KUALA LUMPUR, Kalibrasinews.com — Negara bagian Terengganu, Malaysia, akan menjadi pusat penyelenggaraan Kejuaraan Olimpiade Asia Pasifik dan Program Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–10 September 2026.
Kegiatan internasional itu ditargetkan diikuti sekitar 400 peserta dari negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik.
Peserta yang diundang berasal dari Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Nepal, Pakistan, India, Sri Lanka, Maladewa, Bangladesh, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Thailand Selatan.
Rencana pelaksanaan program tersebut dibahas dalam pertemuan khusus pengurus Pacific Asia Travel Association (PATA) bersama Asosiasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang Terengganu Berhad di Gedung MaTic Tourism Malaysia Central Region, Jalan Ampang, Kuala Lumpur, Selasa, 12 Mei 2026 baru-baru ini.
Presiden Asosiasi Homestay Terengganu, Azmi bin Abdul Aziz kepada mengatakan, pembahasan dipimpin Ketua PATA Malaysia sekaligus Wakil Direktur Jenderal Promosi Pariwisata Malaysia, Datuk Musa Yusof.
Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Tourism Malaysia Wilayah Tengah, Norhuda Dini Mohd.Nasir.
Menurut Azmi, Terengganu dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan ajang internasional yang memadukan kompetisi akademik dan program edu-pariwisata berkelanjutan tersebut.
Azmi menjelaskan, pemilihan Terengganu sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.
Selain dikenal sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam, wilayah tersebut juga dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta pengalaman dalam mengembangkan konsep homestay berbasis masyarakat yang menjadi salah satu daya tarik utama program internasional tersebut.
Kompetisi yang digelar meliputi kemampuan matematika, bahasa Inggris, biologi, pidato, serta hafalan Al-Qur’an mulai 1 hingga 20 juz.
Penjurian akan dilakukan oleh Pusat Yayasan Sains Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mengikuti perlombaan akademik, tetapi juga mendapat kesempatan membangun jaringan internasional dengan pelajar dari berbagai negara Asia Pasifik.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran budaya, pengalaman pendidikan, hingga memperluas wawasan generasi muda di kawasan regional.
Selain kompetisi akademik, kegiatan juga diisi lokakarya pariwisata berkelanjutan yang melibatkan Fakultas Teknologi Kejuruteraan Kelautan UMT bersama Politeknik Hulu Terengganu.
Lokakarya tersebut nantinya akan membahas berbagai isu terkait pengembangan pariwisata ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga pengelolaan destinasi wisata berbasis keberlanjutan.
Para peserta juga direncanakan mengikuti sejumlah kunjungan lapangan ke kawasan wisata dan pusat kegiatan masyarakat di Terengganu.
Seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan itu sepakat segera mengirimkan undangan resmi kepada negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik untuk berpartisipasi dalam program yang menyasar pelajar tingkat sekolah menengah atas sederajat tersebut.
Program edu-pariwisata itu melibatkan sejumlah lembaga, antara lain Education Malaysia Global Services, Dinas Pendidikan Negeri Terengganu, Dinas Pendidikan Agama Islam Negeri Terengganu, Tourism Malaysia Wilayah Timur, serta komunitas homestay setempat.
Keterlibatan berbagai lembaga pendidikan dan pariwisata tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap pengembangan program berbasis pendidikan internasional di Malaysia.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat promosi sektor pariwisata Terengganu di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik.
Kegiatan internasional tersebut direncanakan dibuka Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Tiong King Sing.
Panitia penyelenggara menargetkan kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan berskala internasional yang mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai negara pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan konsep perpaduan pendidikan dan wisata berkelanjutan, program ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan antarnegara di kawasan Asia Pasifik.
Sementara penutupan dan penyerahan medali serta sertifikat penghargaan dijadwalkan dilakukan pimpinan Universiti Malaysia Terengganu.
“Nantinya seluruh kontingen akan ditempatkan di berbagai homestay di Teluk Ketapang dan kampung stay lainnya,” kata Azmi.
Sistem penempatan peserta di homestay masyarakat setempat juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal Terengganu secara langsung kepada para tamu internasional.
Para peserta nantinya akan merasakan pengalaman tinggal bersama masyarakat lokal sekaligus mengenal tradisi, kuliner, dan kehidupan sosial budaya di kawasan tersebut.
Melalui penyelenggaraan Olimpiade Asia Pasifik dan program edu-pariwisata berkelanjutan tersebut, Terengganu diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan dan pariwisata internasional di kawasan ASEAN.
Selain menjadi ajang kompetisi pelajar, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, budaya, dan pariwisata antarnegara.
(/kalibrasinews.com)



