5 Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Sempat Diwarnai Saling Dorong

JAKARTA, Kalibrasinews.com – Aksi Demo Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) semua fakultas di Universitas Indonesia (UI) bersama mahasiswa dari sejumlah kampus lain di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026) telah mengajukan lima tuntutan.

Dalam suasana aksi tersebut sempat saling dorong antara aparat TNI-Polri dengan mahasiswa terjadi di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat sore.

Dalam aksi demo mahasiswa yang dikutip pemberitaan media nasional, termasuk Kompas.com merinci lima tuntutan yang dilontarkan dalam aksi kali ini.

Di antaranya terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut sebagai berikut:

  1. Stop Pemborosan APBN.
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
  5. Menuntut Prabowo Berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.

Kelima tuntutan tersebut menjadi fokus utama yang terus disuarakan peserta aksi sepanjang demonstrasi berlangsung.

Sejumlah mahasiswa membawa spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Selain itu, tuntutan juga disampaikan melalui pengeras suara agar dapat didengar oleh massa aksi maupun masyarakat sekitar.

Hingga Jumat sore masih terpantau oleh awak media nasional yang berada di lapangan, termasuk Kompas.com bahwasanya keributan itu pecah ketiga kalinya tepat di depan Gedung Thamrin Nine pada waktu memasuki pukul 16.30 WIB.

Dikabarkan, kondisi arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman arah Monas sempat lumpuh serta relatif sulit untuk bisa menembusnya.

Keributan bermula dari massa aksi yang memprotes aksi blokade yang dilakukan aparat agar mereka tak bisa menggelar demo di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Perbedaan pandangan mengenai lokasi penyampaian aspirasi menjadi salah satu pemicu ketegangan di lapangan.

Mahasiswa menilai Bundaran HI merupakan titik simbolis yang ingin mereka gunakan untuk menyampaikan tuntutan.

Sementara aparat keamanan berupaya membatasi pergerakan massa di area tersebut dengan pertimbangan pengamanan dan kelancaran aktivitas publik.

Sebetulnya, sejak awal rencana mereka adalah menggelar demonstrasi tepat di titik Bundaran HI dan telah memberikan surat pemberitahuan.

Lebih lanjut, massa yang berada di barisan paling depan pun membentuk barikade dengan berpegangan tangan, berhadapan dengan polisi.

Setelahnya, salah satu peserta aksi demonstrasi meneriakkan aba-aba agar massa maju ke depan.

Setelah barikade tertembus, barisan polisi lainnya berlari dari arah Bundaran HI dengan membawa barikade besi.

Kondisi di lapangan sempat membuat suasana menjadi tegang karena kedua pihak berusaha mempertahankan posisi masing-masing.

Meski demikian, koordinator lapangan dari kalangan mahasiswa beberapa kali mengimbau peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban.

Imbauan serupa juga disampaikan aparat agar demonstrasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan gangguan yang lebih luas.

Tameng itu dikerahkan agar mahasiswa tak bisa memasuki kawasan Bundaran HI yang dinilai merupakan jantung perekonomian ibu kota.

Berselang beberapa saat, beberapa massa berteriak “Awas gas air mata!” yang kemudian membuat massa aksi kembali mundur.

Setelah insiden tersebut selesai, massa mulai mendinginkan suasana dan duduk untuk bergantian menyampaikan orasi.

Meski sempat terjadi saling dorong, aksi kemudian berlangsung lebih tertib dengan orasi yang disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa.

Beberapa peserta terlihat duduk di badan jalan sambil mendengarkan pidato dan arahan dari koordinator aksi.

Aparat keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi situasi.

Hingga pukul 17.25 WIB, massa aksi masih belum berhasil mencapai titik aksi di Bundaran HI.

Mereka tertahan oleh kepungan aparat TNI-Polri di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Gedung Thamrin Nine.

Situasi di sekitar lokasi aksi sempat menjadi perhatian pengguna jalan karena arus kendaraan melambat pada sejumlah ruas di kawasan Sudirman-Thamrin.

Petugas lalu lintas terlihat melakukan pengaturan kendaraan untuk mengurangi kepadatan.

Sejumlah pengendara memilih mencari jalur alternatif guna menghindari area yang terdampak aksi.

Hingga malam hari, situasi di lokasi aksi dilaporkan tetap dalam pengawasan aparat keamanan.

Mahasiswa masih menyampaikan tuntutan mereka melalui orasi dan atribut demonstrasi yang dibawa.

Perkembangan lebih lanjut terkait tindak lanjut tuntutan maupun evaluasi pengamanan diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik.

(/net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini