TP PKK Agam Hidupkan Budaya Membaca di Nagari

AGAM, KalibrasiNews.com – Ketua TP PKK Kab Agam Hj Merry Benny Warlis, menyalakan gerakan literasi di seluruh nagari di kabupaten setempat. Katanya, perlu perhatian ekstra orang tua terhadap anak-anaknya.

Menurut TP PKK, kebiasaan membaca sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga karena rumah merupakan tempat pertama anak belajar mengenal berbagai nilai dan pengetahuan.

Orang tua diharapkan dapat menghadirkan suasana yang mendukung tumbuhnya minat baca, sebagaimana dianjurkan TP PKK, misalnya dengan menyediakan bahan bacaan ringan serta meluangkan waktu membaca bersama anak.

“Kita harus tahu, apa yang mereka baca. Apa yang mereka tonton,” kata Hj Merry, ketika tampil dihadapkan peserta seminar Mengembangkan Kepribadiaan yang Adatif dan Membangun Budaya Litetasi Diera Digital, di Aula Balairung, Kab Agam, Rabu (12/2).

Gerakan yang digagas TP PKK ini juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman, di mana anak-anak kini lebih banyak berinteraksi dengan perangkat digital.

Karena itu, literasi tidak lagi hanya berkaitan dengan buku cetak, tetapi juga kemampuan memahami informasi dari media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang diprakarsai Hj Merry, diikuti organisasi wanita sekabupaten Agam, baik yang ada ditingkat kabupaten, kecamatan, nagari dan jorong. Katanya, tontonan anak-anak harus dituntun.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK mendorong organisasi perempuan di tingkat nagari hingga jorong untuk mengambil peran aktif dalam menumbuhkan budaya membaca di masyarakat.

Kegiatan sederhana seperti taman bacaan, diskusi keluarga, maupun program membaca bersama dinilai dapat menjadi langkah awal yang efektif.

Bacaan mereka harus diarahkan. Tanpa dukungan dan pendampingan orang tua, anak-anak akan mengalami kesulitan dalam memilih dan memilah bacaan.

TP PKK juga mengingatkan bahwa pendampingan orang tua tidak harus dilakukan secara formal, tetapi bisa melalui percakapan santai mengenai buku atau tontonan yang dikonsumsi anak setiap hari. Cara ini dinilai mampu membantu anak memahami isi bacaan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis sejak dini.

TP PKK Kab Agam menghadirkan Firdaus Abie, seorang wartawan bersertifikasi sebagai Wartawan Utama dan pegiat literasi.

Ia membentangkan fakta-fakta yang merisaukan. Rendahnya minat baca, termasuk rendahnya pemahaman pelajar terhadap bacaan yang dibacanya.

Firdaus Abie mengutip fakta yang pernah diungkap Kepala Perpustakaan Nasional. Pemahaman terhadap bacaan yang dibaca pelajar hanya 15 persen dari naskah yang dibaca mereka.

Data yang disampaikan narasumber menjadi perhatian serius bagi TP PKK karena rendahnya pemahaman membaca dapat berdampak pada kualitas pembelajaran anak di sekolah.

Oleh sebab itu, gerakan literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

“Kenyataan ini menjadi tanggungjawab bersama dan menjadi pekerjaan besar bagi kita semua,” kata Firdaus Abie, sekaligus mengajak semua komponen memberikan perhatian terhadap fakta yang ada.

Pertemuan berlangsung seru. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman dan memberikan masukan untuk menyikapi persoalan yang terjadi.

Selain menyampaikan data rendahnya pemahaman bacaan, TP PKK menekankan pentingnya strategi jangka panjang untuk menumbuhkan minat baca di seluruh nagari.

Strategi tersebut mencakup pelibatan berbagai pihak, mulai dari guru, tokoh masyarakat, hingga media lokal, untuk menciptakan program literasi yang menyenangkan dan mudah diakses anak-anak.

TP PKK juga mendorong penerapan metode membaca interaktif, lomba literasi, serta pendampingan digital yang sesuai usia, sehingga anak-anak tidak hanya membaca teks, tetapi juga mampu memahami konteks dan menarik kesimpulan secara kritis.

Dengan cara ini, gerakan literasi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menumbuhkan budaya membaca yang kuat di masyarakat.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa program literasi yang didorong TP PKK mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.

Banyak peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus menawarkan gagasan agar kegiatan literasi dapat berjalan secara konsisten di masing-masing wilayah.

Firdaus Abie juga memberikan tips sederhana untuk menghadirkan minat baca, bagaimana berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Impian kita, kelak disemua Nagari dan Jorong, gerakan literasi bisa dilakukan,” kata Hj Merry Benny Warlis.

TP PKK berharap gerakan literasi ini dapat terus berkembang melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah nagari sehingga budaya membaca kembali menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Dengan keterlibatan bersama, upaya meningkatkan kualitas literasi diyakini mampu membentuk generasi muda yang lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini