JAKARTA, KalibrasiNews.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan paket stimulus jangka pendek untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026. Ia menyebut, anggaran yang disiapkan untuk kebijakan tersebut mencapai Rp12,83 triliun.
Paket stimulus tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Pemerintah menilai kuartal pertama memiliki peran krusial sebagai fondasi bagi kinerja ekonomi nasional sepanjang 2026, sehingga berbagai kebijakan diarahkan untuk mendorong aktivitas konsumsi masyarakat, memperkuat sektor transportasi, serta menjaga stabilitas sosial melalui perlindungan kelompok rentan.
Selain berdampak pada konsumsi rumah tangga, stimulus ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor riil, khususnya pariwisata, perdagangan, dan jasa transportasi.
Diskon tiket pesawat, kereta api, hingga tarif tol diproyeksikan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat antar daerah, yang pada gilirannya akan memicu perputaran ekonomi di berbagai wilayah, terutama menjelang periode libur panjang dan Idulfitri.
Menurut Airlangga, paket stimulus ini ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, mengingat kinerja ekonomi kuartal pertama sangat menentukan capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
Airlangga menekankan bahwa peningkatan daya beli masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketika konsumsi rumah tangga terjaga, maka aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan ikut terdorong.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan bahwa stimulus yang digelontorkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, sekaligus memberikan efek berganda terhadap sektor-sektor pendukung lainnya.

“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin (2025), kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (3/2).
Lebih lanjut, Airlangga merinci sejumlah paket stimulus yang akan digelontorkan pemerintah pada triwulan ini.
Dalam perancangannya, paket stimulus tersebut disusun secara lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaannya berjalan terkoordinasi.
Pemerintah juga memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki target yang jelas, baik dari sisi kelompok penerima manfaat maupun dampak ekonomi yang diharapkan, sehingga anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
Pertama, pemerintah akan memberikan diskon tarif penerbangan domestik hingga 16 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kebijakan di sektor transportasi udara dinilai strategis karena memiliki keterkaitan langsung dengan pergerakan manusia dan barang.
Dengan adanya keringanan biaya penerbangan, pemerintah berharap arus mudik dan perjalanan antardaerah dapat meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas nasional.
Dampak lanjutannya diharapkan terasa pada peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan usaha mikro kecil menengah, serta geliat ekonomi lokal di berbagai destinasi.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon pajak bandara sebesar 50 persen serta insentif pajak avtur bagi maskapai domestik.
Kedua, paket stimulus juga mencakup bantuan sosial (bansos) berupa beras 10 kilogram (kg) dan minyak goreng Minyakita selama dua bulan ke depan.
Sementara itu, penyaluran bantuan sosial pangan diarahkan untuk menjaga ketahanan konsumsi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Bantuan beras dan minyak goreng diproyeksikan membantu menekan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Pemerintah juga memastikan distribusi dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan terawasi, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima.
Ketiga, pemerintah akan menerapkan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen serta diskon tarif tol sebesar 20 persen.
Di sisi lain, kebijakan potongan tarif transportasi darat diharapkan dapat memperlancar arus logistik serta perjalanan masyarakat dalam negeri.
Diskon kereta api dan tol dipandang mampu meningkatkan frekuensi perjalanan jarak menengah dan jauh, sekaligus menekan biaya distribusi barang. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.
“Kapan berlakunya, nanti ada jadwalnya, karena transportasi kan bisa dipesannya secara online. Dalam website penerbangan, kereta api maupun kapal laut nanti akan di-announce,” imbuh dia.
Secara keseluruhan, rangkaian kebijakan paket stimulus ini mencerminkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi awal tahun.
Melalui kombinasi insentif transportasi, bantuan sosial pangan, serta dorongan konsumsi, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dapat terjaga sekaligus memberikan pondasi yang lebih kuat bagi kinerja ekonomi nasional sepanjang 2026.
Selain stimulus anggaran, pemerintah juga akan mendorong konsumsi rumah tangga melalui kebijakan kerja dari mana saja (work from anywhere).
Airlangga mengatakan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Ketenagakerjaan saat ini tengah menggodok regulasi terkait kebijakan tersebut. “Jadi work from anywhere sedang dibuat regulasinya,” tutup Airlangga.(/rel)



