartawan tak mampu untuk menghadapi kemajuan teknologi digital maka bisa jadi akan tergilas, Terlebih dengan pesatnya kemajuan teknologi digital seperti keberadaan Artificial intelligence (AI),” ujar Zul Effendi saat menyampaikan arahan penutup di hadapan para peserta OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026.

Menurutnya, kecanggihan Artificial intelligence AI atau kecerdasan buatan memang tak bisa dipungkiri telah membawa insan pers ke dalam situasi disrupsi digital.

“Namun demikian, secanggih apa pun teknologi AI sesungguhnya takkan bisa mengalahkan hati nurani manusia,” tandas Zul Effendi.

Sebelum ditutup, 52 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan OKK dengan serius dan fokus.

Mereka berkemeja putih dengan tekun mengikuti kegiatan.

Sembari duduk dalam suatu ruangan hotel sekolah itu. Pada setiap sesi,  tak ada yang beranjak. Materi demi materi dibedah, tanya jawab tak putus.

Kegiatan yang dulunya dikenal dengan istilah Karya Latih Wartawan itu bagi para peserta bukan sekadar pelatihan biasa.

OKK menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh dunia organisasi sekaligus menjadi bagian dari proses bergabung dengan keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Selama mengikuti kegiatan, peserta tidak hanya berhadapan dengan materi jurnalistik, tetapi juga diperkenalkan dengan aturan organisasi dan tanggung jawab yang menyertai profesi mereka.

Hal tersebut menjadi penting karena kemampuan menulis berita harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap etika dan aturan pers.

Seorang wartawan dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki nilai informasi sekaligus tetap menghormati kepentingan masyarakat.

Proses orientasi seperti ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa menjadi wartawan bukan hanya soal mengejar informasi.

Ada tanggung jawab profesional yang harus dijaga ketika sebuah informasi dibawa ke ruang publik.

Mengingat hal ini sebagai pintu masuk menjadi keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi wartawan tertua di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga  Sumbar Kehilangan Dua Tokoh Besar Dunia Olahraga

Semula dari 84 pendaftar, hingga yang dinyatakan lolos seleksi administrasi serta verifikasi sebanyak 59 peserta. Sisanya harus menunggu gelombang berikutnya.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Ini OKK pertama tahun ini untuk kawan-kawan calon anggota PWI Sumbar. Tapi bukan yang terakhir. Insya Allah kita buka lagi. Bisa dua kali, tiga, empat kali dan seterusnya,” kata Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, dalam sambutan pembukaan yang disampaikan via WhatsApp dan disiarkan lewat pengeras suara.

Pesan Widya sederhana tapi mengena: jaga marwah PWI.

“Tulis yang benar, berimbang, dan bermanfaat untuk masyarakat. Karena wartawan PWI adalah penjaga demokrasi dan kebenaran informasi.”

Selama dua hari, peserta tidak duduk mendengarkan ceramah panjang.

Setiap narasumber hanya diberi 10 menit. Setelah itu, ruang dibuka untuk dialog, debat, bahkan adu argumen.

Sesi pertama dibuka dengan sejarah. Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar sekaligus Ketua Panitia OKK, M. Khudri, memaparkan riwayat singkat PWI, PWI Sumbar, dan jejak wartawan di ranah Minang.

Lalu giliran Sawir Pribadi, Zul Effendi, dan Firdaus Abie.

Dengan moderator Romi Delfiano, ketiganya mengurai soal Keorganisasian dan Dewan Kehormatan PWI.

Sesi kedua, panggung dipegang Emil Mahmudsyah, Sukri Umar, dan Devi Diany. Moderator kembali ke M. Khudri.

Tema: Kode Etik Jurnalistik/KEJ & Kode Perilaku Wartawan/KPW, UU Nomor 40 tentang Pers Tahun 1999, aturan-aturan dasar yang sering dilanggar tanpa sadar.

Puncaknya di sesi ketiga, saat Reviandi, Guspa, dan Soesilo naik.

Materinya teknis: teknik peliputan, wawancara, menulis berita, hingga menulis feature. Lagi-lagi Romi Delfiano memandu.

“Kawan-kawan peserta OKK ini ternyata wartawan-wartawan yang sudah berpengalaman. Jadi saya lebih suka sharing saja,” ujar Reviandi disambut tawa, saat menjelaskan teknik wawancara.

Hingga malam, serta di luar gedung, Padang diguyur angin malam.

Di dalam ruangan para peserta OKK masih duduk sambil menulis, bertanya, dan mempersiapkan diri untuk satu sumpah profesi yang sama.

Penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta menjadi penanda berakhirnya OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026.

Namun, bagi 52 peserta yang dinyatakan sah sebagai anggota, kegiatan tersebut justru menjadi awal dari perjalanan baru di lingkungan organisasi dan profesi jurnalistik.

(/kalibrasinews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini