Prabowo Targetkan Indonesia Produksi Sedan Listrik Tahun 2028, Indonesia Siap Masuk Era Baru Industri Otomotif

MAGELANG, Kalibrasinews.com — Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan motivasi besar Indonesia dalam industri kendaraan listrik. Dua tahun ke depan, tepatnya pada 2028, Prabowo menargetkan Indonesia sudah mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal.

Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi menyebutkan bahwa Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).

Pembangunan ekosistem kendaraan listrik juga menjadi faktor kunci dalam mewujudkan target tersebut.

Tidak hanya produksi kendaraan, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), jaringan distribusi, serta layanan purna jual harus disiapkan secara matang.

Tanpa dukungan ekosistem yang kuat, percepatan adopsi kendaraan listrik akan menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi sangat penting dalam membangun sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Prabowo yakin target tersebut dapat tercapai, mengingat kemampuan Indonesia yang kini sudah memproduksi kendaraan komersial berbasis energi ramah lingkungan.

Optimisme tersebut juga didukung oleh tren global yang terus bergerak menuju penggunaan kendaraan ramah lingkungan, sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk ikut bersaing dalam industri otomotif masa depan.

“Jadi hari ini, saya sangat gembira, saya sangat bangga, kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk listrik. Ini sangat-sangat penting,” ujarnya Prabowo.

“Dan, memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi besar-besaran mobil sedan dari listrik,” lanjutnya.

Target produksi sedan listrik pada 2028 juga menunjukkan ambisi pemerintah untuk memperluas segmen kendaraan listrik di dalam negeri.

Selama ini, pengembangan lebih banyak difokuskan pada kendaraan komersial seperti bus dan truk, namun ke depan pasar kendaraan penumpang diprediksi akan menjadi motor pertumbuhan utama.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta dukungan insentif dari pemerintah, permintaan terhadap mobil listrik diperkirakan akan terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang besar bagi industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Prabowo menilai capaian industri saat ini menjadi fondasi penting menuju target dalam mendukung swasembada energi.

Pengembangan industri kendaraan listrik juga tidak terlepas dari potensi besar Indonesia dalam hal sumber daya bahan baku, khususnya nikel yang menjadi komponen utama baterai.

Dengan cadangan nikel yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan banyak negara lain dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Pemerintah pun terus mendorong hilirisasi mineral agar tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti baterai dan komponen kendaraan listrik.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Indonesia kini tidak lagi sebagai konsumen, melainkan sudah memasuki fase sebagai produsen dengan memproduksi kendaraan listrik skala besar.

Transformasi dari negara konsumen menjadi produsen kendaraan listrik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri nasional.

Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai pasar besar bagi produk otomotif global, namun kini mulai menunjukkan kemampuan untuk berdiri sebagai pemain utama dalam rantai produksi.

Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja serta pengembangan teknologi lokal.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang berfokus pada hilirisasi industri dan pemanfaatan sumber daya alam, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

“Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar. Membanggakan,” kata Prabowo.

Dengan berbagai potensi dan langkah strategis yang telah dilakukan, target produksi sedan listrik pada 2028 bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Konsistensi kebijakan, dukungan investasi, serta kesiapan industri dalam negeri akan menjadi penentu keberhasilan program ini.

Jika terealisasi, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar besar, tetapi juga pusat produksi kendaraan listrik yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi dalam transisi menuju energi bersih.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini