Konvensi Media Massa HPN 2026 Banten: Disrupsi Digital dalam Mata Rantai

SERANG, KalibrasiNews.com – Disrupsi digital adalah mata rantai dari perjalanan kehidupan manusia dalam konteks HPN 2026. Sejauh tiga kelompok masyarakat yang terekam mengarungi pada era disrupsi tersebut.

Konvensi Media Massa yang digelar dalam rangka HPN 2026 tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi insan pers nasional untuk membaca perubahan lanskap informasi yang semakin kompleks.

Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara produksi dan distribusi berita, tetapi juga menggeser pola konsumsi informasi masyarakat yang serba cepat, instan, dan berbasis algoritma, sebagaimana menjadi perhatian dalam HPN 2026.

(Foto: Emil/KalibrasiNews.com)
Tema Konvensi Media Massa HPN 2026 : Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi Untuk Kepentingan Publik.

Dalam konteks ini, pers dituntut untuk tetap menjaga marwah profesi jurnalistik dengan berpegang pada etika, verifikasi, dan tanggung jawab publik, sekaligus beradaptasi dengan pola kerja baru yang ditentukan oleh kemajuan teknologi komunikasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Republik Indonesia (RI), Komaruddin Hidayat dalam sambutannya pada Konvensi Media Massa Nasional Hari Pers Nasional 2026 di Aston Serang Hotel, Provinsi Banten pada Minggu (8/2/2026).

HPN 2026 Pers mengusul tema Konvensi Media Massa seperti, Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi Untuk Kepentingan Publik.

Sejauh tiga kelompok masyarakat yang terekam mengarungi pada era disrupsi tersebut. “Kelompok pertama, merasa kalah dalam kompetisi di era digital. Selanjutnga, kelompok kedua yang wait and see atau tunggu dan lihat dari jauh. Terakhir, kelompok ketiga adalah mereka yang kreatif dan pionir, “ujar Komaruddin.

Pembagian tipologi masyarakat tersebut mendapat perhatian khusus dalam forum HPN 2026 karena mencerminkan realitas yang juga dialami oleh industri media. Banyak perusahaan pers berada pada persimpangan antara bertahan dengan pola lama atau melakukan transformasi menyeluruh agar tetap relevan.

Diskursus ini menegaskan bahwa kreativitas, inovasi konten, serta kemampuan membaca kebutuhan audiens menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan media di tengah persaingan platform digital global yang semakin dominan.

Ia menambahkan fungsi pers sebagai lembaga penyulingan laksana mendapatkan air bersih dalam hal ini informasi yang akurat dan valid.

Penekanan pada peran pers sebagai penyaring informasi dinilai semakin krusial pada momentum HPN 2026, mengingat derasnya arus konten yang beredar di ruang digital tanpa proses editorial yang memadai.

Hoaks, disinformasi, dan manipulasi opini publik berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat jika tidak diimbangi dengan kerja jurnalistik yang profesional.

Oleh sebab itu, Dewan Pers mendorong media untuk memperkuat standar redaksi, meningkatkan literasi digital, serta memperluas kolaborasi lintas platform demi menghadirkan informasi yang berkualitas bagi publik.

Pada kesempatan sama Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid mengemukakan bahwa penyajian berita yang cepat, tetapi harus tepat sekaligus akurat.

(Foto: Emil/KalibrasiNews.com)
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid mengemukakan bahwa penyajian berita yang cepat, tetapi harus tepat sekaligus akurat pada Minggu (8/2/2026).

Deklarasi

Selanjutnya, diadakan deklarasi dibacakan Wakil Ketua Dewan Pers, Toto Suryanto yakni suara dari segenap Konstituen Dewan Pers di antaranya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Persatuan Radio Stasiun Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi TV Lokal Indonesia, Asosiasi TV Swasta Indonesia, dan Serikat Penerbit SuratKabar/SPS.

Sambutan kegiatan ini juga diawali oleh Gubernur Banten Andra Soni yang diwakili oleh Sekdaprov Deden yang menyampaikan salam hangat orang nomor satu provinsi pemekaran Jawa Barat tersebut.

Dampak penyelenggaraan HPN 2026 juga dirasakan langsung oleh daerah tuan rumah, baik dari sisi ekonomi maupun promosi daerah.

Kehadiran ribuan insan pers dari berbagai provinsi menciptakan perputaran ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM lokal.

Selain itu, Banten memperoleh panggung strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya, serta agenda pembangunan kepada publik nasional melalui eksposur media yang luas selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Selama kegiatan Hari Pers Nasional seluruh hotel terisi penuh lantaran banyaknya yang hadir dalam kegiatan dan berumpulnya insan pers nasional, “ujar Deden.

Setelah pembukaan kegiatan Konvensi Media Massa dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan sederet narasumber yang kompeten aweta representatif masing-masing lembaganya. Di antaranya, Pembicara Utama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital atau Wamenkomdigi, Nezar Patria.

Moderator Direktur Eksekutif AMSI, Elin Y Kristiani serta para nara sumber, Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital & Suistainability Dewan Pers), Farida Dewi Maharani, Pelaksana tugas Direktur Eksekutif Media, Nuzula Anggeraini (Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik & Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas).

Berikutnya, Suprapto (Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas/KTP2JB), Neil Tobing (Ketua Bidang Penyiaran, Media Baru dan Tata Kelola Digital MASTEL), Agus Sudibyo (Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat), dan Yos Kusuma (Google News Partner Manager).

(/kalibrasiNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini