PADANG, KalibrasiNews.com – Ratusan personel Polisi Militer Angkatan Darat, Laut dan Udara beserta satuan pendukung lainnya mengikuti upacara gelar Operasi Gaktib dan Yustisi, di lapangan Imam Bonjol Padang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar pada Jumat (13/2/2026).
Pelaksanaan upacara gelar pasukan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat dalam rangka Operasi Gaktib, diikuti oleh berbagai unsur Polisi Militer dari tiga matra TNI yang menunjukkan kesiapan personel dalam menjalankan tugas penegakan disiplin.
Kehadiran ratusan personel juga menjadi simbol komitmen bersama dalam Operasi Gaktib untuk menjaga profesionalisme aparat serta memastikan setiap prajurit menjalankan aturan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer.

Rilis Pendam XX TIB melalui Penrem 032/Wbr menyebutkan bahwa Kodam XX Tuanku Imam Bonjol menggelar Operasi Gaktib guna penegakan ketertiban dan Yustisi 2026.
Operasi Gaktib dan Yustisi menjadi agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya disiplin di tubuh TNI.
Melalui kegiatan ini, pengawasan terhadap perilaku prajurit dilakukan secara menyeluruh, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari, sehingga citra institusi tetap terjaga di tengah masyarakat.
Operasi Gaktib dan Yustisi menjadi agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya disiplin di tubuh TNI.
Melalui kegiatan ini, pengawasan terhadap perilaku prajurit dilakukan secara menyeluruh, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari, sehingga citra institusi tetap terjaga di tengah masyarakat.
Yakni sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, disiplin, dan tata tertib prajurit serta pegawai negeri sipik-Tentara Nasional Indonesia (PNS-TNI).
Selain menekankan kepatuhan terhadap aturan, operasi ini juga bertujuan memberikan edukasi hukum kepada prajurit dan PNS TNI agar memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran.
Pendekatan preventif dinilai penting agar pelanggaran dapat ditekan sejak dini melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo mengungkapkan kegiatan Operasi Penegakan Tata Tertib (Gaktib) dan Yustisi Tahun 2026 adalah untuk meningkatkan kepatuhan, disiplin dan juga tata tertib seluruh anggota TNI dan juga PNS,”
“Operasi kali ni juga bertujuan untuk menyelesaikan masalah pelanggaran hukum yang terjadi, ” ujar Kasdam Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo.
Dalam pelaksanaannya, aparat Polisi Militer akan melakukan pemeriksaan administrasi, penertiban kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi, serta pengawasan terhadap penggunaan atribut militer.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran individu terhadap pentingnya disiplin sebagai bagian dari kehormatan prajurit.
Kasdam dalam amanatnya menyampaikan arahan Panglima TNI bahwa pelaksanaan operasi tahun ini harus lebih dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme, serta upaya pencegahan dan penegakan hukum.
Penguatan profesionalisme prajurit menjadi fokus utama dalam operasi tahun ini, seiring tuntutan tugas TNI yang semakin kompleks.
Melalui pengawasan yang konsisten, diharapkan seluruh personel mampu menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam setiap pelaksanaan tugas.
Berdasarkan laporan pelaksanaan tahun 2025 lalu, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan 2024, pada operasi gaktib.
Di antaranya, jumlah pelanggaran turun dari 456 kasus menjadi 432 kasus atau menurun 5,62 persen. sementara itu, operasi yustisi mencatat penurunan signifikan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun 40,64 persen.
Penurunan angka pelanggaran tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan dan penegakan hukum yang dilakukan selama ini mulai memberikan hasil positif.
Meski demikian, pimpinan TNI menegaskan bahwa evaluasi tetap diperlukan agar tren penurunan pelanggaran dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
Adapun kegiatan operasi dilaksanakan sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember 2026 mendatang. Kegiatan ini dilakukan secara rutin.
Pelaksanaan operasi secara berkelanjutan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif seluruh personel terhadap pentingnya kepatuhan aturan dalam setiap aktivitas kedinasan.
Melalui pengawasan rutin dan evaluasi berkala, satuan Polisi Militer berupaya memastikan bahwa standar disiplin tetap terjaga sehingga pelaksanaan tugas pertahanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dan profesional.
Penutup amanatnya, kasdam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Prajurit dan pns tni atas dedikasi serta pengabdian yang telah ditunjukkan dalam menjaga disiplin dan kehormatan institusi.
Dengan digelarnya Operasi Gaktib dan Yustisi sepanjang tahun 2026, diharapkan tercipta lingkungan kerja militer yang semakin disiplin, profesional, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta kehormatan institusi TNI di tingkat daerah maupun nasional.
(/rel)



