KONI Sumbar Beri Penghormatan Terakhir untuk Munandar Maska & Thio Hok Seng

PADANG, Kalibrasinews.com — KONI Sumatera Barat memberikan penghargaan kehormatan kepada dua tokoh olahraga Sumbar, almarhum Drs H. Munandar Maska dan almarhum Thio Hok Seng, yang wafat pada Sabtu (9/5/2026).

Piagam penghargaan diserahkan langsung Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus di dua lokasi berbeda pada Kamis (14/5/2026) malam.

Piagam untuk Munandar Maska diserahkan di rumah duka, Komplek Karya REI Sejahtera Blok C-25 Perumnas Belimbing, Padang, dan diterima oleh putranya, Fadhillurrahman, disaksikan istri serta anak-anak almarhum lainnya.

Sementara penghargaan untuk Thio Hok Seng diserahkan di Rumah Duka Hok Tek Tong (HTT), kawasan Pondok, Padang.

Piagam diterima anak almarhum, Pretty Mery dan Christopher, disaksikan istri almarhum Monica Yaputra serta adik almarhum, Thio Hok Gim.

Sejumlah tokoh olahraga turut hadir, di antaranya mantan juara dunia, Nanda Telambanua.

Dalam piagam penghargaan dari KONI Sumbar kepada kedua tokoh olahraga itu tertulis penghormatan atas jasa dan dedikasinya bagi olahraga Sumatera Barat.

“Atas nama insan olahraga Sumatera Barat memberikan penghargaan kepada patriot olahraga asal Sumatera Barat. Terima kasih atas dedikasi dan pencapaian sepanjang hidup untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di level nasional dan internasional,” demikian isi piagam tertanggal 13 Mei 2026 tersebut.

(Foto: Humas KONI Sumbar)
KONI Sumatera Barat memberikan penghargaan kehormatan kepada tokoh olahraga Sumbar, almarhum Thio Hok Seng, yang wafat pada Sabtu (9/5/2026).

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian dan prestasi kedua tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga Sumatera Barat.

“Kami kehilangan dua tokoh besar olahraga Sumbar. Almarhum Munandar Maska dan Thio Hok Seng telah memberikan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih insan olahraga Sumbar atas jasa-jasa beliau,” kata Hamdanus.

Hamdanus menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada sosok yang telah mengabdikan hidupnya demi kemajuan olahraga daerah.

Menurutnya, dedikasi dan semangat kedua tokoh itu layak menjadi inspirasi bagi generasi muda dan keluarga besar KONI Sumbar untuk terus berprestasi di bidang olahraga.

Menurut Hamdanus, pengabdian kedua tokoh olahraga tersebut bahkan terus berlanjut melalui anak-anak mereka yang kini juga aktif di dunia olahraga.

Jejak Munandar Maska, misalnya, diteruskan putranya, Fadhillurrahman, yang saat ini juga dikenal sebagai wasit karate nasional.

Baca Juga  Jelang Porprov XVI 2026 Sumbar, KONI Kota Padang-Dispora Matangkan Strategi Raih Prestasi Hebat

Sementara putri Thio Hok Seng, Pretty Mery, tercatat sebagai atlet wushu Sumatera Barat.

“Ini membuktikan bahwa semangat olahraga dan pengabdian diwariskan dalam keluarga mereka. Apa yang telah diperjuangkan almarhum terus hidup dan diteruskan generasi berikutnya,” ujarnya.

Kehadiran keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh olahraga dalam penyerahan penghargaan KONI Sumbar tersebut juga menjadi bukti besarnya penghormatan masyarakat olahraga Sumbar terhadap jasa kedua almarhum.

Suasana haru terlihat saat piagam penghargaan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka masing-masing.

Diketahui, Munandar Maska wafat saat menjalankan tugas sebagai wasit dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Jawa Barat.

Ia sempat tidak sadarkan diri di arena pertandingan sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.05 WIB.

Selain dikenal sebagai wasit karate nasional, Munandar juga aktif sebagai ustaz dan pernah menjadi pengurus Masjid Raya Ganting, Padang.

Sementara itu, Thio Hok Seng dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik yang pernah dimiliki Sumatera Barat.

Ia sukses mengharumkan nama Indonesia melalui torehan tiga medali emas dunia.

Pada PON XI tahun 1985 di Jakarta, Hok Seng mempersembahkan medali emas untuk Sumbar.

Prestasi internasionalnya berlanjut dengan raihan medali emas dunia di Lima, Peru, tahun 1987 dan kembali mempertahankannya di Luksemburg pada 1988.

Prestasi yang ditorehkan Thio Hok Seng pada masa itu menjadi salah satu kebanggaan besar olahraga Sumatera Barat di tingkat internasional.

Namanya dikenal luas sebagai atlet yang mampu membawa harum nama Indonesia melalui cabang olahraga angkat berat di berbagai kejuaraan dunia.

Tak hanya itu, Hok Seng juga mencatatkan rekor deadlift 226 kilogram di Jerman yang semakin mengukuhkan namanya di level internasional.

Di tingkat nasional, ia kembali menyumbangkan emas bagi Sumbar pada PON berikutnya sebelum akhirnya cedera bahu kiri membuatnya batal tampil pada PON XV tahun 2000.

Kepergian Munandar Maska dan Thio Hok Seng meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga Sumatera Barat.

Namun, dedikasi, prestasi, dan semangat juang yang mereka wariskan akan terus dikenang insan olahraga dan KONI Sumbar sebagai bagian penting perjalanan sejarah olahraga Sumbar.

(/Kalibrasinews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini