Gerakan “Gentengnisasi” Bagian dari Visi Besar Pariwisata dan Penataan Lingkungan

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gerakan “gentengnisasi” yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota.

Gerakan Gentengnisasi dinilai menjadi simbol pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas ruang hidup masyarakat.

Melalui konsep ini, pemerintah ingin menghadirkan wajah kota dan kawasan permukiman yang lebih tertata, ramah lingkungan, serta selaras dengan arah pengembangan destinasi wisata nasional.

Upaya tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun dari aspek paling dasar, yakni lingkungan tempat tinggal warga.

Dalam kerangka besar Gentengnisasi, penataan visual kawasan perkotaan diposisikan sebagai pintu masuk untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Pemerintah menilai bahwa kesan pertama wisatawan terhadap suatu wilayah kerap ditentukan oleh kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan.

Karena itu, pembenahan atap bangunan, pengelolaan sampah, hingga penertiban elemen visual kota dipandang sebagai investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih jauh, Gentengnisasi juga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kesadaran kolektif warga, pemerintah daerah, serta pelaku usaha.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, penataan lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan menjadi budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.

(Foto: Bakom RI)
Mensesneg, Prasetyo Hadi

Menurut Prasetyo, Presiden memandang pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang harus terus didorong, dengan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai kunci utama.

“Jadi pertama begini, semangatnya adalah kalau kita lihat secara utuh kan pertama Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu yang harus kita dorong adalah sektor pariwisata,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2).

Dalam konteks tersebut, Mensesneg menyampaikan, Presiden memberikan perhatian khusus pada berbagai aspek kebersihan dan keindahan lingkungan yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak daerah.

“Nah, di situ ada beberapa hal yang menjadi atensi beliau dalam hal keindahan, dalam hal kebersihan diantaranya adalah masalah penggunaan atap yang berbahan seng, termasuk yang berikutnya misalnya berkenaan dengan masalah sampah,” imbuhnya.

(Foto: Bakom RI)
Mensesneg, Prasetyo Hadi

Prasetyo menuturkan, arah kebijakan tersebut telah disampaikan Presiden secara utuh dalam berbagai forum, termasuk dalam pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Ia menegaskan, inti dari gerakan tersebut merupakan ajakan Presiden kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperbaiki kualitas lingkungan.

“Beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan menggugah kita semua untuk mari kita menjadikan lingkungan kita itu jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, jauh lebih indah,” ungkap Prasetyo.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan daya tarik wisata yang lebih kuat, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

Prasetyo kembali menegaskan bahwa gentengnisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari agenda besar penataan lingkungan secara menyeluruh.

Selain menyasar kawasan perkotaan, pemerintah juga membuka peluang penerapan konsep Gentengnisasi di wilayah penyangga destinasi wisata dan desa-desa wisata.

Langkah ini dimaksudkan agar pemerataan kualitas lingkungan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah yang selama ini menjadi pintu masuk pariwisata berbasis alam dan budaya.

Dengan demikian, citra kawasan wisata dapat terbangun secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

(Foto: Bakom RI)
Mensesneg, Prasetyo Hadi

Prasetyo menilai, integrasi Gentengnisasi dengan program pembangunan daerah akan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar setiap wilayah dapat menyesuaikan implementasi kebijakan sesuai karakteristik lokal, tanpa menghilangkan semangat utama penataan lingkungan dan peningkatan kualitas ruang publik.

“Jadi bukan sekedar masalah Gentenisasi. Termasuk papan reklame, baliho-baliho, kemudian kabel-kabel yang mau disadari atau tidak disadari bahwa itulah yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kota agar kawasan perkotaan kembali tertata, indah, dan nyaman.

Terkait skema pelaksanaan, termasuk pendanaan dan teknis penggantian atap, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian.

“Teknis sedang didiskusikan dengan beberapa lintas kementerian, sebenarnya ini juga bukan baru kemarin di forum rakornas tersebut Bapak Presiden menyampaikan karena dalam pertemuan-pertemuan informal, ini sudah didiskusikan beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah berharap Gentengnisasi dapat menjadi bagian dari gerakan nasional penataan lingkungan yang berkelanjutan.

Tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, program ini juga diproyeksikan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menciptakan ruang hidup yang lebih layak bagi generasi mendatang.

Dengan pendekatan bertahap dan terukur, pemerintah optimistis transformasi wajah lingkungan Indonesia dapat terwujud secara konsisten.

Prasetyo menambahkan bahwa sejumlah kementerian telah diberikan tugas untuk menyiapkan solusi teknis guna mendukung implementasi program tersebut.

“Dan Beberapa Kementerian sudah diberi tugas misalnya bagaimana kita bisa menemukan penemuan2 atau teknologi-teknologi alat-alat untuk mencetak Gentengnya, manakala kita membutuhkan produksi Genteng dalam jumlah yang besar minta waktu sebentar dulu untuk di detailkan teknisnya,” tutupnya.(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini