Silaturahmi IKWI-PKK Sumbar, Harneli Ingatkan Transparansi dan Penguatan Ekonomi

Padang, KalibrasiNews.com – Silaturahmi pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat dengan Ketua PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi, di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (30/1) tak sekadar temu ramah.

Pertemuan itu mengerucut pada isu krusial: transparansi organisasi dan penguatan ekonomi IKWI Sumbar .

Dalam silaturahmi tersebut, pengurus IKWI Sumbar sekaligus mengundang Ketua TP PKK Sumbar untuk menghadiri pelantikan pengurus IKWI Sumbar, bersamaan pelantikan pengurua PWI Sumbar, Selasa (3/2) mendatang.

Silaturahmi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bertukar pengalaman antarorganisasi perempuan di Sumatera Barat.

Sejumlah praktik baik dalam membangun kekompakan anggota dibagikan, mulai dari pola komunikasi internal hingga cara menjaga semangat kebersamaan.

Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat jejaring lintas organisasi agar program-program sosial dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam diskusi saat silaturahmi IKWI dan PKK Sumbar, dibahas pentingnya pengelolaan dana organisasi yang jelas dan akuntabel.

Pengalaman sejumlah organisasi perempuan, seperti dharma wanita, dijadikan contoh bagaimana iuran kecil namun konsisten bahkan hanya ribuan rupiah per bulan dapat dihimpun menjadi dana yang bermanfaat bagi anggota, mulai dari bantuan sosial, kesehatan hingga simpan pinjam.

Harneli menekankan bahwa organisasi tidak boleh menjadi beban, apalagi bagi anggota yang sedang menghadapi musibah.

Ia juga mengingatkan agar setiap kegiatan organisasi disusun berdasarkan kebutuhan riil anggota, bukan sekadar mengikuti agenda seremonial.

Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar memberi dampak nyata, baik dalam bentuk bantuan sosial, peningkatan kapasitas anggota, maupun penguatan solidaritas di antara keluarga wartawan.

Bantuan harus hadir tepat sasaran, tanpa prosedur berbelit, dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi anggota. Prinsipnya adalah yang mampu membantu dan yang membutuhkan tetap dirangkul.

Selain soal dana, pertemuan juga menyoroti perlunya program pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan.

Dalam forum tersebut, pengurus juga membahas kemungkinan kerja sama lintas organisasi dan sektor, termasuk dengan pelaku UMKM lokal, lembaga pelatihan, serta komunitas perempuan di Sumatera Barat.

Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang belajar bersama sekaligus memperluas akses anggota terhadap peluang usaha kecil, pemasaran produk rumahan, serta pendampingan berkelanjutan.

Pelatihan sederhana namun aplikatif dinilai penting agar anggota, khususnya istri wartawan, memiliki sumber penghasilan tambahan dan tidak bergantung sepenuhnya pada situasi ekonomi rumah tangga.

Beberapa ide yang mengemuka antara lain pelatihan kewirausahaan rumahan, pengolahan produk pangan lokal, hingga keterampilan kerajinan tangan.

Program-program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha kecil yang dapat dikelola dari rumah, sehingga para anggota tetap bisa menjalankan peran keluarga sambil menambah pemasukan.

Menurut Harneli, organisasi perempuan harus hidup, berdampak, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota, bukan sekadar formalitas struktural.

Selain itu, transparansi administrasi juga menjadi sorotan penting. Setiap pemasukan dan pengeluaran diharapkan dicatat secara terbuka agar kepercayaan anggota tetap terjaga.

Dengan tata kelola yang rapi, organisasi diyakini mampu tumbuh lebih sehat sekaligus menjadi contoh bagi komunitas lain dalam membangun sistem yang profesional.

Ketua IKWI Sumbar, Erlina, SH mengharapkan silaturahmi ini menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret antara IKWI dan PKK dalam membangun organisasi yang transparan, peduli, dan mampu menguatkan ekonomi anggotanya di Sumbar.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan aktif anggota menjadi kunci keberhasilan setiap program.

Menurutnya, partisipasi tidak hanya terbatas pada kehadiran dalam kegiatan, tetapi juga kontribusi gagasan, tenaga, serta jejaring yang dimiliki masing-masing anggota.

Dengan semangat gotong royong tersebut, IKWI Sumbar optimistis berbagai program pemberdayaan dapat dijalankan secara berkesinambungan.

“IKWI Sumbar sudah berusia 65 tahun. Sejauh ini, sudah terbentuk di 9 kabupaten/ kota Sumbar dengan jumlah anggota lebih sekitar 200 orang. Insya Allah, kita siap bersinergi bersama organisasi wanita di Sumbar,” ujar didampingi Bendahara, Putri Festina, Wakil Ketua Dr Afrianingsih Putri dan anggota pengurus lainnya Ir. Mimi Jamal.

Ke depan, IKWI Sumbar dan PKK Sumbar sepakat untuk membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga wartawan dan masyarakat luas.

Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, silaturahmi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan di Sumatera Barat.(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini