PADANG, Kalibrasinews.com – Sebanyak 30 peserta terdiri dari atlet putra-putri handball yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026 Penataran Coaching Clinic Wasit dan Pelatih Handball yakni Sumatera Barat (Sumbar).
Sekum Pengkab ABTI Padang Pariaman, Muhammad Riki menyebutkan jadwal kegiatan berlangsung selama dua hari mulai dari 30-31 Mei 2026 kali ini digelar di dua lokasi.
Yakni bertempat masing-masing di Indoor Hall Bari Sicincin dan Outdoor di Pantai Cermin Kota Pariaman, Provinsi Sumbar.
Pada kesempatan sama, Sekum Pengkab ABTI Padang Pariaman, Muhammad Riki, didampingi Ketua pelaksana, Aditias berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan serta agendanya berjalan sesuai yang direncanakan
Kabid Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi Kalibrasinews.com, Minggu (31/5/2026) mengatakan mereka yang mengikuti Penataran Coaching Clinic Wasit dan Pelatih Handball Sumbar yakni berlisensi D Daerah.
Ketua Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumbar, Muhayatul, mengapresiasi bahwa kegiatan ini guna meningkatkan SDM pelatih dan wasit.
Ia meminta agar persiapan Porprov 2026 Sumbar nantinya mampu untuk melahirkan atlet yang berkualitas.
Keberadaan pelatih dan wasit yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan kualitas pembinaan olahraga bola tangan di daerah.
Melalui kegiatan coaching clinic ini, peserta tidak hanya memperoleh pembaruan materi terkait peraturan pertandingan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai metode pembinaan atlet yang efektif untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi, termasuk persiapan menuju Porprov yang semakin dekat pelaksanaannya.
Sebelumnya, Sekum ABTI Sumbar, Septri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta.
Utamanya, ia berharap agar peserta dapat mengikuti kegiatan sebaik mungkin.
Selain materi teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi praktik yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan di lapangan.
Kegiatan tersebut dinilai penting karena peran wasit dan pelatih sangat menentukan kualitas pertandingan, terutama saat pelaksanaan Porprov yang nantinya akan melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Mengingat dalam perkembangan bola tangan, katanya ada di tangan para peserta itu sendiri.
Para peserta terlihat aktif berdiskusi dengan pemateri mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan olahraga bola tangan di daerah.
Mulai dari peningkatan kualitas latihan, pembinaan usia dini, hingga kesiapan perangkat pertandingan menjadi pembahasan penting agar pelaksanaan kompetisi dan Porprov ke depan dapat berlangsung lebih profesional serta menghasilkan atlet berprestasi.
“oleh karena ini adalah olahraga olimpiade dan di Sumatera, kita merajai bola tangan. Ke depan yang akan kita hadapi adalah Porprov, Kejurnas, Porwil dan PON 2028, makanya persiapkan tim harus dimulai sejak dini,” ujar Septri, yang juga Waketum II KONI Sumbar tersebut.
Kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga seperti ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem bola tangan di Sumatera Barat.
Dengan semakin banyaknya pelatih dan wasit yang memiliki lisensi resmi, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah sehingga target prestasi pada ajang Porprov, Kejurnas, maupun tingkat nasional dapat tercapai secara maksimal.
Sementara itu, Alamsyahri, yang merupakan perwakilan dari Pengkab ABTI turut antusias sekaligus mendukung kegiatan kali ini.
“Kegiatan seperti ini dinilai sangat memberikan dampak positif bagi generasi muda dan bisa meraih prestasi melalui bola tangan, ” ujarnya, yang juga anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman.
Dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan pembinaan olahraga dinilai menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan bola tangan di Sumatera Barat.
Sinergi antara pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, KONI, serta para pelatih dan wasit diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet potensial yang siap bersaing pada ajang Porprov maupun kompetisi tingkat nasional lainnya di masa mendatang.
Dengan terlaksananya Penataran Coaching Clinic Wasit dan Pelatih Handball ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia olahraga bola tangan di Sumatera Barat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta selama kegiatan berlangsung diharapkan dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembinaan atlet, sehingga prestasi bola tangan Sumbar semakin berkembang dan mampu tampil kompetitif pada berbagai kejuaraan, termasuk Porprov XVI Sumbar 2026.
(/Kalibrasinews.com)



