Firdaus Abie Berbagi di Disdikbud Agam: Nyalakan Literasi Cerdaskan Anak Negeri

AGAM, KalibrasiNews.com – Andri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam bersama Firdaus Abie menyebutkan, pihaknya akan memberikan perhatian tambahan pada pengembangan literasi sekolah dimasa depan.

“Menyalakan literasi akan mencerdaskan anak negeri,” katanya saat diskusi bersama Firdaus Abie dengan peserta pengembangan literasi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Rabu (11/2).

Diskusi literasi tersebut berlangsung dalam suasana interaktif karena para peserta tidak hanya mendengarkan materi dari Firdaus Abie, tetapi juga berbagi pengalaman langsung terkait tantangan pengembangan budaya baca di sekolah masing-masing.

Berbagai persoalan di lapangan mulai dari keterbatasan fasilitas hingga rendahnya minat baca siswa menjadi topik yang dibahas bersama untuk mencari solusi yang realistis dan dapat diterapkan secara bertahap.

Ketika itu, sang Kadis menjadi moderator materi yang disampaikan Firdaus Abie terkait menumbuhkan budaya baca, serta memperkuat kemampuan literasi sebagai pondasi peningkatan kualitas pendidikan.

Sejumlah peserta memberikan pertanyaan kepada Firdaus Abie, serta mendiskusikan banyak hal. Ada juga yang mengajukan pertanyaan dan materi diskusi kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu literasi masih menjadi perhatian utama di lingkungan pendidikan Kabupaten Agam.

Para guru dan kepala sekolah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar tercipta ruang kolaborasi antara praktisi literasi dan pemangku kebijakan pendidikan daerah.

Andri mengakui, sehebat apa pun rencana sebuah kegiatan, jika tidak didukung pendanaan yang memadai, maka akan menyulitkan untuk bergerak.

Selama ini, banyak sekolah yang sudah bergerak dengan cara dan langkah masing-masing, akan tetapi masih banyak yang harus ditingkatkan. termasuk diantaranya pendanaan.

Menurut peserta diskusi, dukungan anggaran yang tepat sasaran akan membantu sekolah mengembangkan program literasi yang lebih kreatif, seperti penyediaan sudut baca, pelatihan guru, hingga kegiatan membaca bersama yang melibatkan orang tua siswa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan literasi tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya di lingkungan sekolah.

“Nanti akan kita bahas bersama untuk anggaran tahun berikutnya,” kata Andri yang disambut meriah perwakilan kepala SD dan SMP sekabupaten Agam.

Sebelum diskusi, Firdaus Abie memaparkan konsep Tiga Langkah Hebat pengembangan literasi di sekolah.

Konsep yang dipaparkan Firdaus Abie dinilai relevan dengan kondisi pendidikan saat ini karena menempatkan literasi sebagai bagian dari aktivitas harian siswa, bukan sekadar kegiatan tambahan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca secara alami sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas belajar.

Konsep tersebut ditawarkannya dari pengalaman lapangannya, terkait kosenterasinya memberikan bimbingan pengembangan literasi kepada pelajar, guru dan mahasiswa diratusan lokasi yang sudah didatangi dengan puluhan ribu penerima manfaat.

“Semua langkah diintegrasikan kepada pengembangan literasi,” kata Firdaus Abie, sang penulis novel berbahasa Minang Indang Talok Den Kanai Ati yang kini Direktur Harian Posmetro Padang.

Langkah tersebut, katanya, tidak masanya lagi hukuman kepada pelajar dalam bentuk fisik, “selama ini, kalau ada yang terlambat, mereka disuruh hormat bendera atau mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah. Sudahlah terlambat, mereka kemudian mengumpulkan sampah pula, semakin terlambatlah mereka masuk kelas,” kata Firdaus Abie.

Ikutan lainnya, tentu mereka masuk dengan keringat, sementara sejumlah sekolah sudah pakai AC, tentu akan menyebarkan aroma kurang bagus.

Firdaus Abie menawarkan, sanksi yang diberikan kepada pelajar yang melanggar dikaitkan dengan pengembangan literasi, begitu pun materi pelajar dan capaian positif pelajar dan guru, juga diintegrasikan kepada pengembangan literasi sekolah. Ia kemudian memberikan sejumlah contoh.

Seorang guru SMP buka rahasia, terkait membaca. Katanya, jangankan sampai pada tahapan memahami bacaan, di sekolahnya masih ada anak yang tidak bisa baca.

“Carikan buku yang tepat bagi mereka, bisa saja mereka diberikan buku bergambar yang biasa diberikan kepada anak-anak pra sekolah, banyak gambarnya sedikit narasinya, sampai mereka lancar membaca,” kata Firdaus Abie.

Kegiatan diskusi literasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan gerakan literasi sekolah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan pegiat literasi, upaya mencerdaskan anak negeri melalui budaya membaca diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini