Fadli Zon Ungkap Pentingnya Pelestarian Situs Syekh Burhanuddin Saat Temui Warga Terdampak Bencana

PADANG PARIAMAN, Kalibrasinews.com – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana alam di kawasan Cagar Budaya Kuburan Sibohong Syekh Burhanuddin Surau Gadang di Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (12/3/2026).

Siaran pers (press release) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) menyebutkan dalam rangkaian kunjungan kerja di Sumatra Barat, Menbud Fadli Zon sekaligus lokasi yang selama ini menjadi tempat ziarah. Selama ini, di kawasan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami sejarah serta asal-usul perkembangan agama Islam di Sumatra Barat.

Menbud Fadli Zon menyampaikan duka mendalam atas bencana alam yang terjadi di Padang Pariaman sekaligus mengajak masyarakat untuk saling menguatkan melalui semangat bergotong royong.

“Turut berduka atas masyarakat yang terdampak. Saya baru berkunjung ke Sumatra Utara untuk juga menyalurkan bantuan. Ke depan kita harus semakin waspada menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu serta menghadapi musibah ini dengan semangat gotong royong,” tuai Menbud Fadli Zon.

Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki tugas untuk melindungi warisan budaya, baik benda maupun takbenda. Situs Kuburan Sibohong Syekh Burhanuddin Surau Gadang merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis penting bagi masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, menjaga kawasan ziarah ini merupakan tanggung jawab bersama, baik dalam merawat fisik situs maupun nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

Secara simbolis, Menbud Fadli Zon menyerahkan bantuan berupa perlengkapan alat salat kepada perwakilan korong dan nagari di Padang Pariaman, yakni Korong Rajang, Korong Baruah, Nagari Sandi Ulakan, dan Nagari Sungai Batang, serta kepada pengurus Masjid Inyiak Deer dan Museum Perang Sintuk dari Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar.

Pada kesempatan sama, Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Aziz, mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian Surau Gadang sebagai situs bersejarah sekaligus pusat penyebaran Islam yang penting di tanah Minangkabau, khususnya Padang Pariaman.

Dalam sambutannya, ia menuturkan sejumlah objek budaya di Padang Pariaman yang telah tercatat sebagai Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda.

“Ada 98 Cagar Budaya di Padang Pariaman yang telah ditetapkan dan 15 Warisan Budaya Takbenda, dimana makam Sibohong Syekh Burhanuddin Surau Gadang tercatat sebagai salah satu Cagar Budaya Peringkat Provinsi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk terus memperkuat pendataan, pelindungan, dan pelestarian objek budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan semakin banyaknya warisan budaya yang ditetapkan, diharapkan keberadaannya dapat semakin terlindungi dan dikenal lebih luas.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah pejabat daerah setempat di antaranya, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Jempol; Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman.

Turut mendampingi Menbud Fadli Zon yakni Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan WIlayah III Sumatra Barat, Nurmatias.

Melalui bantuan yang diserahkan, Kementerian Kebudayaan berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik sehingga fungsi sosial, budaya, dan spiritual kawasan tersebut dapat tetap terjaga.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memastikan perlindungan dan keberlanjutan situs-situs bersejarah sebagai bagian penting dari memori kolektif bangsa.

“Minangkabau telah menunjukkan dialog kebudayaan yang sangat kuat. Ini merupakan formula yang kuat dan generasi muda harus ikut menjaganya,” pungkas Menbud Fadli Zon.

Kunjungan Menteri Kebudayaan tersebut juga menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi kawasan Cagar Budaya Syekh Burhanuddin yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perkembangan Islam di wilayah pesisir Sumatra Barat.

Kehadiran pemerintah pusat di lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi masyarakat setempat untuk terus menjaga serta merawat situs bersejarah yang memiliki nilai religius dan kultural yang tinggi bagi masyarakat Minangkabau.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, kunjungan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya yang menjadi identitas daerah.

Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam merawat situs-situs bersejarah, sehingga generasi mendatang tetap dapat mengenal nilai-nilai budaya, sejarah, serta tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu di tanah Minangkabau.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini